Dermaga Senja

Dermaga Senja
Kembali bahagia


__ADS_3

Perjalanan mereka kali ini sungguh membuah Senja kembali tersenyum dan bahagia. Bahkan, Senja tidak berhentinya tersenyum dengan tingkah si kembar. Begitupun Tara dan Jeni ikut tertawa dan tersenyum dengan tingkah si kembar.


"Kaliam berdua itu kayaknya cocok deh, jadi pemeran film, hampir tiap menit berdebat mulu' kerjaan kalian berdua," ucap Jeni sambil tersenyum.


"Iih yang duluan itu Kak Dino bukan aku Kak Jeni," ucap Dina melakukan pembelaan diri.


"Waah selalu aku yang jadi kesalahan ya, sungguh adik durhaka ya," ucap Dino pada adiknya.


Hingga dering ponsel Senja kembali berbunyi.


Senja pun sementara menjauhkan dirinya dari mereka.


Dia pun mengangkat telpon tersebut.


"Ya Hallo, ada apa Pak Leri?" ucap Senja dalam panggilan telpon tersebut.


"Nona, kerja sama kita dengan PT. Air mata berhasil dan mereka berharap nona sendiri turun tangan menyelesaikan proyek," ucap Pak Leri memberi kabar gembira tersebut.


"Alhamdulillah Ya Allah, bahagia mendengar kabar tersebut, kapan rencana akan diadakan rapat bersama?" ucap Senja bertanya.


"Besok nona, materinya sudah saya kirim ke nona, sesuai dengan rencana yang nona buat, maka nya mereka setuju bekerja sama dengan nona, dan nona sendiri yang ikut dalam proyek tersebut," ucap Pak Leri.


"Oke Pak Leri, terima kasih atas infonya," ucap Senja.


"Baik Nona itu saja, saya tutup dulu telponya," ucap Pak Leri.


"Baik Pak, sampai ketemu di kantor besok," ucap Senja mematikan panggilan tersebut.


Panggilan telpon pun terputus.


"Ayoo teman-teman kita kembali pulang, saatnya beraktifitas seperti biasa," ucap Senja kepada teman-teman nya.


"Oke, let's go," ucap Si kembar.


Mereka pun memasuki mobil tersebut dengan hati gembira. Begitupun dengan Senja yang kembali semangat karena proyeknya kali ini mendapatkan kerja sama yang baik, hingga dia harus mempersiapkan rapat untuk besok.


Senja tidak mengetahui bahwa di balik kerja sama tersebut terdapat Sky pemilik perusahaan tersebut. Sebenarnya bukan karena hubungan kedekatan mereka tapi karena rencana yang dibuat oleh Senja menguntungkan satu sama lain.

__ADS_1


Selain itu, Senja sudah terkenal dikalangan kolega tidak akan bermain licik dalam proyek bahkan dia lebih mempertimbangkan kerja sama yang saling menguntungkan. Hal itu, tidaklah gampang. Mengingat Senja masih usia belia yang mampu perusahaan besar.


Namun, bukan hal itu saja. Karakter kedua orangtuanya lah yang membuat kepribadian Senja multitalent. Ibunya seorang negosiasi yang ulung, sedangkan ayahnya seorang jujur dan berkompeten dalam membina hubungan dengan para kolega.


Sifat keduanya lah yang menjadikan Senja seperti sekarang ini. Bahkan, sudah berapa orang berkeinginan untuk mempersunting Senja. Namun, Senja sudah menikah dengan Andara kala itu, membuat orang mematuhi hak nya tersebut.


Perceraian bahkan tidak menjadikan Senja putus asa. Bahkan, para karyawannya selalu memberikan support kepada Nona Senja. Kenapa tidak? Senja memiliki empati yang besar kepada karyawannya. Melalui Pak Leri laporan-laporan terkait karyawan tidak masuk dengan alasan yang masuk akal. Bahkan, Senja terkadang meminta Pak Leri mengetahui kebenaran tentang alasan karyawannya.


Senja tidak sendirian, selalu ada orang sekitar yang memberikan pelukan hangat. Bahkan, para pekerja kebersihan atau OB diperusahaannya menyayangi Senja seperti anak atau saudara mereka sendiri. Bahkan, para karyawannya malu jika curhat tentang hidup mereka pada Senja.


Meskipun kepribadian Senja berubah sejak perceraian, namun para karyawan memaklumi hal tersebut. Senja tidak banyak bicara, namun tetap menyapa seperti biasanya. Sebab Senja tengah menyehatkan kondisi kejiwaannya.


"Kak Senja, tadi ayah kami kan menelpon," ucap Dina bertanya.


Senja pun memalingkan wajahnya ke arah Dina yang mana saat itu dia tengah membaca draft yang akan di sampaikan besok oleh karyawannya.


"Tadi Pak Leri mengatakan bahwa perusahaan kita memenangkan tender dengan PT. Air Mata jadi Kakak tengah membaca draft nya," ucap Senja menjelaskan kepada Dina.


"Waah direktur mah beda, yang dibaca draft rencana proyek, lah kita draft materi ujian," ucap Dina tertawa.


Seisi mobil tertawa karena guyonan yang dilancarkan oleh Dina. Tak terkecuali kakaknya sendiri yang membalas guyonan tersebut.


"Kalian berdua draft materi sekolah dan draft masuk kuliah, kalau Kak Jeni draft cara mencintai Tara dengan tulus, lanjut sayang," ucap Jeni mengalihkan ke Tara yang tengah mengemudi.


"Kalau Kak Tara, draft cara sukses menikahi Jeni," ucap Tara sambil tertawa.


Ambyar di dalam mobil tersebut, semuanya tertawa atas guyonan tersebut. Bahkan, Senja sendiri pun ikut tertawa mendengar guyonan yang dilontarkan mereka. Hingga terbesit perkataaan dalam hati Senja.


[Ya Allah, meskipun pernikahan ku hanya bertahan setahun, setidaknya aku bahagia bersama dengan orang yang mencintaiku dengan tulus] gumam Senja dalam hati.


Senja pun sangat bahagia dengan liburan kali ini. Selain mendapatkan kabar bahwa proyeknya memenangkan kerja sama dengan PT. Air Mata.


Sesampai di rumah Senja.


"Semuanya, terima kasih yaa atas kebahagiaan yang kalian beri kepada saya," ucap Senja.


"Sama-sama Kak, kalau Kak Senja serta Kak Jeni dan Kak Tara ngajak jalan-jalan ajak kita ya," ucap Dina dengan senyumannya.

__ADS_1


"Boleh dong," ucap Senja.


"Iyaa boleh kalau Kak Jeni sama Kak Senja tergantung Kak Tara sebagai sopir," ucap Jeni tersenyum pada pacarnya.


"Aku oke-oke saja, selama kalian bahagia, aku akan mengantarkan kalian kemana saja," ucap Tara tersenyum.


"Horeee," ucap Dina bahagia.


"Lah dia hore sendiri, yang ngajak elu siapa dek," ucap Dino mengejek adiknya.


"Hahah, kak Dino yaa tunggu saja di rumah nanti," ucap Dina berkacak pinggang.


"Hahaha, kalian berdua ini berantem mulu', hayoo kita berangkat ngantar kalian ke rumah dulu," ucap Tara.


"Senja, kami pergi dulu ya," ucap Jeni.


"Iya makasih ya semua," ucap Senja melambaikan tangannya.


Mereka semua yang berada di dalam mobil pun melambaikan tangan mereka juga.


Setelah mobil melesat dengan cepat, Senja pun memasuki rumahnya dengan perasaan bahagia.


Senja pun segera membersihkan badan dan kembali ke kamarnya untuk membaca draft yang di kirim oleh Pak Leri.


Senja begitu serius membaca draft tersebut, karena itu berhubungan dengan perusahaan dalam skala yang besar. Sehingga perlu waktu membaca draft tersebut. Meskipun dirinya lah yang membuat planning tersebut.


Senja pun beristirahat, karena tubuhnya juga butuh fresh untuk pertemuan besok.


Pagi pun tiba.


Senja bangun dengan hati yang bahagia, saat dia bangun panggilan video datang.


"Hai Senja, semangat ya buat hari ini semoga berjalan lancar pertemuan proyek hari ini," ucap Jeni.


"Terima kasih Jeni atas semangatnya, semoga kita bisa bersama lagi ya," ucap Senja tersenyum.


"Semoga saja, aamiin, aku tutup dulu ya Senja karena mau ke kampus," ucap Jeni melambaikan tangannya.

__ADS_1


Jeni pun mematikan panggilan tersebut. Keduanya tersenyum satu sama lain.


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2