Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 114- Penculikan


__ADS_3

Siska tetap merasa ada yang mengikutinya, dia pun memberi pesan pada Heri. Heri belum membaca nya, pasca Siska meninggalkan nya dengan tiba-tiba Heri pun pergi dengan teman-teman nya ke tempat yang tidak biasa.


"Heri elo nggak lihat isi pesan elo apa? dan lagian tumben banget ngajak kita ke cafe, elo sedang banyak pikiran ya," ucap Delan sahabat dekatnya.


"Sssstt, perhatikan saja orang yang sedang menyanyi di hadapan kita," ucap Heri sambil minum.


Heri pun tidak membaca pesan dari Siska, Siska pun demikian dia pun setelah belajar sibuk karaoke dengan teman-temannya.


Waktu pun segera berlalu, tanpa terasa malam pun tiba, Siska di antar teman nya sampai ke apartemen, akan tetapi Siska lebih memilih berhenti di mini market yang tidak jauh dari apartemen nya.


"Siska, elo yakin mau di sini saja, atau gue antar elo ke apartemen nya, atau gue temani elo saja biar semuanya aman bagaimana?" ucap Rina menawarkan diri.


"Baik, terima kasih Rina sudah mau membantuku," ucap Siska.


"Baiklah kita makan mie gelas saja ya, agar enak nie makan yang hangat-hangat, oh ya pacar elo bakal datang ke sini nggak," ucap Rina bertanya.


"Nggak tahu Rin," ucap Siska.


Rina dan Siska pun menuju mini market dan mobil Rina di parkir tempat biasanya. Siska menundukkan pandangannya karena lelaki yang mengikuti nya masih saja melihat ke arahnya.


Keduanya pun duduk sambil makan mie gelas menikmati dengan rasa takut.


"Siska, lumayan lama juga kita di sini, begini saja, aku ikut menginap di rumah kami gimana?" ucap Rina mengatakan.


"Terima kasih banyak Rina sahabat baik ku," ucap Siska.


Keduanya keluar dari mini market, dan menuju ke rumah dengan masuk ke dalam mobil. Setelah itu mereka pun memarkirkan mobil. Dan lelaki tersebut tepat berada di depan mereka.


"Hay nona cantik, kamu masih ingat nggak sama aku," ucap pria tersebut.


"Aku nggak tahu siapa kamu?" ucap Siska menjawab.


"Maaf yaa ,teman saya tidak mengenal anda, jadi tolong menjauh dari kami," ucap Rina membela temannya.


"Haha, kamu tidak mengenal ku Siska, benarkah demikian, terus kenapa kamu baik banget sama aku, sampai membela aku di kampus," ucap lelaki tersebut.

__ADS_1


"Kalau pun aku pernah berbuat demikian, semata-mata hanya sebagai perikemanusiaan bukan hal lain, dan juga aku sudah punya pacar," ucap Siska gemetar ketakutan.


"Haha, kan hanya pacar saja belum jadi suami kamu, kalau kalian berdua aku culik asyik juga ya, tapi sayang nya aku hanya mengenal Siska," ucap Lelaki tersebut sambil mendekat ke Siska.


Rina pun sempat melawan, namun naas malah dia yang kena sabetan pisau tersebut.


"Aw," teriak Rina.


"Elo temannya kan, jangan mencoba mendekati wanita ini lagi, dan jangan katakan siapapun keberadaan wanita ini, sekarang wanita ini hanyalah milik saya seorang," ucap lelaki tersebut pergi begitu saja.


Setengah jam kemudian, datang mobil Heri melihat sosok seorang wanita.


"Maaf apakah kamu temannya Siska? pacar ku sekarang dimana?" ucap Heri khawatir.


"Dia di bawa ke arah jalan sana," ucap Rina menjelaskan.


"Heri, elo pakai mobil gue saja, nanti gue obatin teman Siska ke mini market terdekat, nanti kita menyusul, polisi akan menyusul ke tempat mu ya," ucap Delan memegang tangan Rina menuju mini market.


"Kamu duduk di sini ya, kita beli kain kasa dulu," ucap Delan berdiri dan tangannya di tarik oleh Rina.


Delan pun mengambil kunci tersebut dan segera mengambil kotak p3k yang dikatakan oleh Rina. Setelah selesai dia pun mengambilnya dan segera membalut Rina di dalam mobil.


Lalu keduanya menuju tempat penyekapan Siska berada.


"Saya saja yang mengemudinya ya, karena saya tahu tempat yang kamu tuju, ohya perkenalkan saya Delan, siapa nama kamu?" ucap Delan sambil menghidupkan mesin mobil Rina.


"Saya Rina," ucap nya.


"Okey Rina, dalam kenal saatnya kita menolong Siska, ohya mau tanya sejak kapan penguntit itu mengintai Siska," ucap Delan bertanya.


"Ehm kayaknya baru 3 Minggu ini aku dengar cerita dari Siska, sepertinya lelaki tersebut punya penyakit jiwa deh, masa' Siska berbuat baik padanya, jadi lelaki tersebut ingin memilikinya," ucap Rina mengatakan.


"Benar yang kamu katakan, takutnya dia psikopat, makanya tadi aku bilang sama Heri untuk berhati-hati ketika nantinya jika dia duluan, karena kalau Heri sedang emosi aku takut malah melukai mereka sendiri," ucap Delan mengatakan.


Delan pun segera dengan kencang menuju persembunyian mereka.

__ADS_1


Di tempat lain.


Lelaki penguntit tersebut dengan Siska sampailah di tempat penyekapan oleh pria tersebut. Lelaki tersebut mengoyak seluruh pakaian Siska, hanya pakaian dalam dan ****** ***** nya yang masih ada. Siska tidak bisa berteriak, karena mulutnya di tutupi oleh kain.


Lelaki tersebut pun menyentuh perlahan tubuh Siska, dan berkata ;


"Wah kamu wanita yang sangat suka merawat tubuh kamu ya, sayang sekali jika tubuh kamu ini tidak pernah di sentuh oleh pacar kamu, kalau aku menyentuh bagian ini, mungkin lah pacar kamu tidak akan menyukai kamu lagi, dan kamu hanya meminta pertanggung jawaban ku, hahah," teriak lelaki tersebut dengan tertawa terbahak-bahak.


"Wanita cantik, kalau pun kamu bersuara pun tidak akan bisa, karena jalan menuju ke sini, sangatlah jauh, jadi nikmati hidupmu bersama ku, aku bersyukur kamu menjadi wanita pertama yang aku jamah begitu pun sebaliknya, kamu yang akan pertama kali membobol keperjakaan ku, hahaha," ucap lelaki tersebut tertawa.


"Jadi, kamu harus patuh yaa sayang, jadilah kekasih ku yang baik dan patuh dengan ku, karena tidak akan yang menolong mu, teman mu tadi terluka dan berdarah, terus pacar kamu sampai sekarang tidak datang menemui, jadi yang hanya mencintai mu seorang hanyalah aku," ucap lelaki tersebut mencium bibir mulus Siska.


Siska hanya menangis dengan perlakuan lelaki tersebut, bagaimana tidak saat ini dia begitu kedinginan dan bahkan dia malu dengan dirinya yang sudah di sentuh oleh pria tersebut.


"Sayang, berhenti menangis nya, aku menatap tubuh mu yang indah dulu ya sayang, please ya sayang, kamu nikmati saja setiap sentuhan yang aku berikan padamu," ucap lelaki tersebut mencium bibir Siska kembali.


Meskipun demikian lelaki tersebut tidak memukul ataupun kasar terhadap Siska, akan tetapi Siska benar-benar tertekan dengan keadaannya sekarang. Hingga dia bergumam pada dirinya.


"Heri, maafkan aku yang tidak bisa menjaga diri, ke depannya aku tidak akan pernah memaksamu untuk menikahi ku," ucap Siska dalam diam dan tangisannya.


Lelaki tersebut masih saja mencium tubuh Siska, Siska hanya meringis melihat tubuhnya di sentuh oleh lelaki psikopat tersebut.


Hingga sebuah mobil menghancurkan tempat tersebut.


Brak......


Brak....


Gedung tersebut menggema akibat benturan keras oleh mobil tersebut.


💜💜💜


Penasaran, kita lanjutkan episode selanjutnya.


like dan comment ya🤭

__ADS_1


__ADS_2