Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 108- Tegar


__ADS_3

Senja pun memeluk erat Jeni kembali sebelum dia pulang.


"Terima kasih yaa Senja atas supportnya," ucap Jeni sambil terisak.


"Iya sama-sama, Tara jika suatu saat kamu jadi menikah, maka sejak sekarang belajar lah untuk tidak terpengaruh pada siapapun, dan yakinkah orang tuamu dan orang tua Jeni, bahwa kamu bisa membahagiakanmu nya dan jangan lupa beribadah pada-Nya," ucap Senja memberi nasehat pada mereka.


"Baik Senja, kita akan mengingat nasehatmu, dan saya calon suami Jeni, mendoakan semoga kamu di pertemukan kembali dengan lelaki yang lebih baik," ucap Tara sambil tersenyum.


"Aamiin," ucap Senja.


Lambaian tangan mu pertanda pertemuan mereka selesai.


Senja pun kembali ke kantornya, akan tetapi saat dia menuju ke kantornya. Ada seorang anak kecil yang seperti mencari sesuatu. Senja pun mendekatinya.


"Adik kecil, kamu kenapa?" ucap Senja dengan suara lembut dan duduk dihadapan anak kecil tersebut.


Anak kecil tersebut pun memeluk erat Senja. Senja bingung harus berbuat apa? dia pun mengajak anak kecil tersebut duduk di sebuah kursi tunggu.


"Aku nunggu mama kakak, akan tetapi mama bilang jika bertemu orang yang mengendong ku, maka berikan tulisan padanya," ucap anak kecil tersebut.


"Baik kakak baca dulu yaa," ucap Senja membaca surat tersebut.


..."Siapapun anda, tolong jaga kan anakku, dia anak yang cerdas, suamiku terpaksa meninggalkan kami karena anak saya dan saya terancam akan di bunuh jika keluarga nya tahu, maka tolong jaga pesan ini yaa, terima kasih semoga Allah memberkahi hidup anda," ucap mama dari anak tersebut....


Senja pun memeluk anak tersebut dan berkata ;


"Adik kecil, bisa cerita Kakak mama mu seperti apa?" ucap Senja pada anak tersebut.


"Mama bilang, keluarga papa tidak menyukai kami, makanya mama kabur dari rumah itu sampai ke sini," ucap anak kecil tersebut.


"Baiklah, ikut sama Tante yaa, kita cari mama, okey," ucap Senja membujuk.


Senja pun segera ke ruangan cctv bersama anak tersebut. Si anak langsung menunjukkan bahwa itu mama nya. Senja pun meminta keamanan mencari tahu tentang wanita si anak tersebut.


Namun, semua sia-sia si anak malah berkata ;


"Kak Senja, lebih baik aku di asuh di panti asuhan saja atau berikan pada dinas sosial saja, karena mama tidak mungkin kembali lagi, mama bilang dia tidak bisa bertahan dengan dunia yang kejam ini," ucap anak tersebut.


Senja pun memeluk anak tersebut, tiba-tiba dari tim keamanan mengatakan bahwa ibunya sudah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan yang tidak jauh dari kantor ini. Senja pun bertanya pada si anak tersebut.

__ADS_1


"Kamu mau menemui mama untuk terakhir kalinya," ucap Senja bertanya.


"Mau kak, tapi takut nanti aku di ambil oleh keluarga ayah lagi, kasian juga dengan ayah, dia selalu di ancam oleh keluarganya," ucap si anak.


"Baiklah, nanti Tante mencari tahu caranya yaa, karena kita harus menemui mama mu," ucap Senja.


Senja pun menghubungi Pak Leri meminta bantuan untuk bisa jenazah tersebut. Pak Leri pun meminta bantuan dari beberapa relasi mereka, terang saja semua ikut membantu karena Senja banyak kenalan kalangan para pemerintah.


Beberapa saat kemudian, mobil datang menjemput Senja dan anak tersebut.


Sesampainya di rumah sakit, mereka bisa masuk tanpa kesulitan apapun, si anak hanya memiliki waktu sebentar bertemu dengan orangtuanya, karena Senja sudah menyuruh orang untuk menguburkan jenazah ibunya Saga.


"Kakak, kita pulang aja yaa, aku mau bicara sama kakak," ucap Saga memegang pakaian Senja.


"Baik Kita pulang ya," ucap Senja.


Senja pun pergi meninggalkan jenazah tersebut. Mereka pun tiba di parkiran dan masuk ke dalam mobil.


"Nona kita harus kemana sekarang?" ucap Pak Leri.


"Hari ini, apakah aku memiliki agenda lain?" ucap Senja bertanya.


"Oh iya terus tas saya dan pakaian saya dimana Pak Leri," ucap Senja.


"Pakaian anak ini, sudah saya letakkan di bagasi belakang, dan ini tas anda nona," ucap Pak Leri memberi kan tas Senja.


"Oke kalau gitu, kita pulang dulu," ucap Senja.


"Baik nona," ucap Pak Leri.


Sepanjang perjalanan Saga banyak diam, mungkin dia diam atau menunggu Senja selesai bicara. Sesaat Senja ingin menyandarkan bahunya, Saga ingin bicara.


"Bicaralah, Pak Leri bisa di percaya kok," ucap Senja mengatakan.


"Kak Senja, bolehkah Saga bicara," ucap Saga bertanya.


"Boleh sayang, katakan kamu mau bicara apa?" ucap Senja bertanya.


"Kak Senja, kata mama tidak ada gratis di dunia ini, karena Kak Senja sudah menolongku, maka bisakah aku bekerja di rumah Kak Senja, jadi apapun Saga pasti bisa melakukan, selama Saga tidak diletakkan di panti asuhan ataupun dinas sosial," ucap Saga menjelaskan.

__ADS_1


"Ehm nggak ada pekerjaan di rumah kakak, semuanya sudah di urus, kamu nggak boleh kerja, tapi kakak minta permohonan, bisakah Saga mendengar Kak Senja berbicara," ucap Senja bertanya.


"Boleh Kak Senja, mau minta permohonan, selagi bukan uang Saga bisa lakukan apa saja?" ucap Saga menjawab dengan polos.


"Umur Saga sekarang berapa?" ucap Senja bertanya.


"Data kelahiran ku, sudah ada dalam tas yang dibuat kak, tapi aku ingat mama pernah bilang, kalau aku tinggal di Indonesia bulan Juli aku sudah bisa masuk SD kelas 1," ucap Saga menjawab.


"Ohw sekarang masih bulan Januari, kira-kira Saga mau nggak masuk TK B," ucap Senja bertanya.


"Mau Kak Senja sekolah, tapi tidak ada orang jahat kan," ucap Saga bertanya.


Senja pun memeluk Saga, dia sangat sedih mendengar Saga takut dengan orang jahat.


"Dengerin Kak Senja ya, jika ada yang jahil sama kamu, harus bilang dengan kak Senja, dan yang hanya mengantarmu Kak Senja atau Pak Leri," ucap Senja menjelaskan.


"Ehm baik kak, selain itu nggak boleh yaa kak," ucap Saga bertanya.


"Kalau bukan Kak Senja atau Pak Leri, nanti kak video call siapa yang jemput kamu," ucap Senja menjawab dengan tersenyum.


"Terima kasih Kak Senja sudah baik sama aku, jika suatu saat nanti, aku bertemu dengan oom, nanti aku kasih tahu semua kebaikan kakak, semoga Tuhan mengabulkan doa ku bertemu dengan oom," ucap Saga berkata.


"Baiklah, semoga nanti oom kamu bisa menemukan mu dengan cepat," ucap Senja menjawab dengan tersenyum.


"Kira-kira sampai rumah kakak lama nggak, Saga ingin istirahat," ucap Saga bertanya.


"Boleh sayang, tidurlah," ucap Senja menjawab.


Senja pun mendapat telpon dari pelayan yang berada di rumahnya.


"Iya Bik Rina, apakah semuanya sudah dibereskan serta makanan yang disiapkan?" ucap Senja bertanya.


"Semuanya sudah semua nona," ucap Bik Rina.


"Baik, terima kasih Bik Rina, ohya jika selesai semua, bibik makan duluan yaa, kami terkena macet, ingat bibik makan lah lebih dulu okey," ucap Senja mempertegas.


"Baik nona," ucap Bik Rina.


Panggilan pun terputus. Senja pun beristirahat sejenak.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2