Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 26-Proyek bersama (3)


__ADS_3

Beberapa bulan pun telah berlalu. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil dari produk mereka. Begitupun dengan kelompok Senja. Ruangan kelas pun bersorak sorak atas terselesaikannya tugas akhir mereka. Dan guru pun menyampaikan kelompok terbaik. Kelompok terbaik diraih oleh kelompok Senja, suara pun bergema dengan kerasnya masing-masing berpelukan dengan teman-temannya atas nilai yang diraih.


"Teman-teman sukses ya buat kita semua, kita sudah berhasil," ucap Senja tersenyum.


"Kita harus mengadakan pesta nie atas kemenangan yang kita raih," ucap Dara.


"Hayooo, kita mau pesta dimana?" ucap Jeni.


"Gimana, di rumah gue saja?" ucap Elka.


"Waah boleh juga itu, kita kan tidak pernah ke rumah Elka" ucap Heri.


"Hore akhirnya bisa ke rumah Elka," ucap Jenny bersorak riang.


Andara sibuk menatap wajah Senja yang sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang dibicarakan Senja dengan orang yang ditelpon tersebut.


"Guys, sorry yaa kalau kalian malam nie berpesta saya nggak bisa ikut karena sekarang harus ke perusahaan," ucap Senja.


"Loe, kok sibuk terus Senja. Waktu buat kita kapan?" ucap Dara.


"Iyaaa, sibuk terus nie," ucap Jeni.


"Ehm, nanti gue deh lain kali ngajak kalian ke perusahaan tempat gue sebagai gantinya," ucap Senja.


"Boleh nie, kalau bisa kita makan di kantin perusahaan loe aja," ucap Andara mencari perhatian saja.


"Wah, boleh juga itu, kita bisa melihat perusahaan Senja," ucap Dara bersorak.

__ADS_1


"Gue dimana saja lah yang penting bersama kalian," ucap Elka.


Senja melihat pertarungan pembicaraan dari raut wajah mereka langsung menyela omongan keduanya.


"Oke, beri waktu gue beberapa hari untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan maka kita pesta bersama," ucap Senja.


Semua teman-temannya bahagia mendengarnya. Begitupun dengan Elka dan Andara, yang tidak sabar melihat Senja dalam busana sebagai direktur. Membayangkannya saja membuat mereka berdua senyum-senyum sendiri.


Jeni, Senja, Heri dan Dara pun perlahan menjauh dari keduanya. Karena melihat keanehan keduanya. Senja hanya senyum dalam hati atas tingkah keduanya.


 


Waktu seminggu pun selesai, janji yang di buat oleh Senja serta agenda yang dibuat sudah tiba.


Teman-temannya pun datang ke perusahaan dengan busana mereka masih berseragam sekolah, dan mereka di ajak berkeliling oleh karyawan tersebut atas perintah dari Senja. Senja sudah mempersiapkan pesta untuk para teman-temannya di atap atas, tempat ketenangan para karyawan ketika masalah tiba.


Tiba lah mereka di tempat yang sudah di dekorasi yang sangat cantik. Teman-temannya lagi-lagi berdecak kagum dengan pesta yang dibuat oleh Senja.


"Adik-adik semua, Nona Senja akan datang sekitar 15 menit lagi," ucap karyawan tersebut.


Mereka pun menikmati pemandangan dari atap atas tersebut dengan keindahan langit yang biru serta gedung-gedung yang tinggi.


Jeni dan Dara pun tidak lepas dari ponsel nya. Kadang foto berdua, terkadang sendiri dan mengajak teman-teman lainnya.


"Hai teman-teman, maaf yaa gue datang terlambat. Ohya di depan kalian ada menu, silahkan dipilih ya," ucap Senja.


Lagi-lagi Andara dan Elka terposana dengan tampilan Senja. Padahal bagi karyawannya memandang Direktur seperti itu sebuah kesalahan. Namun, Senja tidak menghiraukan keduanya. Heri, Dara dan Jeni sibuk memilih makanan yanh mau dimakan.

__ADS_1


Mereka pun memesan makanan yang disuka.


"Wooooy kalian berdua, kenapa bengong," ucap Heri teriak ke telinga mereka.


Mereka pun berdua itu langsung salah tingkah. Teman-temannya pun tertawa melihat tingkah keduanya. Andara dan Elka pun memilih makanan yang disuka.


Senja bahagia bisa menghilangkan kepenatan atas kehadiran teman-temannya. Mereka bercanda tawa dengan gurauan yang dibuat oleh Heri dan Elka.


"Elka, loe mah bisa mencairkan suasana. Apa loe sudah banyak menggaet wanita nie? ucap Heri.


"Ha...ha...ha... Gue cuma suka satu wanita dari dulu sama sekarang, dia adalah Senja, dan gue di tolak oleh Senja," ucap Elka.


"Serius loe ditolak sama Senja," ucap Jeni.


"Yaa wajar lah Senja nolak loe, loe aja masih minta dengan mami loe segala sesuatu," ucap Heri.


Gelak tawa muncul atas percakapan tersebut. Andara pun ikut tertawa atas tingkah teman-temannya.


Mereka pun harus kembali kerumah masing-masing karena sore telah menjelang.


"Sampai ketemu dilain waktu ya teman-teman, maaf jika penjamuannya tidak membuat kalian nyaman," ucap Senja.


Semua teman-temannya kompak menjawab hari ini istimewa sekali senja ucap semua nya kompak menjawab.


 


Pesta itu melekat di benak masing-masing karen mungkin itu pertama dan terakhir mereka melihat perusahaan Senja. Karena mereka tidak mengetahui bahwa Senja akan pergi dalam waktu beberapa bulan ke depan.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2