Dermaga Senja

Dermaga Senja
Renggang 4


__ADS_3

Senja pun membangun Sky yang tengah menunggu dirinya...


"Sky bangun...' *ucap Senja membelai rambut Sky.


Sky pun membuka matanya perlahan dan langsung memencet bel agar dokter segera ke ruangan.


.


"Maaf yaa Senja aku telat, nie minum buat kamu" ucap Sky memberikan minum kepadanya*.


Senja pun meminum air tersebut sekali tegukan, dokter pun datang memeriksa.


"*Bagaimana dokter keadaan sahabat saya" ucap Sky.


"Tuan Sky... nona Senja sudah lebih baik, tapi hari istirahat di Rumah Sakit selama 2 hari ke depan karena kami mau memeriksa sampel darah Nona Senja" ucap dokter Tama yang umurnya sudah 45 tahun.


'Baik dok... terima kasih" ucap Sky mengantar dokter tersebut sampai ke depan pintu.


'Senja, makanlah buah yang ada ini.. ohya suami mu sudah ku hubungi kemungkinan dia on the way ke sini, jadi aku izin pamit jika ada apa-apa hubungi saya yaa Senja" ucap Sky.


"Terima kasih Sky atas pertolongan nya...' ucap Senja.


"okey, kamu tenang saja, biaya rumah sakit semuanya sudah di backup oleh saya jadi tak perlu khawatir cukup jaga kesehatan mu saja itu sudah membuatku tenang" ucap Sky pamit pergi*...


Andara pun berlari secepat nya meninggalkan sarapannya yang belum selesai, padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam. Andara mendapat pesan dari ponsel Senja bahwa istrinya masuk Rumah Sakit.


"*Senja maafkan aku suami yang tidak berguna" ucap Andara menyalahkan dirinya sendiri.


"coba saja aku angkat saat dia menelpon tadi sore, hal ini tidak mungkin akan terjadi, aku malah dengan wanita lain" ucap Andara kesal dengan dirinya*.


Setengah jam pun berlalu, Andara menuju ruangan pasien tempat senja di rawat.


Ketika Andara membuka pintu dia pun langsung memeluk Senja dan berkata :


"*maafin aku sayang, seharusnya aku tahu kamu sakit dan..." belum selesai Andara berbicara senja pun memeluk suaminya.


"Andara kita berpisah saja" ucap senja dengan suara lembut masih memeluk suaminya.


"apa yang kamu katakan? aku tidak ingin meninggalkan mu begitu saja, katakan salah ku apa sehingga kamu ingin bercerai denganku" ucap Andara berbicara dengan istrinya, namun senja malah memalingkan muka nya.


"beberapa hari yang lalu seseorang telah mengirim pesan kepada saya dia mengirimkan foto dan video kedekatan mu dengan Lia, awalnya aku hanya mempercayai mu dan tidak bertanya apapun.

__ADS_1


setelah hari-harj berlalu aku mendapatkan kiriman terbaru tentang kedekatan kalian, hati hancur luluh lantak . Aku berangkat pagi-pagi bukannya kuliah pagi, tapi pergi mencari ketenangan untukku menangis, kedua kalinya aku mempercayaimu, hingga aku melihatmu kembali dekat dengan Lia di hadapan ku meskipun aku tahu kamu menghindari tidak mau, tapi aku tahu jauh di lubuk hatimu kalau aku istrimu tidak pernah memberi kepuasan bathin untukmu sekarang pun kita belum memiliki anak, dan yang aku ketahui ternyata aku sedang tidak sehat, maka dari itu ceraikan aku, aku tidak mau menahan rasa sakit ini" ucap Senja sambil menangis...


"Please sayang kamu jangan sedikitpun berpikir begitu, aku hanya untukmu, Lia yang mendekatiku dan itu bukanlah keinginan ku" ucap Andara dengan penuh penyesalan*.


Senja pun memalingkan mukanya dengan Andara.


"*please senja berikan aku kepercayaanmu" ucap Andara memohon.


"bangunlah, baiklah aku memaafkan mu kali ini tapi jaga dirimu baik-baik di luar sana" ucap senja...


Di tempat berbeda...


Suara lengkingan Dara yang melahirkan anak pertama menyeruak seisi ruangan, seperti erangan di gigit sesuatu.


"Aaaaaghhh......"


Terus Nyonya Elka ucap dokter....


"aaaargh....".


Rambut Elka sedari tadi di pegangin oleh istrinya, dia hanya menuruti kemauan istrinya yang aneh. Tangan kanannya memegang tangan istrinya sedang tangan kiri memegang kasur agar dia tidak terjatuh.


Kedua orangtua Elka yang melihat anaknya mendampingingi istrinya tersenyum bahagia.


Elka pun bernafas lega semuanya dalam kondisi sehat*


Namun, tiba-tiba dokter terkejut dengan kondisi Dara pasca melahirkan, Dara jatuh pingsan setelah berhasil mengeluarkan anaknya. Elka pun di suruh menunggu di luar ruangan untuk pemeriksaan istrinya lebih lanjut.


Semua orang yang berada diluar khawatir dengan kondisi Dara begitu pun dengan Elka dan orang tua nya.


"Maa... Dara akan sadar kan Ma, nggak mungkin dia mau ninggalkan aku kan Ma" ucap Elka dengan penekanan suara.


"iyaa sayang kita berdoa saja yaa" ucap Mama Elka menenangkan anaknya.


Dokter pun keluar dari ruangan tersebut.,


"Istri anda hanya kelelahan saja, biarkan saja istri anda beristirahat jika dia bangun panggil saja kami dengan bell yang sudah disediakan" ucap dokter.


"baik dokter terima kasih" ucap Elka bahagia.


Elka pun langsung menemui istrinya yang belum sadarkan diri.

__ADS_1


"*Elka sebaiknya kamu dan papa makanlah lebih dulu, nanti bawakan untuk mana ya biar mama yang jaga cucu mama dan Dara" ucap Mama Elka.


"Baik ma..." ucap Elka menurut.


Elka dan papa nya pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Terima kasih yaa Dara kamu sudah membuat Tante bahaagia, cepat sadar yaa sayang kita rawat bersama anak kamu" ucap Mama Elka sambil membelai rambut menantunya dengan lembut*...


Dering ponsel Elka pun berdering...


'*Hai semuanya..." ucap Mama Elka.


"eeh Tante... bagaimana kondisi Dara dan denah Tante" ucap senja.


"anak Elka dan Dara sudah lahir dengan selamat, namun Pasca melahirkan Dara jatuh pingsan jadi dia hanya butuh istirahat saja kata dokter" ucap Mama Elka...


"Tante maaf yaa kita video call rame-rame, karena kita hanya ingin tahu keadaan Dara" ucap Jeni.


'tidak apa-apa Jeni, tante senang kalian sangat peduli dengan Elka dan Dara" ucap Mama Elka.


"Btw... Elka kemana Tante" ucap Heri.


"Elka Tante suruh makan dulu dengan papa nya karena sejak di dalam ruangan ini papa dan Elka belum makan sama sekali kalau mama sudah makan roti tadi jadi kita berjaga giliran saja" ucap Mama Elka...


'ohya tante bayi nya laki-laki atau perempuan" ucap senja.


Mama nya Elka pun memperlihatkan bayinya Elka dan Dara "berjenis kelamin laki-laki senja dengan bobot 3,8 " ucap Mama Elka.


"Alhamdulillah jika semuanya sehat tante" ucap Jeni.


"yaa Alhamdulillah berkat doa kalian semua" ucap Mama Elka.


"kalau begitu kita pamit Tante titip salam buat Elka dan Dara " ucap semuanya bersamaan mematikan panggilan video tersebut*


Pintu ruangan pasien pun terbuka secara perlahan :


"*silahkan mama makan dan beristirahat di sofa, papa tadi lagi membeli kan buah untuk kita" ucap Elka.


"kenapa kamu tidak mau Nemani papa kamu, takut benar istri mu kenapa-kenapa" ucap Mama Elka.


'justru itu ma... papa yang menyuruhku katanya dia teringat waktu dulu papa Nemani mama melahirkan" ucap Elka*.

__ADS_1


Mama Elka hanya menggelengkan kepala. Mama Elka pun makan makanan yang di depannya dengan perlahan.


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2