
Pandangan keduanya pun beradu dalam hitungan detik, dan kembali beranjak ketika dosen memberikan tugas di kelas tersebut...
Andara pun mengerjakan tugasnya dengan baik dan tidak menghiraukan Lia. Namun, Lia tipekal wanita yang tegu pendirian ketika dia menginginkan sesuatu maka dia harus memiliki nya.
Zea Kamelia akrab di panggil "Lia" wanita yang berperawakan tinggi semampai 165 cm bertubuh seksi dengan rambut panjang terurai meskipun Lia anak seorang direktur di perusahaan besar di kota itu tidak membuat nya sombong bergelimang harta namun Lia berbeda dengan wanita pada umumnya dia tidak suka berfoya-foya dan suka belajar serta tidak sombong karena hal itu lah banyak yang menyukainya.
"aku harus buat strategi mendekati Andara, siapa suruh dia berbeda dengan lelaki pada umumnya, aku jadi ingin memiliki nya meskipun dia sudah memiliki istri"
Zea Kamelia wanita itu sudah menargetkan Andara buat menjadi miliknya. Bahkan Lia menyuruh anak buah papa nya mencari tahu semua tentang Andara.
Lia pun pergi meninggalkan Andara, sengaja dia tarik ulur mendekati Andara agar merasa bahwa dirinya tidak mengekang kebebasan andara.
"Bisa gawat kalau Lia terus menempel pada ku, Bisa berantem lagi dengan Senja. Mana jatah harian selalu tidak diberi oleh Senja, imajinasi ku terhadap wanita lain makin tinggi ,kalau tidak cinta dengan Senja bagaimana mungkin bisa bertahan dalam hubungan tanpa fisik... yaa ampun kenapa jadi pikiran ku ke Lia, wanita itu sudah mengusik pikiranku".
Senja di kampusnya....
"Elo tahu nggak Zea Kamelia begitu beruntung laki-laki yang dekat dengannya, jadi penasaran siapa lelaki itu" ucap wanita yang jadi biang gosip dikampunya.
Senja tidak mengikuti perkembangan apapun, bahkan dia tidak pernah memperdulikan apapun.. Dia hanya fokus dengan study nya kesibukan yang menyita waktunya terkadang membuat nya kurang berhubungan dengan Suami nya.
Dering ponsel Senja pun berbunyi...
"*Oke Pak Leri, kirim saja file nya di Gmail nanti saya pelajari setelah itu kita akan adakan rapat online"
"baik nona Senja"
percakapan itu pun terputus*...
Senja pun segera menyelesaikan pekerjaannya, karena dia harus membaca file nya di apartemen saja.
Sesampainya di apartemen dering ponsel Senja kembali berdering...
"*Sayang, malam ini tidak bisa pulang ke apartemen yaa ada tugas kelompok di rumah nya Rio, saya sudah foto dengan teman-teman, love you sayang" ucap Andara dalam pesan tersebut.
"oke sayang, jaga kesehatan saja yaa" ucap senja membalas pesan tersebut.
__ADS_1
Senja pun melakukan aktivitasnya memasak, membersihkan rumah dan mandi. Setelah semuanya selesai dia pun membaca file yang dikirim oleh Pak Leri.
Saat fokusnya pada file tersebut, tiba-tiba pesan masuk di ponselnya. Namun, tidak di hiraukannya sama sekali, karena Senja benar-benar fokus pada file tersebut. Setelah selesai mempelajari Senja menelpon Pak Leri untuk rapat se jam lagi. Senja pun menyiapkan leptop dan memasang alat lainnya.
**Rapat online pun di mulai...
Setelah semua nya menyelesaikan persentase...
Senja kembali rebahan dengan tenang saat dia bersantai ria, dia melihat ponselnya. Betapa terkejut Senja melihat pesan yang dilihatnya. Senja pun langsung menghubungi suaminya..
Dering ponsel Andara pun berdering...
"*Yaa sayang, aku lagi on the way pulang sekarang lagi di jalan" ucap Andara membereskan barang-barang nya.
Lia masih saja tidak ingin melepas tangan Andara, andara terus saja melawan karena genggaman Lia begitu kuat. Saat menerima telpon pun senja seperti mendengar suara lain..
"oke baiklah, saya tunggu di rumah tapi sebentar suara siapa di samping kamu" ucap senja mendelik.
Andara pun langsung berpindah posisi duduk, dan terlihat bahwa Andara sendirian, sedangkan Lia menyembunyikan dirinya agar tidak ketahuan oleh Senja.
"oke sayang, sampai jumpa lagi" ucap Andara menutup panggilan tersebut.
"argh cewek bre***** kenapa juga posisi jadi begini sih"
Sensor
*Andara pun pergi meninggalkan Lia sendiri,
"tunggu saja Andara, kamu akan jadi milikku seutuhnya, salahkan dirimu terlalu baik terhadapku" ucap Lia dengan pandangan sinis.
Andara pun pergi begitu saja meninggalkan Lia yang sedang kesal.
"iih dasar Lia... kayaknya gue harus menjauh darinya deh, kalau ketahuan Senja pasti dia merajuk kembali sulit membujuk jika sudah ngambek" gumam Andara menggerutu sendiri.
Sesampainya di apartemen pukul 22.00 malam...
__ADS_1
Senja tengah tertidur di depan leptop di ruang tamu, di tangan terdepat kiriman foto dirinya mesra dengan Lia. Betapa terkejut Andara melihat hal itu.
'Bagaimana bisa Senja mendapat foto itu?? siapa yang mengirimnya apakah Lia? atau aargh... aku harus jelaskan kepada Senja jika dia sudah bangun" ucap Andara mengeracau sendiri.
Andara pun mengendong tubuh mungil Senja masuk ke kamar tidur. Setelah itu dia membereskan barang-barang kepemilikan Senja di atas meja tersebut. dan meletakkan nya di atas meja kamar mereka. Andara pun membersihkan diri setelah itu dia pun tidur.
Pagi hari....
Senja sudah menyiapkan sarapan pagi buat mereka, dia pun membangunkan Andara.
"*Sayang bangun, sarapan sudah aku siapkan" ucap senja sambil mencium pipi suaminya yang sudah tidak lama diciumnya.
Andara pun membalas ciuman tersebut bahkan menarik tubuh Senja ke dalam pelukannya.
"Andara sayang hayoo bangun, kita harus kuliah nanti kita bisa lanjutkan jika memiliki waktu senggang" ucap Senja melepaskan diri dari pelukan Andara.
Andara pun bangun dari tidurnya dan berkata "benaran sayang, kamu mau melakukannya, aku tidak salah dengarkan" ucap Andara berbicara serius.
"iya sayang serius, hayo bangun aku mau berangkat duluan yaa karena ada kuis pagi ni" ucap senja mencium bibir suaminya.
Andara tersenyum dengan tingkah istrinya. Betapa romantisnya istriku ucap Andara dalam hati*.
Senja pun pergi dari apartemennya dan memesan taxi, di dalam taxi Senja menangis sejadi-jadinya. Namun, dia benar tidak mengetahui bahwa yang menjadi supir taxi itu adalah Sky, sengaja dia menjadi supir taxi ingin mengetahui lebih banyak tentang Senja.
"Maaf Nona, kita harus kemana tujuannya dari tadi pas Nona memasuki taxi saya menangis dengan sangat keras. Saya ke pantai X saja Pak, please jangan bertanya lagi" ucap Senja merunduk sambil menangis.
Sesampai nya di pantai X...
Senja lupa membayar tagihan tersebut, saat dia berbalik sudah ada Sky di belakangnya.
"Kok bisa Sky, kemana sopir taxi tadi kok kamu yang memakai topi itu bukankah....".
Sky meletakkan Tangannya di bibir Senja dan berkata "*Teriaklah sekuat-kuatnya aku akan menjaga mu disini" ucap Sky mempersilahkan Senja berteriak.
Senja pun berteriak dengan sekuat-kuatnya, hingga tangisan tersebut terhenti sendiri dan menjadi sebuah senyumana yang indah*.
__ADS_1
Sky yang melihat pola perubahan sikap Senja menjadi makin tertarik, namun dia mengerti bahwa Senja bukan miliknya saat ini dia hanya ingin menjaga masa lalu yang belum kelar..
🍁💐💐💐🍁