Dermaga Senja

Dermaga Senja
Tersenyum


__ADS_3

Tara pun menjemput Jeni dan Senja. Senja sudah selesai dengan tangisannya. Mereka berdua pun mengantarkan Senja ke rumahnya.


Senja pun kembali ke kamarnya dan Pak Leri menyapanya.


"Nona Senja, apakah kamu baik-baik saja?" Ucap Pak Leri.


"Saya baik Pak Leri, izin pamit ke kamar ya, Pak Leri juga istirahat lah," ucap Senja lesu.


Senja pun langsung merebahkan tubuh di atas kasur. Senja sudah lega tangisannya bersama Jeni tadi.


Senja pun terlelap dalam tidurnya.


Pagi pun tiba, Senja kembali beraktivitas seperti biasa. Senja dan Pak Leri menuju pun pergi ke perusahaan bersama.


Semua karyawan sangat merindukan Senja. Senja kembali dengan ceria dan memimpin rapat seperti biasanya. Namun, dia berada di Indonesia hanya 3 hari.


Dia izin ke kampus hanya 2 Minggu itu saja tinggal punya waktu beberapa hari.


Senja pun memimpin rapat seperti biasanya.


Sore pun sudah menjelang.


Senja bersiap-siap pulang ke rumah. Namun, betapa terkejut dirinya. Ada Jeni dan Tara yang menjemputnya dengan si kembar juga. Lucunya, mereka menyewa mobil mini bus untuk berjalan bersama.


"Hey, kalian melakukan apa di rumahku?" Ucap Senja takjub dengan kejutan yang mereka beri.


"Yaa suprise dong buat Senja, kita mau ngajak Senja jalan-jalan," ucap Jeni dan dianggukan dengan yang lainnya.


"Baiklah, kalau begitu kalian sarapan dulu di sana, saya angkat panggilan dulu," ucap Senja langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Yaa Hallo," ucap Senja.


"Senja, bagaimana kabar kamu?" Ucap Mama Sky.


"Senja baik kok Tante," ucap Senja.


"Coba Tante mau lihat wajah kamu melalui video call," ucap Mama Sky.


Panggilan Video pun tak dapat di elakkan.


"Masih berbohong dengan Tante," ucap Mama Sky.


"Ehm..," ucap Senja tertunduk.


"Baiklah kalau kamu belum bersiap bicara dengan Tante, maka akan di tunggu hingga kamu mampu menceritakan semuanya, meskipun Tante sudah tahu semua tentang info mu," ucap Mama Sky.

__ADS_1


Senja terkejut karena mama Sky sudah mengetahui semua kondisi Senja.


"Kamu tenang saja Sky tidak mengetahui kondisi mu kalau pun dia tahu pasti saat ini akan berada di Indonesia mendampingi mu," ucap Mama Sky.


" Iya ma, kondisi ku sedang tidak baik, tapi bersyukur nya aku memiliki sahabat dan keluarga Pak Leri yang selalu ada buatku, bahkan mereka selalu menghiburku, dan terima kasih karena mama memberikan ku dorongan semangat juga," ucap Senja tersenyum kecil.


"Kamu cantik Senja, dari kecil hingga sekarang wajah mu tidak pernah berubah, Tante berharap kamu selalu bahagia, semoga Sky tidak mengetahui yaa masalah kamu, kalau tahu dia akan melakukan penerbangan ke Indonesia," ucap Mama Sky.


"Iya ma, makasih yaa ma," ucap Senja tersenyum kecil.


"Yaa sama-sama, Tante tutup dulu yaa karena harus ke rumah sakit dulu," ucap Mama Sky menutup panggilan telpon.


Mama Sky mengingat masa lalu....


Sky dan Senja hanya berteman sebentar saja, namun pertemanan keduany sangatlah dekat bagaikan kakak dan adik.


Bahkan, ketika Senja suka dijahilin orang lain Sky berada di depan membela Senja.


Senja sangat bahagia di bela terus oleh Sky. Sky pun merasa bahagia karena Senja mau menerimanya. Padahal semua orang takut padanya, sebab masih kecil Sky sudah pandai bela diri.


Karena kepribadian Senja yang ramah dan gampang berteman dengan siapa saja yang membuatnya banyak berteman dengan yang lainnya. Bahkan, terkadang Sky harus selalu memantau yang menjadi teman seperti apa orangnya.


Meskipun masih kecil, Sky mampu menjaga Senja layaknya seorang pengawal yang mengawasi ratunya.


Baginya Senja adalah segala-galanya setelah mama nya. Sebab papa nya Sky sudah meninggal karena sakit. Bahkan wasiat papanya yang masih teringat pada dirinya "untuk selalu menjaga mama nya" hal itu tidak pernah dilupakan oleh Sky.


Sky begitu menyayangi Senja layaknya Seorang kakak.


Namun, berbeda dengan sekarang, satu sama lain sudah memiliki kehidupan berbeda. Sky tidak ingin memaksa Senja, jika pun Senja memerlukan nya pasti dia akan meminta bantuan.


Bagi Sky kenyamanan Senja lebih penting dari segalanya.


Ternyata saat mama nya menelpon Sky berada di sana.


"Sky, kamu sudah mendengarkan Senja bicara apa? Jadi mama berharap kamu jangan bertindak apapun sekarang, ingat itu yaa," ucap Mama Sky.


"Baik Ma, Sky tidak akan berbuat apapun, sebelum Senja berkata pada Sky, Sky hanya berkeinginan menenangkan Senja tapi ma, tapi syukurlah dia punya keluarga dan teman-teman dekatnya yang memberikan support pada nya," ucap Sky.


"Yaa sudah sayang, mama pergi dulu yaa ke rumah sakit," ucap mama Sky melangkah pergi meninggalkan anaknya yang masih termenung.


Sky pun terus memikirkan Senja, hingga dering ponselnya pun berbunyi.


Ternyata ponselnya berbunyi dari Kliennya. Sky pun kembali fokus ke perusahaan nya.


***

__ADS_1


Meraka pun berjalan menggunakan mini bus itu yang berada di dalam bus itu ada si kembar Dina dan Dino, Tara, Jeni dan Senja yang mengemudi saat itu Tara. Karena Dino belum cukup umur mengemudi mobil.


Saat tengah asyik, dering ponsel Senja berbunyi. Yang lain pun diam sejenak ketika ponselnya Senja berbunyi.


drrrrtttt.... drrrrtttt...


Senja pun mengangkat nya, dan meminta yang lain untuk diam sejenak.


"Ya Hallo Sky," ucap Senja dengan tersenyum kecil.


"Senja, aku ingin melihatmu bisa kah melalui video call saja," ucap Sky.


"Ehm baiklah, aku ganti ke video call dulu kalau begitu," ucap Senja.


Video call....


"Senja seperti nya kamu sekarang sedang di kendaraan, mau kemana?" Ucap Sky banyak tanya.


Senja pun memperlihatkan teman-temannya, mereka pun menyapa Sky dengan ramah, begitupun Sky menyapanya dengan ramah.


"Nah kamu sudah lihatkan aku dengan teman-temanku mau jalan-jalan Sky," ucap Senja tersenyum.


"Oh beneran yaa, kamu baik-baik saja kan disana," ucap Sky bertanya.


"Iyaa semuanya baik," ucap Senja.


"Baik kalau begitu aku bisa lega Senja, aku tutup dulu ya," ucap Sky langsung mematikan panggilannya.


Panggilan pun terputus.


"Senja, Sky itu siapa? Kalian seperti terlihat akrab," ucap Jeni bertanya dan yang lain seolah-olah menunggu jawaban Senja.


"Ohw dia Sky temanku masih kecil ,saja di Peranci tidak sengaja bertemu Sky dan mamanya, hingga terjadi sebuah pembicaraan, sebab aku lupa- lupa ingat dengan Sky," ucap Senja tersenyum.


"Ohw begitu baiklah, semoga saja Sky adalah jodohmu yang ditetapkan," ucap Jeni kembali ke arah jalan.


"Aamiin," ucap Dina.


"Kok kamu aamiin kan dek," ucap Dino.


"Yaa, aamiin kan dong agar Kak Senja segera bahagia," ucap Dina pembelaan.


Keduanya pun kembali berdebat. Namun, hak itu malah membuat Senja tertawa dan tersenyum melihat tingkah keduanya.


🍁💐💐💐🍁

__ADS_1


__ADS_2