Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 131 - Pulang


__ADS_3

#Biasakan setelah membaca like dan comment ya terima kasih🤭


#next.


Lia dan Andara pisah ranjang di malam itu, bahkan Andara sendiri sudah tidur di awal meskipun dia merasa bersalah atas sikapnya yang memarahi istrinya.


Namun, di hati nya terdalam hanya ada pembelaan buat Senja. Walau Andara sadar bahwa Senja tidak mungkin menjadi miliknya, sebab Andara teringat sebuah pembicaraan mereka kala itu.


FLASHBACK OFF


Senja dan Andara selalu ada bahan untuk di bicarakan sebelum tidur, hingga Senja memiliki topik yang hangat kala itu.


"Sayang, aku mau nanya, apa pendapat mu orang pihak ketiga dalam rumah tangga?" tanya Senja.


"Yaa perusak lah, dan itu tidak baik pastinya," ucap Andara menjawab.


"Ehm iya juga sih, tapi jika kondisinya berbeda bisa jadi pelakor tadi membantu rumah tangga nya sayang," tanya Senja kembali.


"Argh, mana mungkin sayang pelakor bisa membantu rumah tangga tersebut," jawab Andara.


"Bisa sayang, jika istri utama tidak di sayangi oleh keluarga lelaki, dan istrinya sendiri melepaskan suaminya," ucap Senja.


" Kok kamu malah mikir begitu sayang, pokoknya tidak di antara kita pihak ketiga," jawab Andara.


"Jika suatu saat itu terjadi pada rumah tangga kita dengan suatu kondisi, maka aku akan melepaskan mu sayang," ucap Senja dalam pelukan suaminya kala itu.


"Nggak ada kondisi begitu, aku hanya mencintaimu dan akan tetapi mencintaimu tiada yang lain, aku tidak bisa berpaling dari mu lagi," ucap Andara memeluk erat istrinya.


"Jika itu terjadi sayang, aku tidak akan bisa kembali pada mu, apalagi jika itu karena orang tua," ucap Senja.


"Kamu kenapa bahas itu sih sayang?" ucap Andara menyenggol hidung istrinya.


"Hehe, itu tentang teman aku di kampus sayang dan sering nonton film Korea bersama mereka," ucap Senja tersenyum.


Setelah pembicaraan tersebut keduanya lelap dalam tidurnya.


FLASHBACK ON


Setelah Andara mengingat pembicaraan itu, dia pun bisa terlelap dalam tidurnya, sedangkan Lia menghapus air matanya gara-gara sikap Andara.

__ADS_1


"Aku sudah baik dengan kamu Andara dan juga aku sudah sabar dengan kamu Andara, tapi sikap mu masih seperti ini, maka aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku untuk berkali-kali, walau tidak mudah ini harus aku jalani demi anak ku," ucap Lia dalam hati.


"Aku tidak akan membiarkan dia mengingat masa lalu nya, biarkan dia terus menyakiti ku seperti ini, sehingga nanti nya dia sendiri yang lelah dengan sikapnya, Andara aku akan membuat perhitungan dengan mu, aku memang mencintai mu, akan tetapi jika luka yang kamu torehkan, maka cinta yang akan aku tanamkan pada mu," ucap Lia kembali bergumam.


Setelah bergumam banyak karena kelelahan akibat menangis Lia pun terlelap dalam tidurnya.


Di Tempat Berbeda.


Senja meminta Sky berhenti di suatu tempat, Sky pun menghentikan laju mobil tersebut dan mereka berhenti di restoran dekat pantai.


"Sky kita di sini saja ya sambil menikmati panorama pantai di malam hari," ucap Senja turun dari mobil.


"Oke siap Senja," ucap Sky mematikan mesin dan keluar dari mobil.


Keduanya pun menuju restoran tersebut, dan memesan beberapa cemilan dan minuman. Senja mencari tempat duduk yang diinginkannya, dan Sky menunjuk ke arah tempat duduk kepada Pelayan tersebut.


Sky pun menuju Senja, Senja menatap jauh pandangannya, Sky pun menatap Senja untuk sesaat, meskipun Senja menyadarinya dia tidak memperdulikannya karena hati nya sedang remuk saat ini.


Lamunan Senja sungguh jauh, padahal dari tadi Sky memanggil dirinya. Akan tetapi Senja tidak menghiraukan nya, hati nya masih remuk dengan perdebatan tadi siang.


Sky pun menikmati makanan yang ada di depan mereka, Sky pun menelpon Senja agar menyadari bahwa ada dirinya di samping Senja.


📱"Senja kamu dimana sekarang?" tanya Sky.


📱"Aku berada dekat pantai di restorannya, di sini bahagia banget, sejuk banget seandainya bisa berlama-lama di sini, ingin menikmati malam ini di sini," ucap Senja menjawab dengan tatapan kosong.


📱"Sampai jam brerapa kamu di sana?" Sky tanya kembali.


📱"Nggak tahu sampai kapan aku di sana? sangat nyaman di sini, hingga tidak ingin pergi dari sini," ucap Senja menjawab.


📱"Kalau begitu aku temani ya, aku ke sana sekarang oke," ucap Sky berkata.


📱"Eh kenapa mau temani sih, kamu siapa sih?" ucap Senja mulai risih, dia pun langsung mematikan ponselnya.


"Senja," teriak Sky.


Senja pun menoleh dan mengernyitkan dahi nya.


"Kenapa manggil aku sih? aku dengar tahu," ucap Senja cemberut.

__ADS_1


"Coba kamu lihat ponsel kamu, aku tadi nelpon kamu loe," ucap Sky bilang.


Senja pun langsung memeriksa ponselnya, dan dia senyum-senyum memperlihatkan ke Sky, Sky hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kamu senyum begitu?" ucap Sky bertanya.


"Maaf Sky, aku tidak menyadari kalau kamu berada di dekat ku dan kamu juga yang menelpon ku," ucap Senja tersenyum dengan sikap malunya.


"Jadi, sekarang kamu sudah sadar kan, bahwa aku ada di depan mu, dan aku yang menelpon mu," ucap Sky.


"Hehe, iya ya maaf, jangan marah ya Sky, mari kita lanjut makannya," ucap Senja sambil tersenyum.


"Oke baiklah kita makan sekarang, jadi jangan melamun lagi ya Senja," ucap Sky sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


"Oke siap, maaf ya Sky," ucap Senja tersenyum sambil minum.


Sky dan Senja malam itu menikmati makanan hangat di suasana malam yang sejuk. Hati Senja pun sudah kembali tentram dan damai. Senja terus menatap Sky, dia sangat bahagia masih ada yang tulus pada nya.


Meskipun Senja tahu bahwa Sky memiliki perasaan pada nya, namun Senja memilih hati nya yang siap menerima sosok lelaki setelah Andara.


Sebab hingga saat ini perasaan nya untuk Andara belum juga padar. Karena Senja berpikir semua bukan kesalahan Andara, akan tetapi kesempatan mereka yang belum bisa menyatu karena permasalahan itu.


Sehingga Senja hingga saat ini menata hatinya yang masih ada retakan luka di dalam hati nya. Walaupun dia berpikir tidak segampang itu keluar dari luka yang mendalam.


Setelah keduanya makan, Sky pun mengajak Senja untuk pulang. Senja pun mengangguk dan dia pun sudah sangat lelah, dan bahkan ingin tidur.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, Sky yang mengemudi sedangkan Senja duduk di samping nya.


"Sky, aku boleh kan tidur," ucap Senja bertanya.


"Sangat boleh lah, lebih baik kamu tidur daripada melamun," ucap Sky sambil tersenyum.


"Haha, baiklah aku tidur ya, bangunkan jika sudah di rumah," ucap Senja pada Sky langsung menutup matanya.


"Oke siap," ucap Sky sambil menghidupkan mesin mobil.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, karena Sky tidak mau Senja terbangun dari tidurnya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Like dan comment ya😁


__ADS_2