Dermaga Senja

Dermaga Senja
Pasangan


__ADS_3

Hari itu pun tiba...


Dara tampak gugup di hari pernikahannya. Namun, Elka selalu menenangkannya. Dara tidak bisa jauh dari Elka. Begitupun dengan Elka selalu ingin berdua dengan Dara. Para sahabatnya pun datang dengan pasangan masing-masing.


"Eeh Senja dan Andara sudah honeymoon belum" ucap Elka sambil memeluk Andara.


"hahah... selalu gagal bro.." ucap Andara tertawa mengingatkan moment ketika dia dengan Senja ingin melakukan hubungan suami istri.


"coba lagi lah..." ucap Elka sambil tertawa.


"istri gue thu spesial bukan di coba kali.." ucap Andara sambil tertawa.


"Senja, kamu tahu ngga suami kamu lagi bicarakan apa dengan suamiku" ucap Dara penasaran.


"heheh... biarin mereka bicara Dara, mungkin bicarakan tentang mereka kali" ucap Senja sambil memberikan selamat.


Dara dan Senja pun berbicara layaknya seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Canda dan tawa selalu ada dalam selingan pembicaraannya.


Jeni pun menghampiri Heri dengan menyombongkan dirinya...


"Her, loe bilang akan mengenalkan ke kita pacar loe tapi kok tampaknya tidak terlihat" ucap Jeni langsung memperkenalkan Tara ke Heri.


Heri hanya diam mendengar omelin Jeni dan kemesraan yang ditampakkan Jeni di depan matanya.


"Kemana sih Siska, padahal tadi niatnya mau pergi bareng malah gue kesini sendirian" gumam Heri dalam hati.


"Kalau gitu, kami kesana dulu ya" ucap Jeni kepada Heri.


"Ya Jen" ucap Heri tertunduk lesuh.


Saat Heri menundukan pandangannya, sesosok wanita cantik dengan rambut yang panjang datang menghampirinya, dan semua mata tertuju pada sosok tersebut.


"saayang, aku sudah datang maaf yaa aku datang telat" ucap Siska.


Heri pun mencari sumber suara tersebut dan melihat wanita cantik yang tergerai rambutnya panjangnya.


"Heri sayang... aku Siska pacar kamu, apakah kamu akan diam saja melihatku begitu?" ucap Siska bicara tegas kepada Heri.


Heri terkesima dengan penampilan yang sangat cantik pada hari itu. Heri pun langsung memeluk Siska. Siska pun balik memeluk Heri.


"kamu kenapa lama sih sayang? aku nunggu kamu dari tadi, hingga aku di cap seseorang berbohong tidak memiliki pacar" ucap Heri mengomelin Siska.


"hihi... baiklah sayang, maaf yaa... ayoo kita nemui Elka dan Dara mau memberikan kado pernikahan dari kita" ucap Siska sambil mengandengan tangan Heri.


"Hai Dara, nie kado dari gue" ucap Siska dengan penampilan anggunnya, Heri pun selalu mengandeng tangan pacarnya.

__ADS_1


"ooh jadi ini pacar kamu, selamat ya Siska kamu udah jadi pacar sahabat kamu yang kutu buku" ucap dara.


Mereka berempat pun tertawa...


Jeni melihat itu malah merasa kesal, melihat hal itu Tara pun langsung membisikan ke Jeni.


"Jen, kamu sayang aku kan jadi ikhlaskan kebahagiaan Heri dengan Siska" ucap Tara.


Jeni pun tersadar atas bisikan tersebut, dia tidak menyadari bahwa yang membisikan kata-kata tersebut adalah Tara.


Jeni pun memeluk pacarnya dengan erat. Tara pun memeluk kembali Jeni.


Senja dan Andara melihat sahabatnya memiliki pasangan sangat bahagia hingga keduanya tanpa terasa berpelukan.


"saayang, kita buat anaknya kapan?" ucap Andara membisikkan ke telinga istrinya.


"hihi... nanti sayang, ini masih ramai" ucap Senja sambil mencubit pinggang suaminya.


Senja dan Andara pun tertawa...


Pernikahan Elka dan Dara pun terlaksana dengan baik dan khidmat..


Para tamu undangan pun kembali ke tempatnya masing-masing.


Senja dan Dara pun berpamitan lebih awal karena Senja sudah tertidur lebih awal. Jeni dan Tara sudah lebih awal pulang sedangkan Siska dan Heri pun berpamitan juga dengan pasangan baru tersebut. Sehingga tempat yang tadinya ramai menjadi sunyi tanpa suara.


 


Andara lupa jalan rumah Senja, karena tempat pernikahan Elka cukup jauh. Dan hanya satu hotel yang dekat dari situ. Andara pun membaringkan istrinya ke kasur. Saat Andara membaringkan istrinya ke kasur, Senja menarik tubuh suaminya dan mencium bibir Andara.


"Andara suamiku, aku mencintaimu" ucap Senja sambil mencium Andara berkali-kali di bibirnya.


Andara pun mencium dengan genas bibir istrinya. Hingga keduanya bergelut dalam tautan ciuman yang hanya bertahan 10 menit karena badan Senja sudah terkulai lemas dan tertidur.


"heheh... Ya ampun istriku nie, sudah berbuat dia tidak bertanggung jawab, padahal aku pengen lebih" ucap Andara sambil mencium kening istrinya.


Keduanya pun tertidur dengan pulas...


Di tempat berbeda...


"Heri... aku menginginkanmu, tapi aku hanya ingin ciuman tidak lebih dari itu" ucap Siska dengan rayuan dan godaannya.


"kamu serius sayang, tapi kan kita habis capek, lagian kita kan bisa pulang ke rumah, kenapa malah cari penginapan" ucap Heri masih sadar.


"hihi... kamu ngga lihat sayang, malam sudah larut, hanya penginapan ini yang bisa kita tepati, please sayang ciumi aku, aku ingin tidur kalai kamu sudah menciumku" ucap Siska memohon pada Heri.

__ADS_1


Heri pun mencium dengan lembut bagian wajah Siska, Siska pun hanya mengerang kenikamatan meski hanya sekedar dicium saja.


"Sayang, please cium bibirku juga" ucap Siska.


Heri tidak bisa mengambulkannya karena dia langsung jatuh pingsan diranjang tersebut. Begitu pun dengan Siska yang sudah tertidur atas ucapannya yang terakhir.


"Jen, kamu emang wanita unik, sakit hati malah main permainan di mall" ucap Tara.


"hihi... habis aku bosen sayang nanti urusan kita hanya tidur doang, ohya sayang gimana kalau kita menikah muda saja" ucap Jeni.


"aaapa? kamu serius mau menikah, kita masih muda loe Jen, gue juga belum kerja dan belum bisa melakukan apapun, bagaimana gue bisa nafkahi kamu" ucap Tara.


"hihi... kan bisa kerja di tempat orangtuamu atau orangtuaku" ucap Jeni.


"baik sayang, nanti aku pikiri lagi ya, horeee aku menang sayang" ucap Tara.


"iiih curaang" ucap Jeni sambil tertawa.


"Duuh cantiknya Jeni jika dia bisa tersenyum dan tertawa seperti ini setiao hari" gumam Tara dalam hati.


 


Larut malam di tempat kediaman Dara...


Dara pun melepas busana pengantinnya begitu pun dengan Elka. Namun, ada yang berbeda dengan mimik wajah Dara. Dara langsung berhambur memeluk Elka sambil menangis. Elka yang melihat Dara menangis menjadi bingung.


"sayang, kamu kenapa nangis? siapa yang nyakiti kamu coba ceritakan sama aku?" ucap Elka penasaran.


"duhai suamiku sebelumnya aku minta maaf meminta mu kita cepat menikah karena ada alasan yang ingin aku utarakan, namun hal itu malah membuatku akan menangis jika mengingatnya" ucap Dara sambil menangis dipelukan Elka.


"Cerita saja sayang, aku sekarang sudah resmi jadi suamimu, kita akan sama-sama menjalani semuanya" ucap Elka menenangkan istrinya.


Dara pun menceritakan semuanya kepada Elka. Elka yang mendengar itu ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Dara. Elka pun memberikan ketenangan kepada Dara agar malam itu setidaknya istrinya bisa beristirahat sejenak dari permasalahan yang menimpa keluarga Dara.


🍂🌷🌷🌷🍂


Masalah apa yang dihadapi oleh Dara??


Kepoo ya...


Nantikan kelanjutannya di episode berikutnya...


Like and comment ya😊


Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2