Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 106- Pertemuan


__ADS_3

Senja sibuk dengan rutinitas nya yang masih di Indonesia untuk membicarakan tender yang di raihnya. Bahkan para klien merasa Senja memiliki bakat di bidang ini sehingga banyak para klien puas dengan kinerjanya.


Selain itu, Senja juga di kenal baik kepada semua karyawan dari kalangan OB hingga karyawan yang berada di berbagai sektor bidang di perusahaan.


Karena itu, tidak ada sedikitpun menggosipkan Senja di kala dia terpuruk dengan kasus perceraiannya dan jatuh sakit akibat hal itu.


Selama di Indonesia Senja di sibukkan dengan urusan perusahaan sehingga baginya, bisa melupakan masalah nya sesaat. Dia pun sering berkumpul dengan para sahabatnya, si kembar anak Pak Leri, serta Jeni dan Tara.


Mereka selalu suka menemani Senja kemanapun dia berada, sehingga Senja tidak merasa sendirian selama di Indonesia. Senja bahagia bersama mereka. Si kembar selalu ada membuat bahan tertawa ketika berkumpul. Bahkan, Tara yang biasanya tidak suka dengan kebisingan sudah bisa menerima keberadaan si kembar.


Tara pun memandang pacarnya Jeni, wanita yang terlihat sombong dan angkuh tapi sangat peduli dengan temannya, bahkan terkadang dirinya memiliki rasa cemburu terhadap Senja.


Namun, Tara sadar diri bahwa dirinya datang setelah Senja sudah hadir lebih dulu darinya. Kebersamaan itu tak bisa di lupakan begitu saja oleh Tara. Baginya, Senja sosok wanita yang luar biasa. Andara dan keluarga nya melepaskan emas yang begitu berharga di masa depan.


...🌼🌼🌼🌼🌼...


Andara dan Lia pun pergi berduaan ke mall. Lia terus berusaha bermanja dengan Andara, akan tetapi Andara tidak bergeming sama sekali. Lia pun kesal dan berhenti di tengah jalan mereka.


"Lah, Lia kemana? nanti mama marah kalau dia hilang," ucap Andara mencari sosok Lia.


Andara pun mencari Lia kemanapun, Lia pun pergi begitu saja dari tempat itu, walau dia cukup lama di kota itu, tapi Lia belum banyak mengenal tempat itu. Hingga dia bingung harus pulang bagaimana.


Jeni yang usai berbelanja dengan Tara melihat sosok yang dikenalnya.


"Sayang, aku seperti nya mengenal wanita itu deh, hayoo kita samperin," ucap Jeni menghampiri.


"Hay Kak, apakah sedang bingung?" ucap Jeni bertanya.


"Ehm iya, tapi aku tidak mengenal kalian berdua," ucap Lia.


"Saya mengenal tunangan kakak kok," ucap Jeni menjawab.


Jeni pun mengajak Lia ke dalam mobilnya. Tara pun yang mengemudi mobil tersebut karena Jeni ingin berbicara dengan Lia.

__ADS_1


"Lia kan namanya, perkenalkan saya Jeni," ucap Jeni memperkenalkan diri.


"Saya Lia," ucap Lia menjawab.


"Kok kamu malah mengendap-ngendap ke parkiran," ucap Jeni bertanya.


"Antarkan aku ke apartemen ku, aku ingin pulang ke negaraku" ucap Lia.


"Tapi bukankah kamu tunangannya Andara, dan apakah kamu bersama dengan Andara dan menghindarinya?" ucap Jeni bertanya dengan banyak.


"Aku memang mencintai Andara, akan tetapi hingga sekarang hatinya untuk Senja, aku tidak sanggup seminggu bersamanya, jadi biarlah kami berpisah sementara, lagian juga sudah lama saya meninggalkan kampus, hanya untuk merebut suami orang," ucap Lia menyesal.


"Kalau kamu memang menyesal, sebelum kami berangkat, kita temui dulu Senja bagaimana?" ucap Jeni bertanya.


"Iya aku mau melakukannya," ucap Lia dengan mata berbinar.


Jeni pun meminta Tara menemui Senja ke kantornya.


"Sayang kita ke cafe yang di atas kantornya Senja saja yaa," ucap Jeni mengatakan pada Tara.


Andara sibuk mencari keberadaan Lia, Lia tidak mengetahui rute kembali rumah, jika mama nya tahu dia pasti akan dimarahi. Namun, ada sebuah pesan masuk dari ponsel Andara.


✉️" Andara, aku bertemu dengan teman baru seperti nya mereka mengenalmu, setelah ini aku akan kembali ke negaraku, kita fokus dengan study kita saja, jadi mari kita pikirkan hubungan kita kembali ke depannya setelah masing-masing kita menerima kondisi ini," ucap Lia dalam pesan tersebut.


Andara hanya terduduk saja dan terdiam dengan perkataan Lia. Benar adanya, bahwa Andara harus fokus ke studynya. Walau dia tidak bersama dengan Senja lagi setidaknya harapan ke depan masih ada, Senja pun pernah bilang pada dirinya bahwa harus kembali semangat meskipun tidak lagi bersama.


Andara pun menghela nafas sementara, Andara tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Dia bahkan tidak menduga hal ini terjadi pada dirinya. Namun, dia harus kuat menjalani ini semua.


Andara pun menuju ke parkiran ke rumahnya. Beberapa menit kemudian dia pun sampai di rumahnya dan segera menuju ke kamarnya. Andara mengunci kamarnya karena dia ingin menyendiri dan tenang sebelum dia akan kembali ke perkuliahannya.


***


Jeni, Tara dan Lia sudah sampai di cafe tempat kantornya Senja. Mereka pun memesan minuman mereka. Sesaat kemudian Senja datang pakaian cantik seperti biasanya, walau dulu Senja cuek tentang penampilan.

__ADS_1


"Siang Lia, perkenalkan saya Senja, ada yang bisa saya bantu," ucap Senja dengan ramah.


"Ehm Jeni, bisakah saya berbicara dengan Senja berdua," ucap Lia bertanya pada Jeni.


"Oke, saya dengan Tara akan duduk disana," ucap Jeni mengandeng Tara.


Keduanya pun tampak berbicara serius. Jeni sedari tadi tidak banyak bicara dengan Tara, Jeni pun mulai menggoda Tara.


"Sayang, maaf yaa beberapa hari ini kita jarang ngedate," ucap Jeni pada Tara.


Tara pun melepas ponselnya dan menatap Jeni.


"Iya nggak apa-apa sayang, yang penting aku tahu kegiatan mu," ucap Tara menjawab.


"Menurut mu kalau kita menikah muda, apakah kamu siap menjadi suami? dan siap dengan segala macam bentuk ujiannya," ucap Jeni bertanya.


"Itu semua kan tergantung kita yang menghadapi nya Jeni, kalau kita pasangan saling menerima kekurangan dan hanya fokus pada kelebihan saja maka jarang terjadi cekcok, lagian juga pernikahan muda lebih baik kan daripada pacaran lama," ucap Tara mengatakan.


"Kalau kamu sudah siap jadi suamiku, apa pendapat orangtuamu?" ucap Jeni bertanya.


"Jeni sayang, papa dan mama ku justru menyuruh aku segera menikah, karena mereka tidak mau kita melakukan hal-hal yang memalukan keluarga, lagian juga Jeni saya normal sebagai lelaki menginginkan lebih, makanya aku ingin memilikimu seutuhnya," ucap Tara jujur.


"Kalau begitu nanti aku meminta izin nanya sama papa dan mama, tapi sayang," ucap Jeni mulai terbata-bata.


"Kenapa wajah kamu berubah ekspresi kayak nangis? cerita kenapa? dikampus ada yang membully mu, siapa nanti aku hajar orang itu?" ucap Tara mendekat kepada Jeni dan menenangkan Jeni dengan mengusap punggungnya.


"Papa dan mama besok dalam tahap perceraian, setiap malam mereka bertanya aku ikut dengan siapa? aku berlari ke kamar ketika mereka bertanya tentang itu semua," ucap Jeni menangis.


"Baik sayang, besok aku temani kamu ke sidang perceraian orangtuamu dan malam ini aku akan bicara dengan orangtuaku agar kita segera menikah," ucap Tara berbicara serius.


Tara dan Jeni pun berpelukan. Jeni lega sudah meluapkan perasaan nya. Tara salut dengan Jeni, dia memiliki masalah yang besar. Tapi masih menghibur Senja yang tengah dalam badai. Padahal Jeni sendiripun tengah berada di badai tersebut.


"Jeni, aku berjanji akan berusaha membahagiakan mu," gumam Tara dalam hati.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2