Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bahagia


__ADS_3

Elka dan Dara pun tiba di Indonesia...


Mereka pun menaiki mobil yang sudah dipesankan oleh orangtua Elka untuk keduanya. Karena Elka dan Dara rencananya akan langsung menuju tempat fitting pakaian pengantin.


Keduanya pun tiba di tempat fitting pakaian pengantin dan keduanya mencocokan pakaian pengantin yang dikenakan.


"Saaayang, tolong tarik resleting ini, aku nggak sampai nie tangannya" ucap Dara.


Elka pun datang menemui Dara lalu menarik resleting serta mencium bahu calon istrinya.


"iih apaaan sih sayang?" ini di tempat orang lain loe sayang" ucap Dara sambil malu-malu.


"hahah... aku godain kamu aja sayang" ucap Elka.


" iiiih jahil banget yaa sama aku" ucap Dara berusaha memukul tubuh Elka namun Dara hampir terjatuh dan langsung ditarik oleh Elka. Keduanya pun saling pandang satu sama lain, saat mata keduanya bertemu ingin berciuman tapi dering ponsel Dara berbunyi.


Keduanya pun kembali berdiri tegak..


"Ya hallo Ma, gimana?" ucap Dara.


"Kalian sudah fitting pakaian kah?" ucap mama.


"Iya ma, aku sama Elka sudah di tempat fitting pakaian kok" ucap Dara.


"syukurlah kalau begitu, semoga pakaiannya ada yang pas buat kalian berdua dan cocok" ucap mama.


"aamiin... makasih ya ma atas bantuan kalian" ucap Dara.


" itu sudah kewajiban kami sayang" ucap mama.


"Love you mama dan papa" ucap Dara sambil menangis.


Panggilan pun terputus....


Dara pun langsung memeluk Elka. Elka hanya bisa memeluk calon istrinya karena hal yang dibutuhkan Dara sekarang adalah sandaran dan ketenangan.


"saayang, ayo kita keluar ngga enak dilihat orang loe kita lama disini" ucap Elka.


Dara pun menghapus air mata, Elka pun membantu Dara untuk menghapus air matanya. Keduanya pun anggun menampakkan gaun yang sangat cantik. Mereka pun sudah memilih untuk gaun yang akan digunakan di hari pernikahan mereka. Elka dengan Dara pun pulang menuju ke rumah masing-masing.

__ADS_1


 


Siska dan Heri masih di hari asmara yang tiada berkepanjangan. Sejak keduanya memilih tinggal bersama tiada hal yang mereka lakukan ciuman dan pelukan meskipun hanya sesekali saja. Apa lagi Siska ketika tidur pun dia terbiasa memeluk Heri sehingga tidak bisa jauhnya. Heri pun benar-benar memperlakukan Siska layaknya wanita yang sangat di sayangi. Selain hal itu setelah bangun pun Siska ingin dicium oleh Heri. Sebenarnya bagi Heri itu hal yang belum biasa. Namun, sejak keduanya bersama dalam sati ranjang Heri pun terbiasa bahkan menjadi habbit baginya. Meskipun keduanya belum pernah melakukan hubungan suami istri rutinitas mereka hanya sebatas ciuman dan pelukan, meski Heri laki-laki normal.


"saayang, kita kapan pulang ke Indonesia, menghadiri pernikahan Dara dan Elka" ucap Siska dalam pelukan Heri.


"yaa ampun sayang, aku baru ingat kalau mereka akan menikah 6 hari lagi" ucap Heri sambil mencium kening Siska.


"kalau gitu, aku mau video call teman-teman dulu ya sayang" ucap Heri.


"Oke deh, kalau gitu aku mandi dan masak dulu ya sayang" ucap Siska.


Heri pun hanya memberik kode oke kepada Siska karena dia sudah memulai video call dengan sahabat-sahabatnya.


"Yaaa ampun Heri, ngapain loe bangunin kita pagi-pagi ginie" ucap Jeni dan Andara bersamaan.


"Maaf-maaf nah kalian berdua saja dalam pelukan pasangan kalian" ucap Heri sambil melihat Jeni berpelukan dengan seorang laki-laki.


"hihihi... iya nie Senja belum bangun dari tidurnya" ucap Andara.


"hihi... sama pacar gue juga gitu, nanti gue kenalin ke kalian yaa pas nikahannya Dara" ucap Jeni.


"kalau gue dengan Senja sih rencananya lusa berangkat dari sini" ucap Andara menjelaskan juga alasannya kenapa memilih lusa.


"hahaha... kalau gue kan di Indonesia, jadi nunggu kalian ke Indonesia lah bisa bertemu dengan kalian, ohya Heri btw apakah kamu sudah punya pacar baru nie?" ucap Jeni penasaran.


"heheh... menurut gue yaa Jeni dengan sifat Heri kutu buku gitu paling pacarnya sama kayak dia kutu buku juga" ucap andara sambil tertawa.


"iiih diam deh andara gue mau denger dari Heri langsung" ucap Jeni penasaran.


"ehm... kasih tahu ngga ya?" ucap Heri memperlambat cara bicaranya seolah-olah membuay orang penasaran atas pernyataan setelahnya.


"iiih kasih tahu aja kenapa sih?, aku aja udah 6 bulan jadiannya masa' kamu masih betah aja jomblo" ucap Jeni seperti mengejek Heri.


Siska yang mendengar hal itu ingin saja dia nimbrung dan membantu menjawab pertanyaan Jeni. Namun, Heri melarangnya dengan beralasan ingin memberi suprise kepada mereka.


"hihi... rahasia ..." ucap Heri sambil tertawa dengan ekspresi bahagianya.


"iiih nggak adil" ucap Jeni dengan nada manja.

__ADS_1


"hey Jen ngapaian loe sikap manja gitu, cowok loe di samping thu ngga takut dia cemburu apa?" ucap andara.


"huuuus diam deh andara.. cowok gue cinta banget sama gue, mana mungkin dia marah sama gue" ucap Jeni ngedumel.


"oke-oke maaf,...awwww" ucap Andara kesakitan karena dicubit oleh istrinya.


"loe kenapa andara?" ucap Heri.


"iyaa napa loe, jangan-jangan dicubit oleh Senja ya" ucap Jeni sambil ketawa.


"heheh... iyaa gue dicubit istri gue" ucap Andara.


"Hai semuaaaa.... pokoknya nanti sampai ketemu dipernikahannya Dara dan Elka ya, kita tutup dulua karena mau siap-siap pergi" ucap Senja memutus panggilan video.


Begitu pun dengan Jeni menutup panggilan video tersebut.


Siska pun manyun dengan sikap Heri yang tidak ingin memperkenalkan dirinya ke sahabat-sahabatnya.


"sayang jangan marah dong, aku sengaja belum memperkenalkanmu tadi karen ingin memberi tahu mereka pas sudah di Indineska nanti" ucap Heri memeluk dan mencium Siska.


"oke aku maafin tapi janji ya sayang" ucap Siska menarik kelingking Heri dan kelingkingnya untuk mengikat janji. Heri pun hanya menuruti yang dulu pernah dilakukan dengan Jeni kala itu.


 


Elka dan Dara pun hanya beristirahat semalam, lanjut hari berikutnya mereka harus melakukan pre wedding bersama. Pakaian yang diganti berubah-ubah, keduanya tampak bahagia melakukan pemotretan itu sehingga kesedihan yang semalam menimpa Dara sirna begitu saja.


Setelah keduanya selesai pree wedding seharian. Keduanya pun makan bersama, dan tiba-tiba di dalam mobil taxi setelah mereka masuk Dara memeluk erat Elka.


"sayang terima kasih ya hari bahagia ini" ucap Dara sambil mendongak ke wajah calon suaminya Elka..


"heheh... iya sayang sama-sama, aku juga bahagia jika selalu bersamamu" ucap Elka sambil mencium kepala Dara dan memeluk erat Dara.


Keduanya pun berpelukan dengan hangat, tanpa mereka sadari tertidur di dalam mobil taxi tersebut.


🍂🌷🌷🌷🍂


Bagaimana kelanjutannya ya?


Like and comment ya😊

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2