
Pagi pun menjelang.
Senja bangun lebih pagi dan membantu mama Sky memasak, walaupun Senja belum terlalu pandai memasak akan tetapi cekatan nya luar biasa.
"Kamu memang gerak cepat ya Senja, tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang," ucap mama Sky.
"Yang berubah itu postur tubuh Tante yang lainnya, masih aman kok," ucap Senja menjawab dengan senyuman.
Mereka pun makan bersama di meja makan, hingga Saga bergumam sendiri.
"Oma, aku suka banget makan dengan semuanya, ada papi Sky dan ada mami Senja, mama ku pasti bahagia di surga sana melihat ku bahagia mendapatkan orang-orang baik di sekitar ku,," ucap Saga menjawab dengan tingkah kekanak-kanakan.
Sky dan Senja pun hanya terdiam dengan ucapan Saga, bahkan Saga sangat menyukai dengan panggilan tersebut.
Saga pun di antarkan oleh mama Sky untuk ke sekolah baru nya, karena Sky sangat senang bisa bersekolah sehingga baginya berkumpul dengan orang-orang yang seumuran dengannya bisa bermain bersama.
"Sky dan Senja, mama antar Saga ke sekolah baru nya, nanti kamu antar Senja ya sayang, Senja jika ada kenapa-kenapa kasih tahu mama saja ya anggap seperti mama sendiri," ucap mama Sky.
"Baik mama Sky, hal itu akan kami lakukan, hati-hati ya mama Sky," ucap Senja sambil memeluk Mama Sky dengan lembut.
Keduanya pun berpelukan sangat erat. Sky dan Senja hanya berduaan saja di rumah tersebut. Keduanya hanya terdiam saja di saat itu dering ponsel Sky pun berbunyi bersamaan hal itu suara ponsel Senja pun bersuara.
"Senja, aku angkat telpon dulu ya, kamu terus kan saja makannya," ucap Sky pergi meninggalkan Senja mengangkat telpon.
Sky pun canda tawa dalam pembicaraan ponsel tersebut.
"Kamu kapan menikahnya Sky, kita selalu menunggu kabar kamu," ucap temannya.
"Haha, sabar-sabar nanti aku ajak ke pernikahan teman kita satu bulan kemudian, nanti aku kenalkan dia," ucap Sky.
"Haha, oke deh kalau bisa dapat calon istri itu yang bisa mendampingi mu kemanapun, dan pasti nya cantik dong," ucap teman Sky sambil tertawa.
"Haha, itu aman pokoknya, aku tutup dulu ya, masih ada urusan nie," ucap Sky mengakhiri panggilan tersebut.
Sky pun menutup panggilan tersebut dan mendekati Senja, yang telah usai bicara.
__ADS_1
"Senja, kamu mau kemana rencananya setelah ini?" ucap Sky bertanya sambil keduanya membereskan meja makan mereka.
"Rencana ku sih, melihat apartemen ku, setelah itu beberes, mau kah kamu membantu ku ke sana dulu Sky," ucap Senja memohon.
"Okey deh, nanti aku temani sekarang beberes lah kalau begitu," ucap Sky menyuruh Senja menyiapkan barangnya.
"Baiklah, akan aku lakukan," ucap Senja tersenyum.
Setelah keduanya selesai membereskan, mereka pun pergi mengendarai mobil menuju kediaman Senja yang baru.
Setengah jam kemudian, sampai lah di tempat yang di tuju.
"ceklek..." bunyi pintu terbuka.
Senja pun membuka pintu tersebut, dan dia tersenyum melihat barang-barang nya tertata rapi, karena barang-barang pentingnya sudah di amankan, dan dia menyewa orang lain untuk membersihkan sampai dia pulang ke sini.
"Wah Senja, bersih dan rapi tempat kamu, nanti dulu kapan kamu ke sini?" ucap Sky bertanya.
"Ehm aku sih nggak ke sini, aku menyuruh seseorang kepercayaan ku, untuk membersihkan apartemen ku dengan Andara, akan tetapi aku malah berpisah dengannya maka dari itu aku meminta nya mencari apartemen lainnya, dan meminta nya membersihkan sekaligus," ucap Senja menjelaskan dan sambil duduk di atas sofa.
"Terus yang kurang apa dari apartemen kamu?" ucap Sky penasaran.
"Hehe, iya lah aku akan menemani mu, kan tadi sudah janji dengan mama," ucap Sky tersenyum dengan sikap Senja yang sudah berubah seperti pertama dia kenal.
"Okey, kalau begitu aku siap-siap dulu," ucap Senja masuk ke kamarnya.
Setelah selesai mereka pun menuju ke mall, Sky menemani Senja untuk membeli keperluan nya, Sky sudah memberi tahu staf nya bahwa dia akan datang siang ke kantor karena ada urusan mendesak, sehingga kepentingan Senja di atas segala nya, karena itu lah pesan dari mama nya.
Sesampainya di mall.
Senja dan Sky saling bercanda satu sama lain, hingga ada seorang anak kecil yang menghampiri mereka.
"Kakak ganteng dan cantik, coba lihat ke sini sambil tersenyum ya, okey tunggu sebentar, ceklek, wah hasilnya bagus," ucap anak kecil tersebut.
"Wah, kalian berdua cocok jadi model kita kak, ayoo ikut ke lapak kita," ucap anak kecil berukuran 10 tahun.
__ADS_1
Senja pun mengikuti saja begitu pun dengan Sky, padahal tujuan keduanya ingin membeli keperluan Senja. Setelah sampai keduanya tercengang dengan hasil kamera dua kakak beradik.
"Kalian berdua siapa? coba kenalkan dengan kita berdua," ucap Sky bertanya karena penasaran.
"Kalau aku Maudy, sedangkan kakak ku Maura, dia pandai sekali mengatur desain foto yang aku desain, akan tetapi Kak Maura tuna rungu, maka dari itu tidak ada yang ingin memperkerjakan kami, kami hanya hidup berdua," ucap Maudy bercerita.
"Usia kakak mu berapa Maudy sudah berumur 17 tahun hanya sampai menyelesaikan SMA, setelah itu kami tidak memiliki biaya, maka nya kami hanya mengandalkan hasil cepretan kami kak," ucap Maudy menjelaskan.
"Maudy kenapa Kak Maura tidak banyak bicara?" ucap Senja bertanya
"Kak Maura takut berbicara dengan seorang lelaki, karena Kak Maura pernah di lecehkan sehingga dia tidak mau berdekatan dan berbicara dengan lelaki manapun," ucap Maudy menjelaskan.
"Ehm, begini saja, bagaimana kalau kalian pindah tempat saja, nanti Kak Senja Carikan rumah permanen buat kalian tinggal dan sekaligus buka toko studio di sana," ucap Senja.
"Terus cara kinerja bagaimana Kak?" ucap Maudy.
"Haha, kamu memang anak luar biasa Maudy sudah mengerti masalah seperti ini, begini saja mana nomor telpon Maura," ucap Senja memberikan kartu namanya.
"Ini kak nomor ponselnya," ucap Maura.
Keduanya pun tukaran nomor ponsel.
"Nanti, kakak menghubungi kalian ya, ini uang untuk makan kalian, anggap saja tadi terima kasih udah di foto nanti hasilnya kakak minta jika kita bertemu lagi, okey Maura," ucap Senja membelai rambut Maudy.
"Okey Kak, baiklah," ucap Maudy.
Senja dan Sky pun kembali ke tempat perbelanjaan, membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk kebutuhan dapur Senja.
"Oh ya Senja, apakah kamu benaran mau membelikan mereka rumah permanen di sini dan menyuruh mereka buka toko sendiri," ucap Sky penasaran dengan pandangan Senja.
"Aku yakin Sky, mereka suatu saat akan jadi orang besar, jika kita dukung mereka dan dengan teknik yang lebih modern, ehm nanti saja kita bicarakan lagi, sekarang keperluan dapur ku, untung aku mencatatnya," ucap Senja sambil melihat draft catatannya.
Keduanya pun masih keliling membeli bahan-bahan dapur Senja.
💜💜💜💜💜
__ADS_1
like dan comment ya..
Penasaran lanjut, bunga dan vote jgn lupa.