
Semua teman-teman pun terkejut dengan cerita Andara. Mereka pun menguatkan andara untuk menghilangkan traumanya. Begitupun denga kedua orangtuanya. Andara pun berterima kasih kepada teman-temannya atas kebersamaannya, dia sudah meminta izin kepada kepala sekolah atas rekomendasi dari psikolog sehingg yang tahu selain teman-teman dekat andara, orang tua dan kepala sekolah yang tahu.
Andara pun pagi-pagi sudah beberes ingin pergi ke Malaysia, temannya disana sudah dihubungi dan keluara Dion wellcome dengan Andara. Andara pun berpamitan dengan teman-teman dan orangtuanya. Dia hanya bisa melempar senyuman terakhir dengan Senja. Betapa tidak dia harus jauh dari wanita yang palinh dicintainya meskipun andara belum menyatakan perasaannya.
Andara pun pergi dengan hati yang tenang dan yakin dengan niatnya untuk mengobati masa traumanya. Dan Psikolog dari Indonesia sudah menghubungi temannya yang di Malaysia untuk membantu penyembuhan Andara selama disana.
Pesawat pun terbang dengan ketinggiannya, teman-teman dan orangtua andara meninggalkan bandara.
Setibanya di Malaysia Andara di sambut oleh keluarga Dion. Bahkan Dion sendiri sudah melupakan kejadian kelam kala itu. Namun, berbeda dengan dirinya yang masih saja menyalahkan dirinya.
Andara pun di ajak berkeliling oleh keluarga Dion. Orangtua Dion begitu wellcome dengan Andara seperti di anggap anak sendiri. Namun, Andara selalu saja meminta maaf atas kejadian masa silam dulu.
Setelah berkeliling Andara pun tiba di rumah keluarha Dion. Dion memiliki 2 adik laki-laki jadi dirumahnya terasa ramai kehadiran banyak nya keluarga. Andara pun diajak menuju tempat istirahat.
"Andara, tante tinggal dulu. Dion belum pulang dari sekolahnya. Kamu istirahatlah dulu ya" ucap Tante Mona.
"Baik tante, terima kasih atas kebaikannya" ucap Andara.
__ADS_1
Andara pun beristirahat sejenak, namun tiba-tiba ponsel berbunyi. Teman-temannya melalui video call dengan Andara. Teman-temannya satu persatu menyemangati Andara begitupun dengan Senja. Mereka berharap Andara bisa sembuh dari traumanya. Andara bahagia melihat wajah sahabat-sahabatnya meskipun Elka rival nya dalam memperebutkan Senja.
"Elka, loe jagaan Senja awas saja kalau dia kenapa-kenapa?" ucap Andara.
"Hahah... itu sudah tugas gue, kita kan rival nggak masalh lah" ucap Elka dengan tawa nya.
Teman-temannya pun mengikuti tawa nya Elka mereka pun tertawa bersamaan membuat Andara ingin sekali berada di dekat mereka.
"Teman-teman sudah dulu ya, gue mau istirahat dulu nie" ucap Andara.
Panggilan pun berakhir, gue harus menyelesaikan kesembuhan gue agar bisa mengendarai motor yang sudah lama gue idamkan gumam Andara dalam hati.
Pagi hari pun menyambut dengan rasa bahagianya, sudah seminggu Andara berada di rumah Dion. Sudah seminggu itu pulak dia menyembuhkan rasa trauma dan belajar motor. Dengan kegigihannya Andara sudah mengatasi trauma nya selama dua minggu di Malaysia.
"Dion Thanks ya kamu sudah membantu aku" ucap Andara.
"No problem, aku senang membantu awak. Yang penting awak happy jeh" ucap Dion.
__ADS_1
Dion dan Andara pun berpelukan mereka pum mengendarai motor masing-masing menuju perumahan Dion. Keluarga Dion pun bahagia atas kesembuhannya Andara.
Di kala Andara video call dengan Senja, tiba-tiba mama nya Dion melihat itu.
"Andara bisa kah tante bicara dengan wanita itu" ucap tante mona.
"Hei Senja, apa kabar kamu? sudah lama kita tak bersua, kapan lagi nie mampir ke toko tante Mona di Malaysia" ucap Tante Mona.
"Lain kali ajeh tante, Senja masih sibuk di Indo. Kalau ada jadwal kosong Senja akan ke toko tante di Malay" ucap Senja.
"Oke tante tunggu janji kamu ya Senja, tante pergi dulu yaa ada kerjaan" ucqp tante mona pada Senja.
Andara heran melihat Senja begitu akrab dengan tante mona.
Senja pun menceritakan semua, Andara makin jatuh cinta dengan Senja. Ya Tuhan, wanita idaman banget Senja gumam Andara melamun.
"Hei andara loe napa bengong, udah malam nie gue mau istirahat yaa" ucap Senja.
Bulan dan Bintang pum bersinar bersamaan meskipun terkadang berpisah jauh...
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷