
Andara pun dinyatakan sehat pada trauma nya. Bahkan Andara sudah bisa mengendarai motor sport, sebulan pun berlalu Andara tinggal di Malaysia. Saatnya dia kembali ke Indonesia. Dia pun berpamitan dengan keluarga Dion.
"Dion, tunggu sebentar tante punya titipan nie. Tolong kasihkan sama Senja ya, dan ini untuk keluargamu juga" ucap tante mona.
"Baik tante, terima kasih" ucap Andara.
Dion pun mengantar Andara memakai mobil karena barang oleh-oleh andara lumayan banyak. Sehingga Dion yang tidak biasa memakai mobil harus mengendarainya demi Andara.
"Dion, denger-denger kata tante mona. Kamu sudah lama tidak mengendarai mobil" ucap Andara..
"Ehm iya sih, kamu tenang saja tetap aman kok" ucap Dion meyakinkan Andara.
Mereka pun sampai dengan selamat, Dion memarkirkan mobilnya sehingga bergegas menuju ke Bandara serta mengambil tiket. Andara pun berpelukan dengan Dion untuk salam perpisahan bertemu di wakti yang lain.
Menunggu waktu untuk keberangkatan 20 menit sehingga Andara bisa menghubungi senja, karena dia begitu rindu dengan senja.
__ADS_1
"Hai Senja, kamu lagi ngapain thu?" ucap Andara.
"Ehm nie lg duduk santai di dekat kolam, andara kayaknya sudah dibandara. Kamu mau pulang ke Indonesia ya?" ucap senja.
"Iya aku pulang ke Indonesia,ohya Senja ada titipan dari tante mona buat kamu" ucap Andara.
"Argh hadiah lagi ya.." ucap Senja dengan penuh tanda tanya.
"emang tante mona selalu memberi kamu hadiah apa?" ucap andara menyelidik.
"apa alasan tante mona memberimu hadiah" ucap andara menyelidik.
"udah lama sih sebenarnya, saya pernah bernegosiasi dengan tante mona ternyata cocok dengan proyek. Alhamdulillah proyek tersebut berjalan lancar jadi beliau merasa senang dengan kerjasama tersebut" ucap senja panjang lebar menjelaskan.
"oh begitu,... Senja sepertinya sudah waktunya nie, gue masuk ke pesawat ya. Sampai jumpa lagi Senja" ucap Andara.
__ADS_1
"oke hati-hati yaa andara, sampai jumpa di Indonesia" ucap Senja.
Andara pun menikmati perjalanan menuju menuju ke Indonesia. Selama perjalanan Andara tidur karena hatinya sekarang sudah tidak ada beban di masa lalu. Pesawat pun tiba di Indonesia. Andara serta penumpang lainnya turun menuju lobi. Ternyata orang tua dan teman-temannya sudah menunggu dirinya hanya senja yang tidak terlihat.
Kok senja tidak ikut menjemput aku sih, apakah dia sisibuk itu. Andara pun mengejek handphone nya berbunyi dia pun memberikan isyarat bahwa mau mengangkat telponnya dulu.
"Hallo Andara, nie gue Senja. Sorry yaa tidak ikut menjemput kamu dibandara, ada urusan perusahaan dan saya harus keluar kota sebab perkumpilan para pimpinan. Andara hanya mengiyakan dan memahami kondisi senja.
" Dia sejak remaja sudah banyak memikirkan hal-hal yang berat dan laki-laki yang menampingi nya haruslah laki-laki yang sejajar dengannya" gumam Andara dalam hal hati.
Andara pun berpelukan dengan teman-temannya dan menceritakan semua ceritanya, meskipun orang pertama yang mendengarnya adalah senja. Teman-temannya pun bahagia atas kedatangan Andara dengan penyembuhannnya.
Andara pun berpamitan dengan teman-temannya bahwa dirinya tidak bisa kumpul dengan temannya hari ini dikarenakan dia mau beristirahat kembali. Meskipun naik pesawat tidak membuat lelah tapi kegiatan di rumah Dion membuatnya lelah ingin mengistirahatkan kondisi badannya dari seluruh aktivitasnya.
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Â