Dermaga Senja

Dermaga Senja
Panik


__ADS_3

Jeni pun ngedumel sepanjang makan di cafe tersebut. Tara dengan sabar mendengarkan semua Omelan bahkan sumpah serapah yang dikeluarkan dari bibir cantiknya.


Omelan berhenti ketika panggilan ponselnya berdering...


"Eeh kok Heri menghubungiku" ucap Jeni mengalihkan ke Tara.


Panggilan Video pun terjadi...


"Hey Tara, disitu ada Jeni kan, Heri dan aku mau nanya tentang kebenaran Andara dan Senja sudah bercerai apakah benar adanya" ucap Siska bertanya.


"Hai Kak Siska, apa yang diberitakan itu benar adanya kak?, bahkan tadi aku datang menggantikan papa dan mama karena orang tua ku pada sibuk, jadi menyuruh aku dengan Tara kesana, aku pikir siapa nggak tahunya Andara bertunangan" ucap Jeni kembali kesal.


"Apa??, jadi yang dikatakan oleh Elka itu benar, barusan aku telponan dengan Dara dan istrinya dan alasan mama nya itu tidak masuk akal, iyaa lah siapa juga cinta nya mau di duakan" ucap Heri mendengus kesal.


"Yaa Sudah Tara dan Jeni kami tutup dulu yaa karena mau lanjut ke toko buku, ada tugas kampus" ucap Heri.


Panggilan Video pun terputus..


"Sayang, kita pulang Yook ini udah sore, satu lagi jangan suka ngomel di media sosial kasihan dengan senja jika melihat statusmu nangis, berikan dia waktu agar mau bercerita dengan kalian" ucap Tara menjelaskan.


"Baiklah, Kamu sekarang makin dewasa yaa" ucap Jeni sambil mereka beranjak meninggalkan cafe tersebut.


"Heheh, jadi calon pendamping hidup kamu itu harus bisa bersikap dewasa, jika tidak kita akan berantem terus, kalau kamu sudah mode ngambek sulit banget bujukinnya" ucap Tara tersenyum kecil.


Jeni dan Tara pun masih berbicara hingga mereka sampai ke parkiran. Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang.


Setelah beberapa jam mereka pun sampai di rumah Jeni.


"Ayoo, turun bertemu dengan papa dan mama" ucap Jeni menawarkan dan beranjak keluar dari mobil.


Tara pun keluar dari mobil melihat Jeni sampai di rumah dengan selamat.


"Yaa sudah hati-hati dijalan yaa Tara, kabari kalau sudah sampai rumah" ucap Jeni melambaikan tangannya.


Jeni pun memasuki gerbang rumahnua, Tara pun melaju kan mobilnya karena Jeni sudah sampai di rumahnya.


***


"Kak Senja, benaran jadi nginap di rumah kita, jadwal Minggu besok kita ke sawah loe kak" ucap Dino.


"Wah benaran nie, kakak sudah lama tidak ke sawah, nanti ajakin kakak di sana ya" ucap Senja bahagia.

__ADS_1


"Dengan senang hati nanti Dino ajak kakak, tapi ada loe kak, yang nggak mau di ajak ke sawah, katanya takut kotor dan takut badan nya jadi warna hitam" ucap Dino menggoda adiknya.


'Iiihhhh, Abang Dino nyebelin iih" ucap Dina mendengus kesal mau mukul kakaknya.


"Assalamualaikum ayah dan Ibu, ini Dina dan Dino serta kak senja" ucap Dino teriak


"Iyaa tunggu sebentar" ucap Ibunya si kembar.


Mama si kembar pun keluar membuka pintu rumah mereka.


"Eeh Nona Senja, mari sudah di siapkan tempat tidurnya, tapi maaf tidak sebagus di rumah Nona Senja" ucap Ibu si kembar


Senja pun beristirahat di kamar yang sudah disediakan untuk Senja. Karena sudah larut jadi semua nya terlelap dalam tidurnya. Begitupun dengan si kembar. Dina dan Dino tidur terpisah dikamarnya masing-masing.


Dalam mimpi Senja....


Mama dan Papa..... Tiiiidaaakk....


Jangan tinggalkan Senja, Senja tidak mau sendirian .... terisak senja.


Pak Leri dan Istrinya berhamburan menuju kamar Senja. Istrinya Pak Leri pun masuk ke kamar, dan Pak Leri mengambilkan air minum.


"Non... Bangun, ada apa?" ucap Istri Pak Leri mengguncang tubuh senja.


Mimpi Senja berlanjut.....


[Senja, kamu harus kuat menghadapi dunia yang kejam ini, mama berharap kamu menjadi wanita yang tangguh dan kuat menghadapi ini semua nak, karena mama tidak mau kamu kamu jadi lemah seperti ini] ucap mamanya.


Senja pun memeluk papa dan mama nya...


[Papa pun memiliki niat yang sama, papa berharap kamu bisa membesarkan perusahaan keluarga kita, karena papa sangat berharap kamu mampu membangunnya lebih besar dari itu. Dan ingatlah selalu ada orang yang menyayangimu dan mencintai mu jadi jangan hiraukan yang membuat sakit] ucap papa.


[Senja akan mengingat nasehat papa dan mama, tapi jangan tinggalkan Senja lagi, senja harus dengan siapa lagi?, jangan tinggalkan Senja tidak mau sendirian lagi] ucap Senja menangis dengan deras.


Papa dan mama nya memeluk Senja dengan sangat erat, seolah-olah Senja tidak mau kehilangan kedua orangtuanya lagi. Maka dari itu dia memeluk dengan erat pelukan itu.


***


Senja pun dilarikan ke Rumah Sakit karena kondisi tubuhnya mulai panas dingin. Sesampainya di Rumah Sakit Pak Leri dan Istrinya panik begitu pun dengan si kembar.


Dering ponsel Senja pun berbunyi dan di angkat oleh Dina...

__ADS_1


"Iyaa Hallo Kak ini Dina, ponsel kak Senja ada sama saya" ucap Dina ramah.


"Dimana Senja berada dek sekarang, kakak mau menemuinya sudah kangen banget" ucap Jeni.


"Kak Senja masuk Rumah Sakit Sejahtera Kak Jeni, Kakak ke sini saja yaa" ucap Dina.


"Oke kakak akan kesana, terima kasih infonya" ucap Jeni.


Jeni pun bergegas mandi dengan sangat cepat setelah itu dia bawa tas nya yang berisi dompet, ponsel dan make up nya. Dia pun menemui mama dan papa nya yang lagi sarapan.


"Mama, papa pinjam sopir nya dulu yaa, Jeni mau pergi keluar" ucap Jeni mengambil roti sambil dibawa nya ke dalam mobil.


Mama pun memegang tangan anaknya yang tidak biasanya.


"Kamu kenapa panik sayang, coba bilang?" ucap Mama Jeni..


" Senja masuk Rumah Sakit lagi ma, tidak tahu keadaan nya sekarang, Jeni pinjam sopirnya dulu yaa" ucap Jeni menyalim orang tuanya.


Jeni pun berlarian ke parkiran mobil papa nya dan di antar oleh sopir papanya. Jeni pun berdandan dalam mobil sambil makan. Setelah semua selesai Jeni memegang ponselnya.


Ponselnya pun berdering...


Dan diangkat oleh Jeni....


"Morning sayang" ucap Tara bangun dari tidurnya.


"Tara sayaang, kamu bergegas yaa temani aku ke rumah sakit sejahtera yaa, sekarang aku lagi on the way kesana, Senja masuk Rumah Sakit sayang" ucap Jeni sambil memakan rotinya yang tersisa sedikit.


"Oke sayang, aku kesana setelah mandi dan makan yaa" ucap Tara bergegas mandi dan mematikan ponselnya.


Jeni pun kembali menghabiskan roti yang berada di tangannya.


"Nona Jeni sudah sampai rumah sakit" ucap Pak Deli sopir papanya..


"Baik Terima kasih Pak Deli, silahkan kembali ke rumah" ucap Jeni dengan ramah.


"Baik Nona Jeni" ucap Pak Deli meninggalkan Nona Jeni yang langsung masuk menuju Rumah Sakit Senjahtera.


Jeni pun langsung masuk ke ruangan yang di kirim oleh Dina padanya. Karena ponsel Senja sekarang di pegang oleh Dina. Jeni benar-benar panik dengan kondisi Senja yang katanya panas dingin.


Tiba lah di ruangan Senja di rawat....

__ADS_1


Tampak Pak Leri, istrinya dan di si kembar menunggu kabar dokter yang memeriksanya.


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2