
🍁🍁🍁🍁🍁
Hari Pensi pun dimulai.
Tata ruang yang sangat indah, di tata seperti kita memasuki sebuah taman surga yang begitu Indah.
Sudut-sudutnya di tata dengan bunga yang menjuntai kebawah di samping nya ada semua meja berjejeran sampah daur ulang dari karya Para siswa.
Di Luar tertata makanan-makanan yang dibuat oleh siswa dan dijualan serta membuat produk untuk di pasarkan. Karena dengan menggelar pameran seperti ini, siswa diajarkan menghasilkan uang dari karya mereka sendiri.
Dengan hal itu para siswa menghargai usaha yang dilakukan oleh orang tua mereka. Berbagai macam hal di dalam galeri pameran tersebut bukan dari hal itu saja, setelah perhelatan acara selesai. Mereka pun harus membuat laporan pameran yang ditampilkan tersebut.
"Hai, Senja. Apakah kamu tidak ingin masuk ke ruang pameran?" ucap Andara memanggil Senja.
"Tidak Andara, nanti saja aku masih ingin menjual produk-produku ini, kamu fokuslah di sana, semangat ya," ucap Senja meneriaki Andara.
Andara pun mendekat penasaran yang dijual oleh Senja apa.
"Yang kamu jual apa nie? Pakaian Lama yang tidak dipakai kamu jual kembali, buat apa kan kamu nggak kehabisan uang Senja," ucap Andara sambil melihat pakaian yang dijual oleh Andara.
Senja pun tertawa kecil mendengar pernyataan tersebut.
"He..he..he.. Benar banget Pakaian ini sudah tidak dipakai semua, namun masih layak kok dan juga saya sudah membersihkan semuanya. Dan hasil pembelian pakaian ini nanti akan diberikan ke panti sosial," ucap Senja menjelaskan pada Andara.
Sontak saja hal itu membuat Andara makin jatuh cinta pada Senja.
Suara dering handphone pun berbunyi dari saku Andara.
📞"Andara, loe masuki ruang sekarang ya. Acara mau dimulai nie. Kan loe sebagai penanggu jawab acara Pensi," ucap Heri.
📞"Baik gue akan ke sana, aman pokoknya tunggu ya," ucap Andara dalam panggilan tersebut.
__ADS_1
Panggilan pun terputus.
Andara pun berpamitan dengan Senja, namun sebelum Andara pergi dia memberikan uang Rp. 1.000.000 untuk membeli pakaian tersebut dan langsung membeli dan memberikan isyarat dia akan kembali lagi. Sontak hal itu membuat Senja geleng kepala dan mengemas barang-barang pakaian yang akan diberikan pada Andara.
Setelah memasuki ruangan acara, chatt datang dari Senja.
"Andara, baju umur berapa yang kamu butuhkan. Nanti saya pilihkan, berbagai macam pakaian di tempatku," ucap Senja dalam pesannya.
"Pilihkan pakaian yang anak-anak, remaja, dewasa baik laki-laki ataupun perempuan. Terus bedakan kantong nya dan tulis di kantong tersebut umurnya karena ada tempat yang mau gue bagikan, jadi tolong yaa Senja," ucap Andara dalam pesan tersebut.
"Okey, siap Andara, saya akan mempersiapkan semuanya, terima kasih yaa sudah membantu," ucap Senja menjawab pesan tersebut.
"Terima kasih kembali ya Senja," ucap Andara.
"Terima kasih juga Andara," ucap Senja berulang kali.
Pergelaran Pensi pun selesai dengan kemeriahannya dan sukses tanpa hambatan bahkan Pak Menteri yang diwakilkan takjub dengan pergeralan ini. Menyatakan bahwa acara ini sukses dan mampu membuat jiwa-jiwa siswa membangkitkan perekonomian bangsa. Dengan berbagai konsep acara yang ditampilkan dari pameran dan sains projeck, drama musical serta dekorasi 3D yang ditampilkan sebuah ruangan.
Sontak saja semua berkerumun dan mengucapkan terima kasih satu sama lain. Namun ada sesuatu hal yang ingin dikatakan Andara.
"Senja, kamu masih di galeri pameran kenapa tidak kumpul dengan teman-teman mu di dalam," ucap Bu Lili.
" Sorry Bu Lili, Senja lagi menghitung keuangan hehe (sambil berbisik ketelinga Bu Lili)," ucap Senja sambil tersenyum.
"Kamu ini, selalu saja membuat hal suprise. Menjual pakaian lama yang high heel bahkan mendapatkan no handphone para donatur untuk kegiatan sosial, Senja luar biasa yaa kamu memang pantas direktur sebuah perusahaan," ucap Bu Lili memegang rambut Senja karena bangga atas kebaikannya.
"Yang luar biasa itu Tuhan yang menciptakan alam semesta Bu, Senja hanya menjalani saja. Dan juga harta kita semua titipan, jadi harus digunakan sebaik mungkin dan saling berbagi Bu," ucap Senja bicara lancara tanpa jeda.
Mereka pun terdengar gelak tawa, seolah-olah Senja dan Bu Lili siswa yang paling dekat. Padahal di sekolah Bu Lili dibilang guru killer. Namun, beda dengan Senja. Dia paling suka dengan guru yang bertentangan dengan dirinya. Begitulah Senja kepribadiannya unik dan misterius.
Pensi pun selesai, semuanya bergegas pulang.
__ADS_1
Secara tidak sengaja.
Tiba-tiba.
Elka datang menghampiri Senja. Senja masih sibuk dengan pekerjaan dengan menyusun barang yang telah di pesan oleh seseorang, Elka berbicara tidak dihiraukan sama sekali oleh Senja, hingga dia teriak dan membuat Senja terkejut atas sikapnya.
"Senja, dari tadi aku memanggil kamu, kenapa susah sekali sih manggil kamu?" ucap Elka. mendengus kesal.
"Yang menyuruh mu datang ke STAN buat apa? semua barang yang di jual sudah habis dan ini pesanan semua orang, terus Elka mau datang ke sini urusan apa coba?" ucap Senja bertanya dan menghentikan tugasnya.
Elka hanya terdiam dengan perkataan Senja. Senja pun kembali melakukan aktifitas nya, Elka mau membantu tapi tidak bisa, karena Senja sedang sibuk menghitung uang, jika di ganggu bisa perang dunia.
Senja masih sibuk dengan menghitung uangnya, hingga Elka pun membantu membereskan barang yang mau di packing oleh Senja. Senja melihat itu langsung menegur dan berkata.
"Elka, aku kan sudah bilang tinggalkan aku sendiri, hitungan aku jadi salah lagi ini, uang ini mau di serahkan, kamu pergi dulu ya nanti kita bicara jika kamu ingin," ucap Senja mendorong Elka keluar.
Elka pun pergi, akan tetapi dia masih stay memantau dari jauh. Senja pun kembali berkutat dengan urusannya. Setelah di rasa selesai Senja pun membereskan STAN nya di situlah Elkan mulai mendekati.
"Senja kalau bagian yang beginian gue boleh bantukan," ucap Elka bertanya.
"Boleh dong, lakukan saja tapi hati-hati ya," ucap Senja.
Keduanya pun membereskan barang tersebut, barang yang sudah di beli akan diberikan pada konsumennya di letakkan di mobilnya.
"Senja, sejak kapan kamu bisa mengendarai mobil," ucap Elka heran.
"Heheh, itu Pak Leri yang menyupirkan ku nanti," ucap Senja.
Keduanya pun tertawa dalam gelak tawa.
#Mau Lanjut nggak, hehe#
__ADS_1
"Jangan tunda keinginanmu, jika kamu bisa maka lakukan. Jika tidak bisa penuhi dulu kebutuhanmu, Okey"
🍁🍁🍁🍁🍁