Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 15- H-3 Pensi


__ADS_3

Waktu berlalu sangat cepat, bahkan tanpa terasa Perayaan Tahunan di School Internasional H-3, semua siswa dan para guru sibuk menyiapkan acara tersebut. Tanpa terkecuali bagian yang memerankan Drama Sekolah yang diperankan oleh Elka, Dara, Putra, Jeni, dan Tina.


Gladi H-3 pun berlangsung dengan kegiatan masing-masing begitupun bagian Drama dengan tema Impian. Dalam percakapannya :


Dara sebagai siswa yang culun, cerdas, cuek dan baik. Elka sebagai siswa yang playboy, pintar dan humoris. Putra sebagai siswa yang dekat dengan Elka pribadinya norak dan bacot. Jeni dan Tina teman paling dekat dan membecinya.


Sepanjang Dara mengamati naskah tersebut seolah-oleh menggambarkan keadaanya bukan dirinya. Namun seperti karakter Senja yang mana dikenakan pada dirinya.


"Hei dara, loe nggak pantas bersekolah disini. Udah tampang pas-pasan, sok belagu lagi. Dan satu lagi loe jangan dekati Elka. Karena Elka hanya pantas buat gue (bicara dengan keras) dan mendorong dara hingga tersungkur," ucap Jeni mendorong Dara.


Dara pun menangis padahal itu bukan bagian dari drama, namun teman-temannya malah tidak memperdulikan. Justru Pak Lim sebagai sutradara yang ditunjuk menyatakan perasaan Dara tulus tangisan. Demage pas untuk orang yang dibully.


Padahal Dara menangis mengingat kejadian ketika dia membully Senja. Dara mengingat semua hal tersebut, dia pun menyesali perbuatannya, hingga di dalam hatinya ingin meminta maaf pada Senja.


"Senja jika nanti kita bertemu, aku ingin meminta maaf atas semua yang aku lakukan padamu dahulu, begitupun orang lain yang pernah membully ku," gumam Dara dalam hati.


Kembali ke drama musical.


Dara pun bangkit dari tempatnya. Dia pun terus maju memandang impiannya ke depan. Namun, tidak semua berjalan lancar. Meskipun dara menginginkan bersekolah di Australia dengan beasiswa, banyak persyaratan lainnya yang harus ia penuhi.


"Gue bisa bantu loe, tapi dengan syarat loe harus bantu gue juga," ucap Elka berbicara.


Dara pun memalingkan wajahnya dari sumber suara yang bertanya padanya.


"Emang apa yang harus gue lakukan, agar gue bisa mewujudkan impian gue?" ucap Dara bertanya.


"Loe pura-pura jadi pacar gue, eits bukan apa-apa, gue tidak tahan dengan Jeni yang mau lengket dengan gue. Gue paling nggak suka cewek agresif gitu," ucap Elka dengan mimik kesal.


Elka pikir Dara akan segera mewujudkan impiannya, agar jauh dari gangguan makhluk bernama Jeni.


Namun, jawaban Dara diluar dugaan.


"Tiidaak, gue tidak akan menjual harga diri gue hanya sebuah impian. Memang gue menginginkan impian gue, meskipun waktu menyelasaikan kelas 3 SMA mau selesai. Namun gue yakin ada takdir yang baik buat gue," ucap Dara dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Elka pun terus memberikan kelebihan dia menjadi pacar bohongannya. Namun sedikitpun Dara tidak bergeming dari prinsipnya.


Waktu terus berlalu, Dara masih berkutat dengan mengirimkan review dan mengikuti tes berharap akan lulus. Namun lagi-lagi gagal untuk kedua kalinya. Kelulusan pun berakhir, Dara yang tidak mengharapkan apapun lagi hanya bisa diam dalam kebahagian kelulusan nya pada hari itu.


Dering telpon berbunyi dari kedua orangtua yang sudah pulang lebih dulu dari perayaan kelulusannya sahabat mama. Dara pun bergegas memenuhi keinginan orang tua, ketika sampai dirumah dia terkejut dengan kehadiran Heri.


"Heri, loe kerumah gue ngapain dan ada perlu apa?" ucap dara.


"Ini ada surat, surel nya dari gmail Elka. Elka tidak bisa nemui loe. Karena setelah dia lulus dan kumpul dengan teman-temannya langsung berangkat pergi ke Australia,"ucap Heri dengan penuh keyakinan.


" Gue pun membuka isi surel tersebut. Anda dinyatakan LULUS, silahkan menyelesaikan administrasinya" ucap Dara dengan suara lantang.


Tanpa pikir panjang dengan penuh kegirangan dan tanpa diduga memeluk Heri. Sontak saja Heri refleks.


"Senang-senang saja dunk, tapi jangan peluk gue ya," cetus Heri kesal.


Dara pun terus bertanya.


Heri pun menerangkan kepada Dara apa yang terjadi. Dara pun hanya menangis terharu pada semua takdir padanya.


Drama pun berakhir.


Semua yang menyaksikan gladi drama musical tersebut bertepuk tangan dengan riuhnya, bahkan mereka berapresiasi atas peran yang ditokohkan oleh Dara. Bahkan Pak Lim sudah melihat keunggulan dari Dara Anjana.


"Suatu saat jika Dara Anjana bermain dalam film, saya yakin akan jadi mega bintang," gumam Pak Lim sutradara yang membantu mengatur drama tersebut.


Pak Lim terkagum dengan peran yang dilakukan oleh Dara, hingga dia pun penasaran dan mengajak Dara berbicara.


"Dara, bisa kah kita bicara sejenak," ucap Pak Lim.


"Boleh dong, ada Pak Lim," ucap Dara bertanya.


"Bagaimana kamu bisa memerankan peran tersebut sedangkan itu bukan karakter mu? bahkan saya mendengar kalau kamu itu tipekal egois dan tidak mau di tindas, hal apa yang terjadi pada mu sebenarnya?" ucap Pak Lim.

__ADS_1


"Dulu saya seorang pembully, hanya saja saya takhluk pada seorang wanita yang seumuran dengan saya, akan tetapi dia sudah banyak memikul beban dan amanah yang harusnya dipikul ketika dia dewasa, aku terkagum pada sosok tersebut," ucap Dara menjelaskan.


"Kalau boleh tahu, siapa sosok yang kamu tindas? hingga kamu sendiri yang menyerah dan tidak berlaku begitu lagi," ucap Pak Lim bertanya.


"Dia adalah Senja Prahara direktur termuda perusahaan Persada group, dia wanita yang mengubahku, tanpa nasehat ataupun balasan darinya, dia sungguh wanita yang baik, jadi wajar jika para karyawan sangat menyayangi nya," ucap Dara menjelaskan pada Pak Lim.


"Wait, kamu bilang Senja Prahara, sepertinya saya pernah nama itu," ucap Pak Lim mulai berpikir siapa sosok tersebut.


"Anda pasti mengenalnya jika berada di dunia perusahaan Pak, dia masih muda akan tetapi ilmu tentang bisnis number one, pokoknya dia sangat berbeda dengan remaja kebanyakan, jika Pak Lim ingin menemuinya nanti saya perkenalkan pada Pak Lim," ucap Dara menerangkan.


"Boleh lah nanti saya tunjukkan mana Senja Prahara itu," ucap Dara.


Senja pun lewat di depan mereka, tepat saja Dara meneriakinya


"Senja, kesini dulu dong" ucap Dara memanggil.


Senja pun mulai mendekat dan berkata ;


"Ada apa Dara?" ucap Senja bertanya.


"Kenalkan Senja ini Pak Lim," ucap Dara pada Pak Lim.


"Salam kenal Senja," ucap Pak Lim.


Senja pun berpamitan karena ada urusan mendesak.


Waktu berlalu dengan cepatnya tanpa terasa Pentas Seni Tahunan School Internasional menghitung hari.


#Jika memiliki sebuah impian realisasikan lah, punya impian thu tidak bayaran kok yang hanya perlu kamu lakukan fokus yang kamu kerjakan. Impian yang kamu tuliskan bisa saja terealisasi di waktu yang tepat dengan kondisi yang tepat, Ganbatte# (motivasi buat pembaca).


Saksikan episode selanjunya😊😊😊


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2