
Heri dan Jeni pun tidak saling tegur sapa satu sama lain, bahkan ketika teman-temannya diskusi tentang ulang tahun Senja mereka berdua lebih banyak diam. Bahkan teman-teman yang lain sudah berusaha mendamaikan keduanya.
Andara dan Elka pun mendekati Heri untuk berbicara memberikan nasehat meskipun keduanya belum memiliki pacar. Begitupun dengan Dara memberikan nasehat kepada Jeni, Senja tidak membantu karena sibuk dengan urusan perusahaan.
Jeni dan Heri pun masih diam dalam sunyi. Tiba-tiba Hujan menitikan rahmatNya. Heri pun menghampiri Jeni dengan payungnya. Jeni pun mengikutinya mereka pun berbicara dalam mobil.
Selama di dalam mobil keduanya hanya bicara seadaanya. Namun, secara tidak sengaja tangan Heri menyentuh tangannya Jeni karena dia ingin mengambil tisu untuk membersihkan wajahnya dan memberikan kepada Jeni. Ternyata Jeni melakukan tujuan yang sama.
"Jen, ini tisu coba bersihkan muka kamu. Nanti, kamu masuk angin" ucap Heri.
Jeni pun langsung memeluk dan mencium pipi kekasihnya. Karena Jeni benar-benar rindu kebersamaan seperti ini. Mobil pun ditepi kan oleh Heri, dan berbicara dengan kekasihnya.
"Yaaa, aku maafin kamu ya Jeni. Dan aku juga minta maaf satu minggu kemarin tidak memberikan perhatian padamu" ucap Heri sambil mencium keninh Jeni.
Jeni pun bahagia diperlakukan seperti itu. Karena sosok Heri baginya melebihi ayahnya, makanya ketergantungan perhatian padanya melebihi pada ayahnya. Sebab sosok Heri yang mengayomi, penyayang dan selaluu marah disaat yang tepat. Selain itu Heri memiliki otak yang cerdas.
Mereka pun kembali berdamai sedia kala. Karena hilangnya komunikasi menyebabkan sebuah hubungan jadi renggang.
Jeni pun memasuki rumahnya untuk berganti pakaian. Karena dia ingin pergi bersama Heri. Betapa bahagia Jeni karena dunianya sudah kembali.
__ADS_1
drrrrrtt.....derrrrrttt...
Bunyi ponsel Jeni pun bersuara...
"Hai sayang kamu lagi apa?" ucap Mama Jeni
"Mau ganti pakaian ma, ingin pergi dengan Heri. Bolehkan ma? ucap Jeni dengan wajah ceria..
"Kalau sama Heri mama percaya, walah penampilan seperti itu mama percaya dia bisa jaga kamu" ucap mama nya Jeni..
Panggilan pun berakhir, setiap hari orangtuanya harus memberikan kasih sayang hangat walau hanya dengan menanyakan kabar. Karena Jeni sosok yang mau selalu diperhatiin dan dimanja. Sehingga membuat orangtuanya bersama dengan tingkah Jeni.
Jeni pun mengangkat telpon tersebut...
"Hai Jeni, apa kabarmu? aku kangen nie, ketemuan yuuk? ucap Tara dengan penuh semangat.
"Ehm maaf Tara, gue siang ini mau jalan sama Heri" ucap Jeni.
"Oh gitu, baiklah selama itu membuatmu bahagia. Aku juga bahagaia mendengarnya" ucap Tara.
"oke, makasih gue akhiri ya panggilannya" ucap Jeni.
__ADS_1
"Sama-sama" ucap Tara.
Gue nggak pernah lihat sikap Jeni yang begitu bahagia, gue jadi penasaran sosok Heri seperti apa? Kenapa membuat Jeni tidak mau melepaskannya, bahkan untuk sekedar mendua pun dia tidak mau gumam Tara dalam hati.
-----------
"Sayang, ayoo pergi. Kamu sayang banget dengan tanaman mama pakai diurusi segala" ucap Jeni.
"Aahh kamu ada-ada aja sayang" ucap Heri dengan senyuman.
Heri dan Jeni pun berpamitan dengan pembantunya Jeni. Salah satu hal yang paling disuka dari Heri yaitu Etika meskipun dengan siapapun. Makanya papa dan mama nya sangat mempercayai Jeni berjalan dengan Heri, tapi orangtua nya takut Heri adalah Jeni mempengaruhi Heri karena tingkah manja dan egoisnya yang tinggi. Dan hanya Heri yang bisa menaklukan kemanjaan Jeni. Karena hal itu lah Jeni ingin selalu bersama dengan Heri.
Mereka berdua pun menepi dan memasuki ke sebuah cafe dan berbicara, bahkan Heri menceritakan kesibukan selama seminggu. Jeni mendengarkan dengan saksama. Karena dia benar-benar merindukan sosok Heri. Lagi-lagi Jeni mencium pipi Heri, Heri hanya terdiam melihatnya. Dan mereka pun bercanda tawa bersama.
Namun, di sudut ujung ada sosok yang terbakar api cemburu. Dia adalah Tara, sosok laki-laki yang ingin memiliko Jeni.
Bagaimana kelanjutannya?
Penasaran... Tunggu aja di episode selanjutnya....
Like dan comment yaa😊
__ADS_1