Dermaga Senja

Dermaga Senja
Mengikhlaskan


__ADS_3

Dina dan Senja pun selesai dari mini market, dari tadi dering ponsel datang dari Dino sengaja tidak di angkat oleh Dina. Dino pasti menanyakan mereka ada dimana. Keduanya pun berjalan menuju ruangan tempat Senja beristirahat di Rumah Sakit tersebut.


"Dina, kenapa kamu tidak mengangkat panggilan tersebut?" ucap Senja bertanya.


"Iyaa kak, biarin saja lah itu telpon dari Dino, paling dia nanya kenapa kita belum sampai?" ucap Dino menjelaskan.


"Ogh begitu ceritanya, baiklah kalau begitu bentar lagi kita juga sampai di sana" ucap Senja.


Tok....tok...


Pintu ruangan pasien pun terbuka...


"Kamu darimana sih adikku tersayang" ucap Dino mencubit pipi Dina.


"Iih, sakit tahu nie pipi ku.." ucap Dina memegang pipinya.


"Sudah, kalian jangan berantem lagi sekarang kita istirahat yaa, kalau lapar silahkan makan yang kakak beli itu, kakak mau cuci muka dulu lalu tidur.


Senja pun selesai mencuci mukanya. Dina dan Dino pun beristirahat. Dina tidur di atas kasur,sedangkan Dino tidur di sofa.


Pagi pun tiba....


Senja sudah bersiap membereskan barang-barang mereka. Senja pun membangunkan Dina dan Dino, mereka pun bergiliran buat mandi.


Beberapa jam kemudian, mereka pun makan bersama. Pukul 09.00 pagi pun mereka pulang dari Rumah Sakit.


"Dina dan Dino kalian ikut kakak hari ini yaa, kita seharian jalan menikmati kehidupan ini" ucap Senja semangat dengan Dina dan Dino.


"Emang Kak Senja, kita mau kemana?" ucap Dina bertanya.


"Ehm, lihat saja nanti yaa" ucap Senja.


Mereka bertiga pun memasuki mobil. Dan mulai berpikir bahagia akan melakukan perjalanan menyenangkan.


"Kak Senja, kita mau kemana?" ucap Dino.


"Ehm kita ke pemakaman orang tua kakak dulu ya, temani kak Senja dulu, okey" ucap Senja.

__ADS_1


"Oke Kak Senja, siap laksanakan" ucap Dino semangat.


Beberapa jam kemudian.


Mereka pun sampai di pemakaman tempat orangtua Kak Senja dimakamkan.


"Ma dan Pa, maafi Senja yaa tidak bisa mempertahankan rumah tangga yang masih sangat muda, Senja berharap mama dan papa mau memaafkan kesalahan Senja kali ini, karena Senja tidak mau berbagi cinta dengan siapapun, jadi lebih baik Senja mengikhlaskan nya saja meskipun hati Senja masih ke Andara, Senja berharap mama dan papa selalu memastikan Senja" ucap Senja sambil menangis.


Dina yang berada di sampingnya memeluk Senja dengan sangat erat. Dino pun langsung memberikan tisu ke Kak Senja.


"Saran aku Kak, jika kakak ingin menangis maka lakukan saja lepaskan saja jangan dilepaskan" ucap Dino.


Senja pun melepaskan tangisan di pelukan Dina. Senja benar-benar melepaskan tangisan di kedua kakak beradik itu, malu sudah pasti namun dia harus bercerita dengan siapa lagi jika bukan dengan Keduanya?.


Setelah Senja selesai menangis, Dino pun memberikan air minum untuk mencuci muka Senja. Karena mata nya Senja sudah sembab.


"Kak, apa kita yakin mau berjalan setelah kakak menangis seperti ini?" ucap Dino.


"Hehehe, tenang saja Dino dan Dina kakak bisa mengkondisikannya" ucap Senja.


Mereka pun kembali ke dalam mobil menuju perjalanan selanjutnya..


"Oke Kak siap..." ucap Dina dan Dino.


Dari arah belakang terlihat Andara melihat Senja. Andara menangis kehancuran rumah tangga mereka, malam ini dia akan bertunangan dengan Lia. Karena orang tua Lia baru saja sampai dari Indonesia tadi siang jadi perlu beristirahat.


[Andai aku bisa membuatmu bahagia sampai usia kita menua, maka akan lakukan, tapi ternyata takdir tidak berpihak pada kita, Senja aku masih sangat mencintai mu, kamu adalah cinta pertama ku, ku harap kamu selalu bahagia, entah aku bisa bahagia apa nggak bersama dengan orang lain yang baru aku kenal?] gumam Andara menangis dan dia langsung menghapus air matanya.


Andara pun pergi meninggalkan tempat pemakaman itu setelah dia berpamitan dengan kedua orangtua Senja untuk meminta maaf karena tidak bisa menjaga Senja dengan baik dan tidak bisa mempertahankan pernikahan ini.


Malam hari pun tiba...


Pertunangan pun akan segera dimulai..


Lia tampak bahagia tak tertahankan bahkan dia sangat bahagia tanpa berusaha lebih dalam mendapatkan Andara. Setelah pertunangan usai para tamu pun makan yang sudah di sajikan. Andara hanya tersenyum dan menahan rasa sakit yang sangat mendalam. Hingga Jeni pun datang bersama Tara dengan wajah yang sangat masam.


Jeni dan Tara pun makan bersama, dan Tara pun malah kepo dengan sikap pacarnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa manyum begitu sih?, ada salah apa Andara dengan kamu?" ucap Tara bertanya.


"Ehm, aku kesal saja dengan Andara, bisa-bisanya dia malah menikah lagi dengan namanya Lia itu, terus sekarang dimana Senja" ucap Jeni mendengus kesal.


"Sudah-sudah sayaang kita makan sebentar sudah itu kita pulang oke" ucap Tara membujuk Tara.


[Aduh, kira-kira cewek aku mau dibujuk apa nggak ya?, kalau emosinya lagi tidak stabil pasti ngamuk nie] gumam Tara dalam hati.


"Pokoknya kita pulang saja, aku udah badmood melihat muka Andara" ucap Jeni mendengus kesal dan marah.


Ketika Jeni keluar dari pesta pertunangan itu, dering ponselnya berbunyi.


Panggilan Video...


"Jeni sekarang lagi ditempat Andara ya, apakah benar kalau Andara menikah lagi?" ucap Elka dan Dara penasaran.


"Iyaa, aku nggak tau sih cerita lengkapnya tapi yang aku dengar pasca meninggalnya anak Mama Andara yang berumur 1 tahun, mama Andara memiliki keinginan kalau Senja tidak mampu mempunyai anak dan menginginkan Andara menikah lagi, tapi Senja tidak menyetujui nya dan memilih bercerai" ucap Jeni kesal.


"Ohya Jeni, kamu tahu nggak keberadaan Senja sekarang dia pasti memerlukan teman di dekatnya" ucap Elka penasaran.


"Ehm yang aku tahu sebelum pertunangan itu, Senja masuk rumah sakit beberapa hari dan ditemani anak-anak Pak Leri yang sekretaris nya, dan aku berkeyakinan jika Senja bersama keluarga itu yang bisa kita lakukan sekarang tunggu Senja bercerita dengan kita" ucap Jeni lagi-lagi kesal.


"Iigh, kalau aku disana, sudah ku ajak berkelahi Andara ! " ucap Elka mendengus kesal.


"Sabar sayang, terus gimana Jeni kamu sekarang sepertinya tidak di pesta itu lagi, apakah kamu pulang gitu?" ucap Dara bertanya.


"Iyaa lah pergi ngapain disana, kesal banget... aaarghhh" ucap Jeni mendengus kesal.


"Baiklah kalau begitu Jeni, kita tunggu kabar Senja saja kalau begitu" ucap Dara sambil membujuk suaminya yang marah.


"Dara, suami mu kenapa kok dia kesal banget?" ucap Tara bertanya.


"Suami ku itu Tara dan Jeni, dia itu sudah menganggap Senja sebagai adiknya, bahkan orang tua nya sendiri sudah menganggap Senja sebagai anak, makanya berkali-kali kita video call bersama saat Senja bersama Andara" ucap Dara menjelaskan.


"Oke deh Dara, kita tutup dulu yaa nanti kita sambung lagi" ucap Jeni memutuskan panggilan tersebut.


"Aaaargh" teriak Jeni kesal.

__ADS_1


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2