
Senja pun menyibukkan dirinya ke aktivitas perkuliahan nya. Bahkan banyak buku yang dibacanya hingga dia sibuk dengan penjadwalan presentasi perkuliahan dan perusahaan sehingga Senja harus pintar-pintar dalam menjaga kesehatan dan pikirannya. Maka nya kiriman dari Lia itu belum di gubris nya sama sekali karena Senja percaya dengan Andara.
Namun, Senja tidak mengetahui bahwa Lia benar-benar ingin memiliki Andara seutuhnya. jika Senja tidak memperdulikan pernikahannya bisa saja akan cerai di usia muda.
Kembali ponsel Senja mendapatkan notif pesan dari Lia, Senja enggan melihat video tersebut tapi tetap saja di download nya. Lagi-lagi Senja menetaskan air mata ketika tanpa sengaja dilihatnya video di perpustakaan itu. Air mata mengalir deras di mata yang indah, namun terus dihapus Senja agar tidak diketahui oleh siapapun. Senja pun ke toilet untuk membersihkan mukanya dari air mata yang menetes di hatinya.
Senja pun melangkah kakinya di gontai tampak lesu dan tak semangat. Dering ponsel Senja pun berdering...
"*Sayang, aku telat pulang yaa karena ada tugas sekarang di apartemennya Rio" ucap Andara sambil mengirim foto dirinya dan Rio.
"oke sayang" ucap Senja*.
Setelah dirasa kondisi tubuh Senja kurang sehat dia pun kembali ke apartemen nya. Benar saja belum sampai di apartemen Senja pingsan dan yang melihatnya saat itu Sky sahabat masa kecilnya. Sky pun meminta orang lain untuk memasukan Senja ke mobil untuk di bawa ke Rumah Sakit, Sky pun mengatakan bahwa dirinya sahabat Senja.
Sky pun membawa Senja ke Rumah Sakit kalau di rumahnya bisa-bisa Senja marah dan mengamuk. Sky pun meminta dokter untuk segera memeriksanya. Setelah Senja memasuki ruangan tersebut, tas senja di pegang oleh Sky dering ponselnya terus berbunyi.
Sky pun menemui dokter tersebut dan mengatakan jika Senja anemia (penyakit yang kekurangan darah merah), karena stok darah di Rumah Sakit cukup sehingga tidak perlu lagi sampai mencari keluar.
Sky pun menemui Senja yang terbaring sakit dengan memakai infus tiada suara mulut bawelnya.
"sebenarnya apa yang sudah terjadi denganmu Senja, sudah 2 kali aku menemukanmu pingsan seperti ini dan itu dengan penyakit yang sama" gumam Sky mendengus kesal.
Sky menjaga Senja dengan sangat baik, dia sudah menghubungi mama nya untuk pulang terlambat karena ada temannya yang masuk rumah sakit, sengaja Sky tidak mengatakan yang sakit itu Senja karena dia tidak mau mama nya menaruh harapan pada senja yang sudah menikah.
"*Andara, gue mau nanya sama elo" ucap Rio di sela keduanya mengerjakan tugas mereka.
"mau nanya apa sih?" ucap Andara masih berkutat dengan menulisnya.
"sepertinya Lia menyukai elo deh, gue cuma pesan saja hati-hati dekat dia, Lia itu wanita yang memiliki obsesi sesuatu yang diinginkan harus menjadi miliknya, nah gue berharap elo tidak bermain perasaan ketika terkadang kita berkelompok dengannya" ucap Rio bicara tegas kepada Andara*.
__ADS_1
Andara mulai memikirkan perkataan Rio, memang benar beberapa hari ini Lia cukup intens dengannya. Terkadang dia seperti tarik ulur mendekati, benar aku harus menjauh dari Lia begitulah pikiran Andara.
Setelah tugasnya selesai, Andara pun berpamitan pulang dengan Rio. Saat Rio keluar dan mencari taxi hujan deras membasahi pakaiannya.
'argh gimana bisa pulang dengan keadaan begini, apartemennya Rio lumayan kalau berjalan" gumam Andara dalam hati.
Andara pun lebih memilih menunggu hujan reda, kebetulan tempat dia bertemu di depan mini market. Andara pun masuk membeli air minum dan makanan pengisi perut yang pengen makan. Saat asyik makan, Lia menghampirinya
"*Hai Andara... wah kok kamu bisa berada di lingkungan ini' ucap Lia.
'Lia, kamu nggak salah dengan penampilan minim kamu seperti ini" ucap Andara mendengus kesal dengan pakaian mini Lia.
Lia pun mendekatkan tubuhnya ke Andara "kenapa kamu suka atau nggak suka aku berpenampilan begini, lagian apartemen di samping 2 ruko dari sini kok" ucap Lia sambil pergi meninggalkan Andara.
"huu cewek aneh..." ucap Andara
"aaarghhh..."
"aiish suara Lia..."
Andara pun menghampiri Lia dan menghajar kedua pemuda yang mengganggu Lia, Lia ketakutan gemetaran dia tidak menyangka akan diganggu*.
"Ayooo Lia aku antar kamu ke apartemen kamu" ucap Andara sambil membopong satu tangan Lia.
Sesampainya di apartemen, Andara merebahkan tubuh Lia. Lia terkesiap langsung memeluk Andara yang tengah berdiri.
"Aduuh, kenapa juga meluk aku sih" ucap Andara dalam lirihnya.
"Andara temani aku malam ini saja, sampai hilang mimpi buruk itu dihadapanku" ucap Lia dalam suara paraunya.
__ADS_1
"Tapi Lia,.. baiklah tapi aku tidur diluar ya"
Belum selesai Andara beranjak dari kasur tersebut tubuhnya sudah di tarika di atas kasur, Lia sungguh erat memegang Andara. Andara pun terpaksa tidur di atas ranjang tersebut. Lia memeluk erat Andara tanpa ingin ditinggalkan sedikitpun olehnya. Keduanya pun tertidur dalam lelap.
Karena kebiasaan buruk Lia ketika mimpi buruk melepas semua pakaiannya, dan untungnya Andara terbangun dan memakai kembali pakaian tersebut, karena takut fitnah Andara pun memilih tidur di luar kamar.
Pagi hari nya...
Senja terbangun dari pingsan, saat dilihatnya sesosok laki-laki di depannya namun pudar dan lama-lama sosok itu terlihat oleh Senja dengan mengucek matanya...
"Sky, aku sekarang dimana?" ucap senja.
Sky bahagia bukan main, dia pun menekan bel untuk memanggil dokter. Dalam hitungan menit dokter pun memerikasa keadaan Senja.
"semuanya normal, sore ini sudah boleh pulang" ucap dokter tersebut.
Mendengar hal itu, Senja jadi bahagia namun ada sesuatu yang sakit di dalam hatinya. Suaminya tidak datang mengunjungi nya, apakah dia menginap di rumahnya Rio.
"Berpikir baik saja, mungkin dia tidak tahu" ucap Senja dalam hati.
Lia bangun dari tidurnya, dia keluar kamar dan terkejut melihat Andara, dia pun memutar otak apa yang terjadi semalam. Lia tersenyum melihat kepedulian Andara terhadap dirinya. Lia pun menyiapkan breakfast mereka berdua.
"Uuh sudah pagi..." ucap Andara langsung bangun dari tidurnya dan mencari kamar mandi untuk cuci muka.
Setelah selesai Andara berpamitan dengan Lia yang sedang menyajikan sarapan pagi mereka. Lia pun menarik lengan Andara untuk namun karena ada air di sekitaran dapur membuat Lia hampir terjatuh dan Andara menarik tangan Lia, karena terlalu kuat bibir keduanya kembali bertemu untuk ketiga kalinya.
Kedua pun terdiam dalam pelukan tersebut dan segera bangun dari lantai tersebut, Lia pun membersihkan air yang menjadikan mereka berdua terjatuh.
'*Baik Lia, aku akan makan sarapan yang kamu buat, terima kasih ya" ucap Andara sambil memakannya.
__ADS_1
Begitu pun dengan Lia, Lia merasa bahagia pertama kali makan berdua di apartemen dengannya orang yang dicintainya.
🍁💐💐💐🍁*