
Bel berbunyi pertanda akan memasuki kelas masing-masing. Masing-masing sudah memasuki kelasnya. Namun, kehebohan terjadi ketika beberapa siswa yang disiplin malah terlambat di hari itu.
Kalian semua siswa teladan bisa-bisanya datang terlambat. Mereka adalah Heri, Andara, Senja dan Dara. Ketika mau melaksanakan hukuman, seseorang dari kejauhan berteriak saya terlambat Pak.
"Kamu siswa baru kan, siapa nama kamu? bukankah sudah dikasih tahu oleh Pak Herinson jam berapa sampai di sekolah?" ucap Pak Reko pada Senja.
Kalian berlima, tanpa pikir panjang cepat lima keliling berlari. Kecuali Dara dan Senja, kalian sit-up 10 kali saja. Dara dan Senja pun melakukannya, meskipun Senja seperti mau pingsan.
"Senja, wajah loe kok pucat loe sakit ya," ucap Dara berbisik pada Senja.
"Gak apa-apa Dara, terima kasih ya perhatiannya, aku hanya tidak kuat dengan hukuman fisik seperti ini," ucap Senja menjelaskan dengan bisikan.
"Ya, meskipun gue benci loe nggak serta merta gue benci semua tentang loe Senja," ucap Dara mengatakan padanya.
Dara pun mengulurkan tangan ke Senja. Mereka berdua pun berjalan ke ruang masing-masing, namun belum sempat sampai ke kelas Senja. Senja jatuh pingsan, melihat hal itu Dara repleks memopong badan Senja. Namun, ada tangan yang lain yang memegang erat.
"Biar saya saja mengantar Senja ke UKS, kamu bisa menunjukkan saya dimana tempatnya," ucap Elka membopong Senja.
"Baik, ikutan saya" ucap Dara mengarahkan jalan ke UKS.
Sampai lah mereka ke ruang UKS. Dara membantu Elka untuk membaringkan Senja di atas kasur UKS.
"Terima kasih yaa Elka dan Dara, sudah membantu saya istirahat di sini," ucap Senja kepada keduanya.
"Elka, kamu ke kelas aja duluan, kan kamu anak baru di sini, biar saya di sini sebentar sampai menunggu guru yang menjaga di UKS," ucap Dara mengatakan.
"Baik, kalau begitu jaga Senja ya," ucap Elka pergi dari ruang UKS.
"Bukankah kamu punya jam pelajaran nanti," ucap Senja bertanya.
"Bentar, rehat sejenak Senja, aku sedang lelah banget hari ini," ucap Dara sejenak rehat di atas kasur UKS.
"Oh begitu, baiklah," ucap Senja menjawab.
Keduanya pun terdiam untuk sesaat. Sehingga guru yang biasa menjaga UKS pun datang.
"Senja, perawat yang menjaga ruangan ini sudah datang, saya izin ke kelas ya," ucap Dara pamit.
__ADS_1
"Baik Dara, terima kasih sudah menemani," ucap Senja.
Dara pun keluar, dan meminta izin pada perawat yang biasa menjaga mereka di ruangan tersebut.
Dara pun sampai di kelas, dan sudah menjelaskan pada gurunya. Dan guru pun mempersilahkan Dara untuk mengikuti pelajaran seperti biasanya. Pembelajaran pun kembali di mulai.
Andara dan Heri setelah di hukum langsung ke tempat Kepala Sekolah tidak mengetahui bahwa Senja pingsan. Karena ketika selesai dihukum Pak Herinson menyuruh Andara dan Heri untuk keruangannya.
*****
Banyak hal yang didiskusikan Andara, Heri dan Pak Herinson. Hingga bel kedua berbunyi, tanda siswa beristirahat makan. Ketika Andara dan Heri asyik berbicara, diperjalanan menuju ruang OSIS. Terkejut mendengar Senja jatuh pingsan setelah dari hukuman tersebut, yang lebih sakit lagi dia dibawa ke ruang UKS oleh siswa baru tersebut.
"Heri, loe duluan saja ke rung OSIS ya. Gue mau menemui Senja," ucap Andara.
Wajah Andara tidak menentu lagi, pikirannya hanya tertuju kepada Senja. Ketika sampai di ruang UKS dia tidak menemukan anak baru tersebut, tapi melihat Senja tengah istirahat.
"Bu Rina, Andara bolehkah melihat keadaan Senja," ucap Andara.
"Senja, hanya demam perlu istirahat sebentar lagi nanti juga sembuh, tapi jika Andara mau melihat silahkan," ujar Bu Rina.
Andara pun mendekati Senja yang saat itu tengah tertidur pulas. Karena tidak bisa membangun Senja, Andara pun memfoto wajah Senja yang tengah tertidur.
"Andara ..." ucap Senja memanggil.
Sontak saja Andara langsung memutar badan, karena kuatnya dia memutarkan badan hingga jatuh ke lantai. Sontak meliha hal itu, Senja tertawa melihat tingkah konyol Andara yang tidak pernah dia lihat.
Andara pun hanya senyum-senyum melihat kekonyolannya itu.
"Maaf Senja, aku membuatmu jadi tertawa," ucap Andara dengan malu-malu.
Menutupi wajahnya yang malu kekonyolannya. Aduh, padahal aku nggaj pernah menampilkan kekonyolanku kepada siapapun kecuali mama dan papa (malu plus banget ini pasti Senja ilfil dengan gue) gumam Andara dalam hati.
"No , its good I'm very Happy ," ucap Senja dengan tersenyum.
"Benarkah, kamu bahagia dengan tingkahku barusan, tidak membuatmu ilfil padaku kan," ucap Andara sekonyong-konyong nya ngoceh tanpa tanda koma (apaan siih hihi😂).
"Tidak, aku suka tingkahmu yang konyol," ucap Senja sambil menutupi mukanya yang masih menahan tawa.
__ADS_1
Andara pun pamit keluar ruangan UKS karena ada rapat di OSIS.
Namun, ketika mau keluar dia bertemu sosok laki-laki yang diceritakan teman-temannya.
"Stop, kamu mau kemana mau menemui siapa?" ucap Andara bertanya.
"Saya, mau menemui Senja. Kenapa, tidak boleh? lagian Senja bukan siapa-siapa?, ngapain mau tahu keperluanku," ucap Elka menyeringai.
Ketika Andara ingin memukul Elka, tampak dari belakang Senja melihat pertengkaran mereka.
"Awas saja loe, gue ingatin jangan dekati Senja. Karena gue suka Senja lebih dulu sama loe," ucap Andara dengan wajah yang marah.
"Eits, gimana kalau kita bersaing memperebutkan Senja. Tapi persaingan sehat ya, gimana kamu setuju nggak?" ucap Elka memberikan tantangan pada Andara.
"Okey, " ucap Andara menantang balik.
"Senja dan Bu Rina, Andara izin duluan ya. Senja lekas sembuh ya," ucap Andara pergi begitu saja
Senja dan Bu Rina pun menjawab dengan anggukan kepala. Sementara Elka mendekati Senja, namun Senja malah memegang tangan Bu Rina.
"Elka, Senja belum bisa diajak bicara. Karena Senja harus istirahat," Ujar Bu Rina pada Elka.
Elka pun berpamitan, meskipun dia tahu Senja tidak mau bicara dengannya. Namun, hal itu lah yang membuatnya bertanya-tanya. Kenapa Senja selalu menghidarinya. Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggelayut dipikiran Elka.
[Aku makin penasaran dengan sikap Senja yang menghindari ku, salah aku apa pada dia] gumam Elka dalam hati.
Di Ruang OSIS, pembicaraan tentang Pensi pun berjalan dengan lancar meskipun kedatangan Andara terbilang telat.
Namun, pikiran Andara tidak disana. Dia masih memikirkan persaingan dirinya memperebutkan Senja.
[Bagaimana jika Senja taruh tentang hal ini? bisa-bisa dia akan membenci kamu, padahal niat kami hanya ingin mendekatinya] gumam Andara dalam hati.
Saat Andara melamun, Heri menepuk pundaknya.
"Hey fokus dong Andara, pikiran yang lain nanti dulu ya," ucap Heri pada sahabatnya.
"Baiklah, maaf," ucap Andara menjawab.
__ADS_1
Bunga bertaburan dengan Indahnya, menandakan alam tengah bersemi.
🌷🌷🌷🌷🌷