
Andara begitu dia di panggil oleh teman-temannya, bahkan teman-temannya nyaman bersama. Andara memiliki masa lalu yang jika diingat membuatnya trauma hingga sekarang. Andara pernah mengalami sebuah kecelakaan mengendarai motor bersama temannya di Malaysia. Karena hal itu lah ketika Andara ingin menaiki sebuah motor dia langsung mundur ke belakang dan ketakutan sebab akan ingat kejadian tersebut.
Andara seperti orang lain pada umumnya memiliki traumatisnya tersendiri. Makanya, ketika melihat kecelakaan motor dia malah mundur dan gemetar seluruh badan seperti orang demam. Makanya Andara selalu memakai mobilnya ketika ke sekolah, bahkan dia lebih memilih naik sepeda jika mobil nggak mood hari itu baginya.
"Hey Andara, tumben kamu ke kantor ku. Ada apa?" ucap Senja penasaran.
"Gue butuh bantuanmu Senja, dan gue nggak mau orang tahu kelemahan gue" ucap Andara dengan tatapan serius.
"Ehm boleh, apa thu, jika saya bisa akan saya bantu tergantung kesulitan dan kesanggupanku" ucap Senja.
"Aku ingin diajarin motor, mau dengan kamu atau siapapun selama teman-teman pada nggak tahu aku memiliki trauma" ucap Andara.
"Kamu punya trauma apa? aku ingin mendengarnya dulu, nanti akan dibantu belajar motornya" ucap Senja.
Andara pun menceritakan semua kejadian yang menimpanya di masa silam. Orang tua temannya tidak menyalahkannya, toh nya juga temannya sudah baik-baik saja sekarang. Bahkan yang memiliki trauma mendalam yaitu Andara itu sendiri.
__ADS_1
Senja mendengar seksama cerita Andara. Dia mengamati dan mendalami yang dirasakan oleh Andara. Senja pun menarik kesimpulan bahwa Andara perlu terapi ke psikolog untuk menghilangkan trauma nya. Karena dia memiliki kenalan psikolog, maka Senja merekomendasikannya. Karena sejak meninggal orangtuanya, Senja seperti orang linglung. Maka para pembantu di rumah Senja membantu kesembuhannya berkat motivasi juga dari psikolog. Membuat Senja kembali bangkit untuk hidup..
Senja pun menceritakan kisahnya agar Andara tidak takut dengan psikolog. Karena orang beranggapan bahwa jika seseorang menemui psikolog berarti jiwanya terganggu. Dan hal itu yang ingin dihilangkan dari Andara. Andara pun mendengarkan semua cerita Senja. Andara pun memiliki keinginan untuk segera bertemu psikolog tersebut.
"Senja, aku akan mengikuti saranmu. Akan tetapi janji merahasiakan dari siapapun? ucap Andara.
"Okey, nanti aku kabari lagi yang Andara. Karena Dr. Ivan Harus ditanyai jadwalnya" ucap Senja.
"Oke, aku tunggu kabarmu ya. Aku pergi dulu and thanks you very much Senja atas semuanya" ucap Andara..
Hari-hari pun telah berlalu. Senja baru dapat kabar 2 minggu sejak ditanyai ternyata beliau berada diluar negeri. Andara pun pergi berpamitan dan meninggalkan Senja, sebab waktu sudah menunjukkan menuju malam.
"Senja, janji yaa rahasia ku disimpan" ucap andara kepada Senja.
"Oke, siap... " ucap Senja.
__ADS_1
"Senja... apakah saat ini ada yang kau suka?" ucap Andara penuh penasaran.
"Lah, kok malah topinya ke aku sih.. apakah perlu dijawab?" ucap Senja.
Andara hanya mengangguk dan penasaran dengan jawaban senja. Karena dia sudah terlanjur jatuh cinta pada Senja dan tidak ingin berpaling ke siapapun.
"Ehm... Gak ada sih, sekarang fokus dengan perusahaan saja. Untuk pikiran itu sepertinya Senja belum menyukai siapapun?" ucap Senja.
"Terus, kenapa gosip beredar kalau kamu sudah bertunangan dengan Elka?" ucap Andara.
"Oh gosip itu, iya sih waktu kecil kita berdua suka bermain terus Elka pernah janji jika sudah besar akan menikahiku, kalau aku sih beranggapan itu hanya janji masa kecil dan aku juga tidak ada perasaan apa-apa pada Elka" ucap Senja menceritakan.
"Oooooh begitu, oke deh... " ucap Andara.
Andara pun berpamitan untuk kedua kalinya. Begitupun dengan Senja meninggalkan tempat itu setelahnya.
__ADS_1