Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 21 : Sial... Mala petaka apalagi ini?!!


__ADS_3

William mengangguk seraya menerima surat tersebut dari tangan lelaki itu, “Tugasmu selesai, sekarang kembalilah ke tempatmu dan jangan lupakan apa yang aku perintahkan sebelumnya!” kata William dengan suara dinginnya. Lelaki itu pun langsung menganggukinya seraya berbalik badan untuk berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Sementara william yang hanya terdiam menatap kearah map coklat itu dengan waktu yang cukup lama, akhirnya william membukanya. Membacanya secara keseluruhan lalu kerutan diantara dahinya pun mulai terlihat. “Insomnia?” gumam william yang diikuti oleh perasaan bingung dan terheran akan hasil pemeriksaan itu.


-Surya, apa kau sedang bermain-main denganku?-


William menandai surya dengan firasat buruknya pun seketika terbuang saat lelaki ini mendengar suara ketukan pintu dari arah luar. “Tuan besar, saya datang mengantar nona clara ke tempatmu. Dia berkata, akan berbincang denganmu tentang masalah kerjasama. Apakah tuan memiliki waktu untuk itu?” suara Nathan terdengar di sela-sela ketukannya.


Sedangkan didalam, William hanya menghela nafasnya seraya menyimpan kertas tersebut didalam laci meja kerjanya. “Masuklah!” sahut William yang memberi izin pada orang dibalik pintu tersebut untuk masuk kedalam ruangannya. Dan benar saja saat pintu itu terbuka, William dapat melihat seorang wanita dengan pakaian dress short berwarna merah yang menampilkan kaki mulusnya. Tak pula, wanita itu memakai sedikit riasan diwajahnya agar menarik perhatian dari William.


“Siang kak William, aku datang kesini untuk membicarakan sesuatu penting yang disampaikan oleh ayah sendiri. Beliau tidak datang, jadi aku secara pribadi akan bicara langsung padamu. Apa kau tidak keberatan?” tanya wanita itu seraya berjalan menghampiri william. “Aku kan sudah bilang berkali-kali padamu, jika kau ingin membicarakan tentang kerjasama. Maka datangkanlah ketempat yang sudah aku beritahu.” Jawab William dengan nada dingin.


Wanita yang mendengar kata-kata kejam dari William pun seketika terdiam, raut wajahnya yang cantik kini terlihat sedih hingga membuat William merasa bahwa itu adalah hal yang merepotkan. “Aku tahu itu, tapi aku datang kesini bukan untuk membicarakan tentang pekerjaan. Tapi tentang hal lain.” Katanya seraya memalingkan sedikit wajahnya agar terlihat menarik.


William terdiam, menatap wanita itu dengan sejenak lalu kembali menurunkan pandangannya kearah laptop yang sedang berada didepannya. “Masalah itu sudah selesai sejak lama, kenapa ayahmu tiba-tiba membicarakannya kembali?” Tanya William tanpa menatap kearah wanita itu. Sementara wanita itu yang mendapatkan perlakuan dingin dari William tentu saja membuat hatinya sedikit terasa sedih.


“Aku tidak tahu, tapi ayah ingin kau menjelaskan semuanya dari awal.” Jawab wanita itu. William yang sudah menduganya sejak awal pun hanya menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya seraya menatap kearah wanita itu dengan kilatan di manik matanya yang gelap. “Clara, ayahmu sudah tahu sejak awal. Bahkan dulu dia juga sudah menerima semua penjelasan dari kakek. Lalu apa lagi yang dia inginkan?”

__ADS_1


Clara menundukkan kepalanya, ia terdiam tak menjawab perkataan dari William. Sementara William sendiri langsung beranjak dari duduknya saat mendapatkan pesan dari salah satu anggota. Clara yang melihat William hendak meninggalkan meja kerjanya, ia dengan cepat menghentikan lelaki itu. “Kak William, kau ingin kemana? Aku masih belum selsai bicara” tanya Clara yang membuat kesabaran dari William semakin menipis.


“Bicarakan itu nanti! Jika ayahmu masih ingin penjelasan yang lebih jelas, maka aku akan jelaskan nanti. Sekarang aku sibuk, kau kembalilah ke tempatmu. Maaf tidak bisa mengantarmu dulu”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, William langsung berjalan melewati Clara yang masih terdiam di tempat. Bahkan William tidak menunggu jawaban ataupun respon dari Clara, hingga kepergian dari William membuat air mata Clara menetes dipipi merahnya.


“Kau berubah! Padahal kau dulu tidak seperti ini. Apakah kau sudah menerima pernikahan itu secara ikhlas? Apakah kau tega menggantikan posisiku dengan wanita murahan itu?”


...__🥀🕊__


...


Konon, katanya banyak orang yang bilang bahwa setelah kejadian dimana seseorang tewas dengan sangat mengenaskan di gang sempit itu. Kini sering terjadi pembunuh berantai yang selalu terjadi malam hari, hingga membuat semua orang yang berada di sekitar taman kota merasa takut saat keluar dari rumah dimalam hari.


Tap.. Tap.. Tap..


Beberapa orang lelaki masuk kedalam gang sempit yang gelap itu untuk bersembunyi dari kejaran para penjaga yang tengah mengejar mereka, “Huh... Huh... Gimana nih den, penjaga itu masih mengejar kita sampai kesini?!” kata salah seorang lelaki itu dengan nafas yang terengah-engah. “Sstt.. Diamlah bodoh!! Kau pikir aku bisa berpikir disaat kita terpojok begini?” balas lelaki itu dengan menyiku pelan pada perut lelaki yang bertanya tadi.

__ADS_1


Disaat kedua orang itu langsung berbincang, tiba-tiba salah seorang dari mereka ada yang menjerit begitu keras hingga membuat teman-temannya terkejut setengah mati. “Weh, dimana jun?!!” pekik salah seorang dari mereka saat menyadari bahwa salah satu dari mereka ada yang menghilang. Mendengar hal itu, semua lelaki itu pun dengan sontak langsung menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri.


Mencari temannya yang hilang namun tidak ketemu karna didalam gang tersebut memang tidak memiliki cahaya sedikit.


Disaat semuanya tengah kebingungan mencari salah seorang teman dari mereka yang telah menghilang, Tiba-tiba ada seorang lelaki yang terlempar dari dalam kegelapan gang tersebut keluar dengan tubuh yang penuh dengan goresan pisau. Beberapa lelaki itu pun terkejut serta ketakutan saat melihat mayat dari lelaki itu berada di dekat kaki mereka.


Tubuh nya dipenuhi oleh banyak darah, wajah lelaki itu juga sedikit terlihat mengerikan saat melihat goresan yang begitu dalam dibagian pipinya. Ditambah lagi dengan sebuah tusukan dalam pada leher kiri dari lelaki itu. “D-den... I-ituk-kan!!” cicit salah satu temannya dengan tubuh yang gemetar. Sementara lelaki yang bernama den tersebut hanya menelan ludahnya dengan kasat.


-Sial...Mala petaka apalagi ini?!!-


“AAAHHHKKK.... TIDAK!! LEPASKAN AKU!!”


Jeritan yang keras kembali terdengar ditelinga mereka, dan dengan sontak salah seorang dari mereka ada yang menghilang dari kumpulan lelaki itu. “LEPASKAN AKU!! AAAKKKHHH... I-Itu sangat MENYAKITKAN!!!” semua lelaki yang ada disana bergidik merinding saat mendengar jeritan demi jeritan yang terdengar dari dalam gang itu.


Tak lama, suara jeritan yang histeris kini secara perlahan mulai memudar hingga akhirnya menghilang. Namun rasa ketakutan serta penasaran dari para lelaki itu membuat mereka diambanb kebingungan, antara ingin pergi meninggalkan tempat itu atau melihat siapa orang yang berada di dalam gang tersebut.


“Bajingan kecil.... Kalian sangat berisik!!”

__ADS_1


Suara yang dingin serta aura yang ingin membunuh begitu kuat membuat rasa ketakutan mereka semakin meningkat. Ditambah dengan manik mata merah seperti api tengah menatap mereka dengan tajam. “S-siapa kau?!!”


__ADS_2