
Setelah ketiganya asyik dengan melahap makanan mereka dan pembicaraan asyik mereka, waktu pun tak terasa sudah menjelang sore.
"Jeni dan Dara aku pamit duluan yaa sudah dia antar oleh Pak Leri," ucap Senja.
"Oke Senja, sampai bertemu besok lagi ya," ucap keduanya.
Senja pun melambaikan tangannya dan memasuki mobilnya. Perlahan mobil meninggalkan kedua sahabat yang baru dekat dengan Senja. Senja hanya tersenyum dengan tingkah mereka bertiga hari ini.
Setelah sampai rumah, Senja berwudhu dan beribadah. Setelah itu dia pun mandi dan sarapan. Sedangkan Pak Leri kembali ke rumahnya. Senja tinggal sendirian ketika di malam hari. Dia beralasan bahwa pembantu nya memiliki keluarga yang harus mereka jaga.
Padahal, para pembantunya enggan meninggalkan Senja sendirian. Namun, karena keinginan Senja mereka pun hanya menurut saja.
Senja pun kembali beristirahat dengan lelap.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Matahari menerangi dunia dengan cahayanya, Senja pun sudah sampai di sekolah seperti biasanya.
Senja, Dara, Jeni, Heri, Elka dan Andara sibuk mendiskusikan untuk bahan proyek yang akan di buat oleh mereka. Senja memberikan ide untuk membuah olahan makanan yang disenangi pada setiap kalangan. Yang membuat makanan menjadi cemilan sehari-hari.
Senja pun menyampaikan ide mereka, dan mempresentasikan kepada teman-teman dikelasnya. Kelompok yang lain menyampaikan ide mereka, setelah semuanya usai kelas pun berakhir. Senja dan yang lainnya berhamburan keluar kelas.
Pembagian kelompok yang dibuat Senja yaitu Senja sebagai perancang ide dan presentasi, Elka pembuat desain-desain dan bagian pemotretan, Heri bagian share sosial media, Jeni dan Dara bagian marketing, Andara bagian pengajuan proposal kepada pihak yang membantu proyek mereka. Meskipun demikian mereka selalu berkomunikasi.
Matahari pun sudah hilang sinarnya.
Dalam percakapan group whattshap.
"Malam teman-teman semuanya, bagaimana kabar kalian nie," ucap Jeni memulai percakapan.
"Maalam sayang," ucap Heri.
"Nah, kok ada yang bilang sayang disini. Hayooo Heri dan Jeni ada apa dengan kalian heheh," ucap Elka dengan emoticon mencurigai.
"Hehehehe, maaf teman-teman gue salah ngomong, lagian kan gue sayang kalian semua," ucap Heri.
"Salah ngomong dari mana, kalau di keyboard ponsel selalu sering ditulis kata-kata tersebut maka akan keluar otomotis wkwkwk," ucap Dara.
"Gimana teman-teman sudah sampai dimana tugas kalian??" ucap Andara.
__ADS_1
"Aman Andara, lagi progress nie pokoknya santai aja Andara," ucap Elka.
"Kalau gue sih, sudah open mind di sosial media, bahkan banyak yang bertanya-tanya tentang status gue," ucap Heri.
"Tanya ke loe tentang apa Heri?, tentang hubungan loe dengan Siska ya," ucap Elka.
"Waaaah Heri, emang loe sudah jadian sama Siska," ucap Jeni dengan wajah cemburu dibalik ponselnya.
"Nggak lah, gue sudah ada yang punya. Nggak ada hubungan apapun dengan Siska," ucap Heri mempertegas.
Percakapan di group pun lebih banyak pembicaraan antara Heri dan Jeni. Yang lain sepertinya lebih memilih diam, dan sepertinya mengetahui dua insan tersebut sedang jatuh cinta.
Tiba-tiba ditengah keributan di group, munculah Senja mencairkan suasana.
"Malam teman-temanku, maaf yaa tidak mengikuti percakapan kalian, penuh banget percakapan kalian, sorry ya sekali lagi," ucap Senja tersenyum.
"Oke Senja... " ucap Elka dengan wajah yang bahagia atas kehadiran Senja dibalik ponselnya.
"Baik Senja, " ucap teman-teman yang lainnya.
Senja pun menjelaskan panjang lebar melalui voice di group, teman-teman yang lain pun mendengarkan dengan seksama dengan berbagai pertanyaan yang dikemukakan.
"Jika Senja jadi pasangan hidup gue, betapa senangnya memiliki bibit keturunan seperti dia, aaargh memikirkannya membuat gue jatuh cinta berkali-kali, emang wanita impian deh," ucap Elka dengan penuh berbunga-bunga di hatinya.
"Semoga saja Senja jadi jodoh gue, argh betapa beruntungnya," ucap Andara dalam hati.
Mereka tidak menyadari karena lamunan mereka, mereka berdua tertinggal percakapan tersebut.
Pembicaraan di group pun usai, Senja mengirimkan draft baru ke gmail temannya masing-masing dan diminta dipelajari agar di diskusikan esok di sekolah.
Mereka pun beristirahat karena tidak terasa malam sudah sangat larut pukul 23.00. Karena kesibukan Senja sehingga membuatnya telat memasuki group.
Meskipun demikian sebelum tidur Senja membaca percakapan yang tertinggal. Senja pun senyum-senyum melihat percakapan para teman-temannya. Jeni dengan Heri tampak bener punya hubungan, mereka berdua lucu sekali gumam Senja dalam hati.
Senja pun tertidur dengan nyenyaknya.
Setelah setengah jam Senja tertidur dering ponselnya berbunyi.
📞"Ya Hallo, ini siapa? sudah malam nelpon nya bisa nggak besok saja," ucap Senja menjawab dengan nada ngantuk.
__ADS_1
📞"Senja, aku ingin bicara sebentar saja denganmu," ucap Andara.
📞"Iya, tapi kamu siapa dulu? aku belum melihat nama kamu di tulisan ini," ucap Senja masih nada terkantuk.
📞"Aku Andara, kamu tidak menyimpan nomor ponselku yaa Senja," ucap Andara mendengus kesal.
📞"Oh Andara, aku save kok, hanya saja tadi aku angkat telponnya dalam keadaan tidur, kamu bangunkan, yaa jadi mataku belum melek, jadi tidak tahu nama siapa?" ucap Senja menjawab.
📞"Emang seharian kemana setelah sekolah," ucap Andara bertanya.
📞"Pulang sekolah kumpul dengan Jeni dan Dara, kami makan yang enak, dan itu hal yang pertama aku mendapatkan teman yang sangat dekat saat makan, biasanya aku terbiasa makan sendirian, tapi hari ini bahagia bisa bersama mereka," ucap Senja mengingat kenangan tadi sore.
📞"Oh baguslah kalau kalau melihatmu bahagia, aku ikut bahagia juga Senja," ucap Andara.
📞"Tapi, kamu mau bicara apa dengan ku Andara?" ucap Senja bertanya.
📞"Hehe, nggak ada, kalau gitu di tutup saja Senja, silahkan kamu istirahat, sampai ketemu di sekolah yaa Senja," ucap Andara.
📞"Oke baiklah, aku rehat duluan yaa Andara," ucap Senja langsung mematikan ponselnya
Andara bahagia bisa telponan dengan Senja sebelum dirinya tidur.
"Akhirnya, bisa telponan dengan Senja sebelum tidur, tidur ku kali ini pasti nyenyak banget," ucap Andara langsung tertidur nyenyak.
Bulan pun memancarkan keindahan dikelilingi oleh para bintang. Bulan pun cemburu pada keduanya.
Andara tertidur dengan nyenyak dalam keadaan tersenyum begitupun dengan Senja yang tidur nyenyak lepas telponan dengan Andara.
...*****...
"Hoam," ucap Senja bangun dari tidurnya.
Senja pun berberes mandi, berpakaian dan mandi setelah itu sarapan, dan bersiap menuju ke sekolah karena Pak Leri sudah di halaman rumahnya.
Begitupun Andara yang di rumahnya.
Setelah semua aktivitas nya selesai, dia pun berpamitan dengan orang tua untuk mengendarai mobil. Karena Andara belum berani menaiki motor karena sebuah trauma yang pernah di alaminya.
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1