
#Biasakan setelah membaca like dan comment ya, terima kasih🤭
Next.
Perjalanan panjang itu mengajarkan Senja siapa yang pantas dan pantas di perjuangkan nya dalam hidup. Cukup lama Senja memandang Sky, Sky hanya tersenyum tatapan Senja.
Karena dia tidak mau menganggu Senja yang tengah melihat dirinya, kalau ketahuan bisa-bisa hal yang langka itu tak akan terjadi lagi.
Hingga Senja bergumam dalam dirinya.
"Aku sudah mengikhlaskan kepergian Andara di pelukan Lia, aku berharap dia selalu bahagia, jangan sampai ada yang terluka lagi, aku berharap Andara selalu bahagia dengan Lia,"
"Sebab Lia tengah hamil anaknya Andara, dan anak itu tidak lah bersalah, anak itu harus lahir ke dunia ini dalam kondisi sehat,"
"Karena hal itu, dalam waktu 3 hari harus kembali ke kampus kembali,"
ucap Senja dalam hatinya dan berdamai dengan hati nya yang tengah terluka.
Sky mulai melihat sosok Senja yang berbeda, dengan berbagai ujian yang di dapatnya Senja menjadi wanita yang bijak, bahkan melebih pemahaman wanita yang seusia dengan nya.
Terkadang Sky sangat iri dengan sikap Senja, akan tetapi wanita luar biasa itu sudah benar-benar mengobrak-abrik hatinya, hingga tiada cela buat wanita manapun. Bagi Sky, wanita seperti Senja sangatlah langka.
Mobil pun sampai di pekarangan rumah senja, rumah keluarga yang sangat di cintai oleh Senja, walau ada beberapa perbaikan, Senja tidak mau mengubah desain rumah yang di rancang oleh orang tuanya. Karena itu adalah kenangan yang sangat berharga dari kedua orang tua nya.
Sesampainya di rumah Senja di sambut oleh Saga.
"Mama Senja sama om Sky, kok lama banget pulang nya, sampai Saga tertidur menunggu," ucap Saga memeluk Senja dan mengomelin om Sky.
"Ehm, kenapa oom yang di salahkan sih, salahkan saja lampu lalu lintas dan macet di jalan, emang Saga bisa ngomelin gitu," jawab Sky kepada Saga.
"Oma, oom Sky marah- marah sama aku, hayo mama Senja temani aku tidur, nanti Om Sky dekatin mama terus," rengek Saga.
Senja pun mengikuti saja, Sky pun membalas dengan menjulurkan lidah pada Sky, Sky pun di suruh mama nya untuk mandi atau istirahat. Sky pun menuruti kata mama nya.
__ADS_1
Di dalam kamar Saga dan Oma, Senja menyanyikan dan membaca kan buku buat Saga dan mencium kening Saga agar segera tidur.
Benar saja Saga pun kembali tertidur dengan cepat. Oma pun datang dan menyuruh Senja untuk beristirahat di kamarnya. Senja pun kembali ke kamarnya.
Senja pun merebahkan tubuhnya secara perlahan setelah mandi sebentar dan berganti pakaian. Saat setelah tertidur Senja kembali memimpikan kejadian kecelakaan tersebut. Hingga dia berteriak hebat, dan semuanya menemui kamar Senja.
"Aaaaaargh, ti-dak, ma-maa, pa-paa, jangan tinggalkan Senja," ucap Senja terbangun di tengah malam.
Sky yang mendengar langsung membuka kamar Senja yang ternyata tidak terkunci.
"Senja, kamu tidak apa-apa?" ucap Sky bertanya.
Senja langsung memeluk Sky seolah-olah ketakutan. Mama yang melihat itu langsung meminta Sky untuk mundur dan biar Senja memeluk mama saja. Sky pun menuruti saja, padahal wajah nya kecewa karena melepas pelukan Senja.
"Jelaskan pada kita kamu mimpi apa sayang?" ucap mama Sky.
"Maaf Sky, tadi aku reflek memeluk kamu," ucap Senja meminta maaf.
"Iya nggak apa-apa Senja, kamu kenapa ceritakan sama kita?" ucap Sky penasaran.
Sky pun mengambilkan air minum yang ada di sampingnya dan diberikan pada Senja, Senja pun meminum nya setelah itu Senja mulai ambil nafas dan bercerita.
Senja di dalam mimpi nya kala itu bertemu dengan mama dan papa nya, dia teringat kembali kejadian kedua orang tua nya kecelakaan saat itu.
Seolah-olah di dalam mimpinya memberikan sebuah misteri yang tanpa sengaja Senja mengingat nomor mobil yang menabrak 5 tahun yang lalu. Senja pun mulai mengingat nya akan tetapi dia kembali lupa.
Mama Sky pun meminta Senja untuk kembali beristirahat, Senja pun perlahan memejamkan matanya dalam pelukan mama Sky. Sky pun kembali ke kamar dan menemani Saga yang ternyata masih terlelap dalam tidurnya.
Sky pun merebahkan kembali tubuhnya di atas ranjang tersebut, meskipun pikirannya ke dalam mimpi Senja yang tidak misterius dan membuatnya penasaran.
Sinar cahaya pun menyingsingkan kegelapan. Mama Sky dan mama Si kembar memasak untuk sarapan pagi mereka. Mama Sky pun menceritakan mimpi Senja semalam. Pak Leri yang mendengar hal itu pun akan bicara.
"Ma, kamu masih ingat nomor BG yang mengikuti tuan hari itu," ucap Pak Leri pada istrinya.
__ADS_1
"Ingat Pa, mama catat tapi mana bisa kita bisa memeriksanya pa, kan itu sudah 5 tahun yang lalu, tapi salah satu si kembar pasti ingat kejadian itu," ucap istrinya.
Saga berlari-lari menuju neneknya.
"Oma, mama Senja dari tadi tidak bangun-bangun, dan juga tangannya panas," ucap Saga memberi tahu.
Mama Sky pun berlari menuju kamar Senja, karena tadi pagi di periksa nya tubuhnya baik-baik saja. Pak Leri pun segera menelpon dokter pribadi mereka.
Mama Sky pun mendampingi Senja dan mengompres kening Senja. Senja mulai menggeliatkan seolah-olah dia mengalami mimpi kembali.
"Aaaaaghhh, mama, papa, jangan tinggalkan Senja," tangis Senja pecah ketika dia bangun dan semua melihatnya.
Senja terdiam yang saat itu semua melihatnya, dan dokter pribadi berada di dekatku, kali ini Dokter perempuan bernama dokter Denah, dokter pun meminta semuanya untuk keluar.
Dokter Denah pun memeriksa tubuh Senja, setelah pemeriksaan dokter Denah meminta Senja untuk bangun dan menceritakan semuanya.
"Senja, jam berapa besok kamu berangkat kembali ke luar negeri?" ucap Dokter Denah yang memang teman masa kecilnya yang mengetahui keluarga Senja.
"Kenapa kamu nanya begitu dokter Denah?" ucap Senja penasaran.
"Aku sarankan sebelum berangkat aku ke ruangan ku, kita terapi di sana dengan dokter psikologi, agar permasalahan dalam mimpi mu bisa kita pecahkan," ucap Dokter Denah.
"Benarkan kamu mau membantu ku Dokter Denah," ucap Senja menatap serius.
"Iya aku serius, jadi kita selesaikan besok, semoga ada jalan dari mimpi kamu itu," ucap dokter Denah memberikan semangat pada Senja.
"Baik dokter aku akan istirahat total hari ini, agar besok bisa fresh terapi besok," ucap Senja penuh semangat.
Dokter Denah pun tersenyum dan pamit untuk pulang, dia pun menjelaskan kepada wali nya Senja, bahwa Senja hanya butuh istirahat saja. Istrinya Pak Leri pun mengantarkan dokter sampai ke depan pintu rumah.
Semuanya pun masuk ke kamar Senja, dan memeluk Senja. Apalagi Saga yang menangis terisak agar Mama Senja segera sembuh. Setelah itu mereka pun kembali istirahat, sedangkan Senja setelah di beri obat efek nya pun mengantuk.
Yang lain pun kembali beraktivitas seperti biasanya.
__ADS_1
Bersambung🍁🍁