
Setelah selesai berbicara dengan teman-temannya Senja dan Andara masih di dalam ruangan tersebut, Andara bingung mulai berbicara dengan apa?.
Hingga ponsel Senja berdering...
'*Yaa Hallo Ma...." ucap Senja menyapa mertua nya.
'mama denger kamu masuk rumah sakit sekarang, apakah sudah sehat terus dimana Andara kenapa ponselnya tidak aktif?' ucap Mama Andara.
"Ehm Andara tadi ke toilet ma, sepertinya ponselnya lowbet karena jagain aku lupa mencas ponselnya" ucap Senja.
"gimana Senja.?. adakah tanda-tanda kehamilan kalian berdua sehat kan" ucap Mama Andara.
'heheh... kita sudah berusaha ma, tapi belum ada tanda-tanda nya" ucap senja tersenyum palsu.
"baiklah... titip salam buat Andara yaa, mama mau jaga anak mama dulu adiknya Andara" ucap mama Andara seperti memberi penekanan tentang anak*.
Saat mama berbicara sejak tadi, Andara sudah pergi meninggalkan ruangan tersebut..
"kenapa semua jadi begini? apa yang harus aku lakukan?" gumam Andara dengan muka seribu lipatan.
"*Bagaimana caranya agar rumah tangga kami kembali kokoh seperti dulu" gumam Andara dalam hatinya.
"ehm kemana perginya Andara sih...." ucap Senja.
"Hei bangunlah... bukankah kamu mau pergi kuliah?" ucap senja sambil memberikan tisu.
"sayang kenapa kamu bangun dari ranjang kamu?, kamu kan lagi sakit " ucap Andara khawatir.
"temani aku ke taman saja yaa, bosen di kamar terus, besok aku udah balik ke apartemen lagi kan" ucap senja*.
Tanpa bicara apapun Andara membantu istrinya ke taman dengan memegang pundak istrinya agar tidak terjatuh.
Sesampainya di taman, senja mencari tempat duduk untuk mereka ngobrol bersama
"Andara aku akan memaafkanmu, kita belajar lagi untuk membangun rumah tangga kita, tapi kamu janji katakan apapun tentang perkuliahan mu dan kamu dekat dengan siapa?" ucap senja berbicara.
Seperti angin segar bagi Andara, dia pun memegang tangan istrinya dan berkata ;
"Baik sayang mari kita saling memaafkan, setiap weekend kita akan berdua agar terjalin keharmonisan dalam rumah tangga kita"
Keduanya pun berpelukan bahagia, Sky yang melihat keduanya sangat bahagia mereka bisa kembali bersama, setidaknya beberapa hari ke depan dia bisa kembali fokus ke perusahaan. Sky.pun pergi dari tempat itu dan ke tempat parkiran..
*Deru mobil pun laju secata cepat. Dering ponsel Sky pun berbunyi ;
"oke siap, saya akan ke perusahaan dalam waktu setengah jam".
Sky pun mematikan ponselnya untuk kembali ke perusahaan*.
***
__ADS_1
Heri memeluk Siska dengan sangat erat dan berkata ;
"*Siska... kamu jangan tinggalkan aku yaa, jangan menghilang kayak kemarin" ucap Heri memeluk Siska yang sedang masak.
'sorry Heri... aku lupa ngabari kamu, baterai ku lowbet terus cuaca lagi tidak baik jadi nginap di rumah teman" ucap Siska.
"Siska,.. apa kita bertunangan dulu? tapi aku belum memiliki pencapain apa-apa yang bisa dibanggakan kepada papa mu, sekarang aku dalam proses pengajuan sebuah proyek fotografer jika di setujui aku akan di kontrak selama setahun dan lumayan uangnya untuk kita hidup berdua" ucap Heri masih dalam pelukan Siska.
"oke sayang, nanti kita bicarakan dengan papa yaa masalah pertunangan, sekarang kamu tiduran di sofa aku mau menyajikan makanan dulu" ucap Siska.
"Kiss dulu..." ucap Heri manja sambil menunjuk ke arah pipinya.
" cuuuuup.." ciuman pun mendarat di pipi Heri.
Heri pun kembali ke sofa dengan muka memerah, Siska yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Kira-kira dia ingat nggak apa yang dikatakannya barusan, untung aku rekam" ucap Siska sambil menyajikan makanan mereka.
Siska pun mencuci muka serta membersihkan dapur mereka, Siska sangat ahli dalam kebersihan dan memasak. Siska pun membangunkan Heri yang masih terlelap dalam tidurnya.
"ssayaang.. bangunlah.. kita sarapan dulu atau aku tinggal nie" ucap Siska ingin berangkat dari tempat duduk tersebut*.
Heri pun berdiri dengan segera mencuci muka dan mencuci tangannya setelah selesai dia pun di meja makan dengan kesadaran masih 60%.
Siska pun menyodorkan makanan tersebut ke Heri. Heri malah menarik kursi Siska untuk duduk bersebelahan...
"*kamu kenapa sih sikapnya kayak anak-anak? ceritakan sama aku" ucap Siska memegang pipi Heri agar bicara.
"Kemarin pas kita party dengan teman-temanmu ada seorang laki-laki yang lebih mapan dari ku ingin mengincarmu dijadikan pacar olehnya, jelas saja aku marah dan mabuk hingga sekarang karena kalau kesadaran kembali aku malu dan gengsi mengatakan semua ini padamu Siska, nanti kamu bilang aku laki-laki nggak baik" ucap Heri masih setangah sadar.
"ohw gitu ceritanya... aku akan jawab tapi bangunkan kesadaran kamu 💯 persen' ucap Siska sambil tersenyum*.
Heri pun berusaha membangunkan dirinya, dia pun kembali ke kamar mandi dengan menenggelamkan mukanya ke air. Setelah selesai dia kembali dengan muka yang segar.
"Hayoo makan, kenapa jadi melamun sih? kita kan harus berangkat kuliah" ucap Siska sambil makan.
Heri bingung dengan Siska dengan mengernyitkan keningnya..
"kenapa Heri kamu bingung yaa? tanya saja dengan teman mu di sebelah, tanya kenapa aku bisa di sini nanti aku jelasi kamu nggak percaya?" ucap Siska tersenyum kecil.
Heri hanya mengangguk saja tanpa suara. Dering ponsel pun Siska berbunyi..
drrtttt....drrtttt.....
"Yaa Hallo... ohw baiklah aku akan kesana dalam waktu setengah jam, kebetulan dekat dari tempat ku berada sekarang" ucap Siska sambil membereskan piringanya dan mengambil *tasnya.
"Heri... aku pergi dulu yaa, tolong cucikan piring makan ku tadi, ohya aku sudah memasak untuk makan siang dan malam mu jadi jangan sering makan yang instan ya" ucap Siska dengan senyuman kecilnya*.
"Ohw Siska .. kamu memang wanita impian' gumam Heri dalam hati dengan senyuman.
__ADS_1
Siska pun menemui temannya dan melakukan penelitian mereka tentang materi perkuliahan melalui penugasan.
***
"*Jeni.. buka pintu nya ada seseorang yang mencari mu" ucap mama nya.
"baik ma... aku segera kesana..." ucap Jeni merapikan rambut*.
Saat Jeni ke ruang tamu betapa terkejut dia yang datang ke rumah nya adalah Tara laki-laki yang diputuskannya dan tidak bertemu dengannya berbulan-bulan. Jeni pun duduk dengan santainya.
"*Bik, tolong buatkan teh untuk teman ku" ucap Jeni.
"ehm dalam hal apa kamu ke rumah ku Tara?' ucap Jeni.
"Saya izin ke Austria lusa... saya sudah memberi pesan kepadamu tapi tidak ada balasan sama sekali, saya mengatakan ini karena dari isi hatiku, jika kamu tidak berkenan mendengarnya tidak apa-apa Jeni, saya izin pulang permisi" ucap Tara pergi begitu saja.
"aargh begitu saja dia bilangnya" gumam Jeni dalam hati dan mengejar Tara dan berkata ;
"Kenapa kamu tidak pernah membujukku untuk kita balikan" ucap Jeni berteriak*.
Tara pun menoleh dan mendekati Jeni
"kamu punya hak Jeni memilih siapa yang ada dalam hidupmu?,aku tidak ingin memaksamu lagi" ucap Tara bicara tegas.
Tara pun pergi dengan tegas
"maafi aku Jeni, sebenarnya aku masih mencintainya, tapi aku bingung mengatakannya, penolakanmu itu menyakitkan bagiku" gumam Tara pergi dari kediaman Jeni.
Saat Tara ingin masuk ke dalam mobilnya, di tahan oleh Jeni dan dipelukanya dari belakang ;
"*Jen... hentikan pelukan mu, aku mau pulang" ucap Tara.
"aku masih mencintaimu Tara, beberapa bulan ini aku hanya merenungkan diriku Tara" ucap Jeni sambil menangis.
"Jen.. please kamu jangan menangis, aku nggak suka kamu menangis" ucap Tara kesal dengan dirinya.
"Baiklah aku akan melepaskan pelukan ku dan akan pergi' ucap Jeni berbalik pulang ke rumah*.
Namun, Tara melihat jalan Jeni berbeda hingga dia pun menggedong mantannya tersebut ke mobilnya.
"Kenapa dengan lutut mu, kamu jatuh dimana? biar aku obati kamu di sini, di dalam mobilku ada kotak P3K" ucap Tara perhatian dengan Jeni.
Namun, Jeni malah menepisnya dan berkata..
"*Cukup Tara... aku bisa mengobati lukaku" ucap Jeni ingin keluar dari mobilnya.
'please Jeni.. terakhir kalinya jangan menolak bantuan ku" ucap Tara*.
Tara pun mengobati luka Jeni dengan sangat hati-hati.
__ADS_1
🍁💐💐💐🍁