Dermaga Senja

Dermaga Senja
Duka


__ADS_3

Lia pun mengubah penampilannya, selain menjadi sosok yang berbeda dia ingin mendapatkan Andara dengan cara elegan. Jika menghadapi istrinya yang sabar maka hanya menjadi pelakor yang elegan yang bisa meluluhkan hatinya. Lia pun merubah semua penampilannya dari gaya rambut, hingga penampilan yang membuat dirinya berdecag kagum akan kecantikan Lia yang selama ini sengaja dibuatnya menjadi wanita yang kalem.


Setelah beberapa jam kemudian..


Lia pun keluar dari salon tersebut menuju ke mall, membeli sesuatu yang membuatnya terlihat elegan. Lia benar-benar total mengubah dirinya, dia tidak memikirkan menjadi pihak ketiga di pernikahan Andara dan senja. yang dia inginkan hanya memiliki Andara seutuhnya.


Sesampainya di kampus...


"wah Nona Lia memang cantik luar biasa, badan tinggi langsing sungguh membuat pesona makin cantik luar dalam" ucap pemuda dikampusnya..


Lia pun berjalan seperti biasanya, tanpa berbicara sedikitpun bahkan dia mengetahui kalau Andara tidak masuk kali ini karena urusan bersama istrinya. Lia tidak memperdulikan hal itu, lagian masih ada hari lain yang bisa di rebutnya dari Andara nantinya.


****


Andara dan Senja sudah dua hari izin dari pihak kampus, keduanya bermalam di hotel melakukan hubungan suami istri selain menumbuhkan perasaan satu sama lain, menyalin kepercayaan satu sama lain sangatlah penting.


"*istriku pelayananmu sangatlah puasa, aku sungguh menikmatinya" ucap Andara dengan senyuman menggoda.


"hehe... kamu juga sayang, begitu bisa mengambil alih dan tarik ulur sehingga kita sama-sama menyukai kenikmatan dunia ini" ucap senja*.


Keduanya pun beristirahat, dan bersiap untuk kembali ke apartemen mereka untuk menyelesaikan tugas kampus yang sudah menumpuk selama 2 hari.


Keduanya pun sibuk dengan urusannya masing-masing meskipun mereka berada di apartemen yang sama karena dia hari mereka mengambil cuti untuk ikatan hubungan mereka seharian pun keduanya bergelut dengan tugas perkuliahan hingga tidak saling ganggu satu sama lain.


Dering ponsel Andara pun berbunyi...


"Yaa Rio ada apa kamu menelpon aku?" ucap Andara.


"kamu ke alamat ini deh, pertanyaan dosen itu sulit kan kerjakan di sini bersama dengan ku" ucap Rio.


"bAiklah, aku akan segera kesana" ucap Andara memutuskan panggilan tersebut.


"istriku aku janjian dengan Rio dulu karena ada pertanyaan yang sulit ku jawab" ucap Andara sambil mencium kening istri dan pergi begitu saja.


Andara tidak mengetahui bahwa Lia berada dengan mereka, meskipun Lia tidak ikut nimbrung barengan bersama mereka. Lia sudah membuat rencana untuk dekat dengan Andara, sehingga hubungannya dengan semakin dekat.


Andara pun bergegas kesana, karena terkadang Rio menyelesaikan pertanyaan kadang sulit untuk dijawabnya.


Beberapa menit kemudian....

__ADS_1


"Hai Rio..." ucap Andara melambaikan tangannya.


Rio melambaikan tangannya ke arah Andara. Kedua pun mengerjakan tugas mereka dengan selesai dalam waktu satu jam. Rio pun mentraktir Andara untuk makan dan minum namun Andara tidak memiliki keinginan karena dia ingin segera pulang. Andara pun memboyong Rio memanggil taxi begitu pun dia masuk ke mobil taxi tersebut, meskipun Andara tahu niat terselubung Lia yang sudah dilihatnya dari tadi maka nya dia bertindak membawa Rio secepat itu.


"argh... lagi-lagi tidak berhasil ide kali ini" ucap Lia kesal.


Dia pun pergi meninggalkan tempat itu dan bergumam dalam hatinya " Sekarang kamu lolos Andara, tapi tidak ada lain kali, saatnya nanti kamu hanya jadi pasangan lain". Senyuman jahat pun mewarnai wajah Lia, Lia belum pernah bertindak sejauh ini dengan seoranh lelaki. Biasanya laki-laki yang mengejar nya, namun beda hal nya ketika pria itu adalah Andara begitu berbeda dan sangat beda Lia memperlakukan Andara bagai barang antik yang hanya boleh dirinya yang boleh menyentuh nya.


***


Setiap malam Andara dan Senja selalu melakukan hubungan suami istri rutin mereka melakukan itu selain mereka menginginkan seorang anak namun juga untuk merekat hubungan mereka berdua sehingga dengan jalan itu satu sama lain terhubung.


Hingga dering ponsel Andara berbunyi di tengah malam...


"*Apaa Ma...?" ucap Andara terkejut, Andara akan segera memesan tiket secepatnya untuk ke Indonesia.


Andara pun berbicara dengan istrinya bahwa mama nya mendpat musibah atas meninggalnya adiknya yang masih berusia 1 tahun. Andara pun memesan tiket dan mereka bersiap untuk melakukan perjalanan ke Indonesia.


Beberapa jam kemudian...


Mereka sudah memasuki pesawat dan fokus atas penerbangan mereka. Senja selalu mendampingi suaminya, meskipun senja harus mendelay rapat besar di perusahaan yang di undur lusa.


Andara langsung memeluk mama nya, Sedangkan Senja pun demikian namun entah mengapa mama Andara enggan mendapatkan pelukan dari senja. Senja pun hanya berpikir positif saja atas kejadian itu, senja berpikir mungkin mama Andara terpukul hingga tidak menyadari kehadirannya.


Pemakaman pun berjalan dengan khidmat, Senja membantu sebisanya saja. Dia pun menggantikan mama Andara untuk menerima dan mengantar tamu yang akan pulang. Di saat semuanya pulang dan persiapan untuk malam pertama untuk yasinan di keluarga itu, senja lebih memilih menjadi penerima tamu yang datang.


Namun, ada yang terdengar sakit di telinga senja. Para Ibu-ibu yang mengatakan dirinya mandul dan tidak sehat karena setahun menikah belum memiliki anak. Senja kala itu menahan rasa sakitnya sehingga dia pun tidak tahan dan meminta izin ke kamar mandi. Senja menahan air mata nya agar tidak tumpah dengan deras. Dia tekan rasa sakit itu hingga air matanya tidak ada yang jatuh. Senja pun kembali berbicara dengan lugas kepada para pelayat hari itu.


Selama beberapa hari Andara dan senja memberikan dorongan semangat kepada mamanya andara begitu pun dengan papanya. Namun, malam itu dimana hari puncak kesedihan senja.


"senja dan Andara mama mau bicara dengan kalian, mama berharap kalian mengabulkan permintaan mama" ucap mama Andara yang kala itu papa Andara memilih istirahat karena badannya kurang sehat.


"baik ma.. kita akan mendengarkannya" ucap senja dan Andara bersamaan.


"mama ingin Andara menikah lagi, maaf senja bukan mama tidak menyanyangimu, mama sudah sangat tua sehingga mam ingin meminang cucu yang bisa mama ajak bicara dan bermain, sejak kepergian Anak mama, mama sudah memikirkan ini semua, dan mam berharap kalian menyetujuinya" ucap Mama Andara.


"tiiidak biisa ma... aku sangat mencintai senja, tidak satu pun wanita lain yang boleh menggantikan nya" ucap Andara murka dengan pernyataan mama nya.


Senja hanya diam kala itu, dia bingung harus bicara apa? diam lebih baik saat ini daripada pembelaan diri.

__ADS_1


"kami keterlaluan Andara, ingaat syurga kamu itu ada di telapak kaki mama, jika kamu tidak mau menurutinya berarti kamu durhaka dengan mama, dan mama tidak meridhoi kalian berdua saat ini" ucap Mama Andara marah.


"maa... cukup.. jangan bawa tentang durhaka disini, aku bahagia dengan senja meskipun sekarang kami belum memiliki anak, jangan usik rumah tangga ku ma, please dengan sangat" ucap Andara memohon dengan mama nya.


plaaak.... tamparan pun mendarat di pipi Andara...


"maaf Andara, mama berharap kalian berdua memikirkan itu entah kamu poligami atau kalian bercerai, mama hanya ingin cucu " ucap Mama Andara pergi dari ruangan tersebut.


Senja pun mengajak Andara ke kamar, untuk mengobati Luka bekas tamparan mama nya. Setelah sampai di kamar, Andara menangis dipelukkan istrinya dan berkata ;


"*Sayang, aku nggak mau berpisah dengan mu, please jangan membenci aku atau mama" ucap Andara menangis dipelukkan istrinya.


"iyaa sudah... nggak apa-apa.. jangan menangis lagi, jangan bentak mama kamu yaa, benar kata mama syurga itu di bawa kaki ibu, jadi pikirkan saja omongan mama, nanti kita cari solusi terbaik yaa" ucap senja menenangkan suaminya.


"terima kasih ya sayang, maaf aku belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu" ucap Andara.


"iyaa... kita berikan terbaik buat mama kamu yaa" ucap senja*.


Andara tidak menjawab apapun atas pernyataan Senja. Dia bingung bagaimana kondisi hati istrinya, ketika dia bertanya pun istrinya tidak menjawab malah lebih menenangkan dirinya.


Di malam itu setelah para tamu selesai menghadiri yasinan, mama andara mencoba berbicara dengan senja ;


"Senja... kamu paham kan maksud mama apa?" jawab mama Andara.


"iyaa ma.. senja paham, semoga Allah memberikan jawaban terbaik dari semua ini yaa ma.." ucap senja.


"yaa sudah... mama ke kamar dulu kalau begitu" ucap Mama Andara.


Setelah kejadian itu Senja lebih banyak diam sudah hampir 3 hari dia berada di rumah Andara, dia tahan air mata dari hatinya. Hingga suatu hari...


"*Permisi ... apakah ini kediaman Andara?" ucap seorang wanita...


"apaaaa dia datang kesini?" ucap Andara mendengus kesal*.


Hari itu langit seperti gelap bagi dunia senja. Senja terdiam menyaksi seorang wanita yang tidak dikehendaki kehadirannya.


🍁💐💐💐💐


Siapakah wanita itu???

__ADS_1


__ADS_2