
Senja pun kembali ke kamar tempat dia di rawat, besok dia harus keluar dari Rumah Sakit jadi dia harus menjaga kesehatannya. Namun hati dan jiwanya sudah terluka. Senja pun menelpon Pak Leri.
"Pak Leri, tolong ambilkan semua barang saya di rumah Andara koper berwarna pink, saya sudah membereskan nya tidak ada pun tersisa dan tolong bawa ke rumah kembali dan letakkan di kamarku" ucap Senja menahan tangis.
"Nona Senja, apakah kopernya diletakkan di rumah sakit saja?" ucap Pak Leri.
"Heheh, ya ampun Pak Leri benar juga" ucap Senja.
"Ohya Pak Leri, bisakah meminta Dino dan Dina menemani ku malam ini, sedangkan Pak Leri kembali lah ke rumah temani istri mu" ucap Senja.
" Siap Nona akan saya laksanakan" ucap Pak Leri
Senja pun masih meratapi nasibnya sendiri, sehingga dia mempunyai rencana minta ditemani dengan Dino dan Dina untuk berjalan jalan malam dengan saudara kembar itu. Senja pun ke kamar mandi dan mencuci mukanya agar mata yang sembab tidak terlihat orang lain. Senja pun membaca buku yang dibacanya, hingga dia menyemangati dirinya sendiri.
[aku bisa melewati ini semua, aku yakin aku bisa, masih ada orang yang harus aku jaga dan aku rawat yaitu perusahaan papa dan mama, yang mama semua karyawan bergantung pada perusahaan ini] gumam Senja menyemangati dirinya sendiri.
Senja pun kembali fokus membaca buku yang ada di tangannya. Luka yang dia alami sekarang sungguh mendalam, sehingga hanya berusaha tegar dan kuat.
Di tempat lain...
Pak Leri pun menghubungi Dina anaknya...
"Yaa Hallo Ayah ada apa?" ucap Dina sambil nyantai duduk.
"Dina dan Dion nanti sore ke rumah sakit yaa temani Kak Senja, nanti ayah jemput kalian yaa, terus suruh Ibu buatkan makanan buat Senja, uang sudah Ayah ttansfer untuk beli bahannya" ucap Pak Leri.
"Siap Ayah, laksanakan" ucap Dina langsung teriak manggil Ibu dan Kak Dino.
"KKa Dino dan ibu, Dina mau bicara" ucap Dina teriak.
"Ya ampun Dina, kamu thu wanita sayang, nggak perlu teriak besar gitu" ucap Ibunya mengelus anak gadisnya.
"Hehe... maaf Ibu dan Kak Dino" ucap Dina.
"Tadi ayah nelpon, kita sore ini ke rumah sakit nemani Kak Senja yang di suruh ke sana Kak Dino dan Dina, terus kata Ayah meminta Ibu untuk buatkan makanan dan Uang nya sudah di transfer, kita berangkat yook Bu sekarang" ucap Dina.
__ADS_1
"Ohw baiklah Ibu mau siap-siap dulu kalau gitu" ucap Ibu kembali ke kamar ada yang mau di ambil.
"Terus tugas Kak Dino apa saat kalian ke Pasar" ucap Dino.
"Tugas Kak, yaa tunggu saja nanti bantuin nya pas Ibu sama aku selesai dari pasar okey" ucap Dina.
"Ayoo Dina, berangkat sekarang, Dino jaga rumah yaa, Ibu minta tolong buatkan air panas karena tadi habis, Ibu lupa tadi masaknya" ucap Ibu.
"Siap Ibu ku tersayang" ucap Dino.
Ibu dan Dina pun pergi dari rumah tersebut untuk membeli bahan-bahan yang akan di masakan untuk Nona Senja.
Sesampainya di pasar dan uang sudah di tangan, Ibu pun membeli beberapa bahan, termasuk ayam, ikan serta hal lainnya untuk makanan Senja yang sangat mereka saayangi.
Setelah selesai selama 1 jam mereka pun kembali dan memasak untuk Senja. Senja begitu beruntung memiliki keluarga Pak Leri yang sangat menyayangi Senja seperti anaknya sendiri. Senja sendiri pun tidak pernah pilih kasih waktu mereka tidak memiliki apa-apa. Jadi, bagi mereka Senja adalah malaikat yang selalu membantu mereka dalam keadaan susah, Senja lah juga yang membantu pembayaran lahiran sekembar hingga membeli rumah buat mereka sekeluarga, karena Pak Leri sekeluarga terusir dari rumah lamanya.
Pak Leri pun sudah kembali ke Rumahnya, selain mengantar koper Senja. Dia mengajak Dina dan Dino menemani Senja di Rumah Sakit.
"Assalamualaikum.." ucap Pak Leri mengetok pintu rumahnya.
"Semuanya sudah siapkan, Dino kemana Bu?" ucap Pak Leri.
"Lagi bersiap Ayah, kita juga sudah membawa pakaian ganti kan besok hari Sabtu libur sekolah" ucap Dina.
"Ayoo berangkat, semua nya sudah cukup pakaian ganti, makananan untuk Kak Senja, hayoo Ayah kita berangkat" ucap Dino.
"Kaliam berdua yang berangkat, tapi sudah ada supir bayaran yang akan menggantikan ayah, karena kalian berdua mau di ajak oleh nona Senja, sedangkan ayah menjaga Ibubmu di rumah" ucap Pak Leri.
"Argh, masa' sih Ayah, kita di ajak jalan-jalan, Kak Senja kan sedang sedih" ucap Dino.
"Ayah berharap kalian bisa menghiburnya yaa" ucap Pak Leri.
Kedua anaknya pun berangkat, tidak lupa menyalim tangan kedua orangtuanya. Meskipun keduanya sama-sama memiliki sifat jahil, tapi kepada orang tua begitu patuh.
Setengah jam pun berlalu, Dino dan Dina sampai di Rumah Sakit.
__ADS_1
"Assalamualaikum Ka Senja" ucap Dina langsung memeluk Senja.
"Idiiih elo pamer sama gue bisa pelukan sama Kak Senja argh miris banget jadi cowok paling ganteng di antara kalian" ucap Dino langsung meletakkan koper pink milik Senja.
"Idih, lupakan saja Kak Senja, Omelan Thu cowok belagu, ini makanan dari Ibu untuk Kak Senja, ayoo kak kita bantu duduk di sana" ucap Dina memegang tangan Kak Swnja.
Mereka bertiga pun makan dengan canda tawa, Senja pun ikut tertawa dengan kedua bocil itu, Bagaimana tidak dia menginginkan seseorang yang bisa membuatnya tertawa?.
"Malam ini, kita berjalan-jalan yaa, Kakak akan ngajak kalian ke Perusahaan Kakak" ucap Senja.
"Argh, serius berarti ketemu om ganteng dong"ucap Dina mulai membayangkan bertemu dengan oppa Lee Min Ho.
"Hey, mikir apa loe khayal mulu' bertemu artis Korea, mimpi tahu" ucap Dino menyenggol kening Dina dengan satu jarinya.
"Iih nyebelin" ucap Dina kesal.
"Terima kasih yaa Dina dan Dino mau menemani Kak Senja, besok kalian libur sekolah kan" ucap Senja.
'Iyaa kak, kita libur kita sudah Bawak pakaian ganti agar nemani Kak Senja" ucap Dino.
"Oke kalau gitu, kakak mau mandi dulu Dina dan Dino tunggu di sini dulu yaa" ucap Senja.
Senja pun masuk ke kamar mandi, dan Berpakaian untuk ke Perusahaan nya karena dia ingin duduk di atas gedungnya. Sudah lama tidak dilakukannya, dan itu sangat dirindukan.
Beberapa menit pun berlalu Senja keluar dari kamar mandi, Dino dan Dina masih merapikan keperluan mereka.
"Bagaimana kalian sudah siap di kembar" ucap Senja dengan tersenyum.
Senja sudah pamitan dengan dokter yang memeriksanya, dan Senja tidak boleh terlalu malam pulangnya. Senja pun mematuhi aturan tersebut.
Senja, Dino dan Dina menikmati kebersamaan itu seolah-olah mereka bertiga saudara kandung. Dari kejauahan terlihat Andara melihat Senja dari kejauahan.
[Senja, aku tahu saat ini kamu sudah sedih dengan luka mendalam, maafin aku yang tidak bisa mempertahankan mu, semoga kau tetap membenci ku karena itulah hukuman yang pantas aku dapat kan] gumam Andara dalam hati.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1