Dermaga Senja

Dermaga Senja
Kecelakaan


__ADS_3

Saat makan dihidangkan dan semuanya makan dengan perlahan. Heri masih bergelayut dalam pikirannya dan tidak memiliki nafsu makan. Namun, karena menghargai orangtua Siska maka Heri memaksakan diri untuk makan.


Begitu pun dengan Jeni diam dalam lamunan, terus memikirkan tentang dirinya yang akan menikah dengan Tara tapi semua kembali ke dia. Sebab penentuan itu di antara kedua pasangan tersebut.


Siska pun memulai pembicaraan di saat semuanya masih diam tak bersuara...


"Maaf sebelumnya, saya izin berbicara, Pa saya ingin menjawab saat pertanyaan yang dilontarkan di ruang tamu" ucap Siska berdiei tegak.


"Boleh, tapi selesaikan kita makan semua ya" ucap papa.


"Baik Pa, terima kasih" ucap Siska.


Mereka pun melanjutkan makan siang mereka...


Setelah beberapa menit pun semuanya sudah selesai makan.


"Kali ini gue mempertaruhkan hubungan gue dengan Heri, berharap Heri bisa mendukung semua keputusan yang ku buat" gumam Siska dalam hati.


"Silahkan Siska teruskan yang ingin disampakkan apa?" ucap papa siska.


"Baik Pa terima kasih, sebelumnya maaf kepada Heri dan Jeni yang pertama kali datang kesini jika ada jamuan yang tidak sesuai dengan lidah kalian, maka to the point saja saya ingin menyampaikan argumen saya, Papa dan mama, Siska memiliki pendapat pernikahan ini akan tetap berlangsung tapi bukan sekarang, maka beri kami waktu selama 1 tahun jika kami rasa menikah adalah jalannya maka kami akan menikah dan selama itu juga kami hanya menjalankan pacaran yang sewajarnya dan tidak membuat malu papa dan mama" ucap Siska menjelaskan panjang lebar.


Keliatan sekali papa dan mama nya saling mengangguk satu sama lain.


"Baik papa terima usulan itu, jika kalian memilih opsi mempertahankan hubungan kalian dengan meminta waktu untuk menikah maka papa dan mama akan memberikan syarat" ucap papa.


"Emang syarat apa, Pa?" ucap Tara penasaran begitupun yang lain.


"Selama 1 tahun itu kalian tidak boleh tinggal satu atap, tidak boleh menginap berdua, tidak boleh berhubungan layaknya suami istri karena belum halal dan kalian 1 tahun harus ada prospek ke depannya setidaknya pikirkan kalian mau menikah atau putu saja, karena mama nggak suka anak mama tidak mengikuti aturan ini" ucap mama Siska dengan nada serius.


"Ma, jika kami melanggarnya apa yang akan papa dan mama lakukan" ucap Tara makin penasaran.


"Mama dan papa akan menikahkan kalian di kantor KUA tanpa pesta dan tidak ada bagian harta yang diberikan oleh kami" ucap mama menjelaskan kepada anak-anaknya.


"benar yang dikatakan oleh mama kalian, ingat mata-mata papa ada dimana, meski kamu Siska berada di Malaysia papa juga ada mata-mata untuk memantaunya.


"Jadi mama peringatkan buat kalian semua please patuhi aturan ini, jangan buat malu keluarga kita" ucap mama meminta dengan tegas kepada anak-anaknya.

__ADS_1


"Baik tante, kita akan mematuhi aturan itu" ucap Heri menjawab duluan.


"Jeni juga tante akan berusaha sebisa mungkin mematuhi aturan tersebut" ucap Jeni.


Akhirnya sidang pertemuan itu pun usai. Heri pun dapat panggilan telpon...


"Iya Ma Hallo, baik Heri akan pulang segera" ucap Heri izin kepada orangtua Siska. Siska pun meminta orangtuanya untuk bersama Heri.


"Ma, Siska nemani Heri yaa sepertinya ada sesuatu dengan keluarganya" ucap Siska.


"ya sayang, hati-hati" ucap Mama Siska.


"Saayang, tunggu kamu langsung pergi nggak ngajak aku lagi" ucap Siska menarik tangan Heri.


"Kalau kamu mau ikut, pakai mobilmu sendiri ya sayang, aku ingin segera ke RS Sejahtera, dan aku sudah mengirim alamatnya ke wa kamu, susul aja kesana ya sayang, aku mau ngebut" ucap Heri panik.


Heri pun naik motornya dengan kecepatan penuh. Naas saat Heri melaju beberapa meter dari rumah Siska terjadk kecelakaan pada Heri. Siska pun mengetahui motor pacarnya, dan meminta warga segera memopong pacarnya ke dalam mobil, Siska pun langsung menghibungi bengkel untuk motor pacarnya.


Siska pun meminta sopir bayaran ditempat agar dia bisa menemani pacaranya di bagian belakang.


"Bagaimana kamu tahu dengan papa ku" ucap Heri bertanya sambil menahan sakit.


"Hal itu tak perlu kamu bertanya, jika kamu sembuh maka akan aku jawab" ucap Siska.


Heri pun menahan sakit atas kecelakaan tersebut. Siska pun menenangkannya.


Saat berada di RS Sejahtera Heri langsung dilarikan ke ruang pasien. Beberapa menit dari itu dokter pun keluar dengan menjelaskan beberapa hal kepada Siska. Siska pun menerima 2 laporan sekaligus tentang kesehatan Heri dan papa nya. Saat Heri masih terbaring karena terbius, Siska diam-diam menemui orangtuanya dan memperkenalkan diri sebagai pacar. Bahkan Siska sudah berbicara dengan papa nya yang sudah lumayan sehat.


"Terima kasih ya Siska sudah menjaga Heri, dia mau jenguk papanya, malah papanya yang menjenguk dia diruangan ini" ucap mama Heri.


"Saya yakin Heri akan segera sembuh tante, jadi jika Heri sudah sehat akan dibawa ke ruangan papa nya"ucap Siska kepada mamanya Heri.


Siska pun pamitan karena tidak bisa lama meninggalkan Heri. Karena Heri dan papanya Heri sama-sama diizinkan keluar oleh pihak RS sore besok.


Malam pun tiba...


Drrrrrtttttt... suara dering ponsel pun berbunyi...

__ADS_1


"sayang bagaimana keadaan Heri dan papanya" ucap mama Siska.


"sudah sadar papanya Heri namun masih butuh sehari pemulihan di RS kata dokter, kalau Heri belum sadar hingga sekarang mungkin efek obat kata dokter" ucap Siska.


"ohya sayang, pakaian ganti kamu sudah sampaikah beserta makananmu" ucap mama.


"sudah ma, terima kasih ya Ma, maaf sudah merepotkan. Ma, aku tutup dulu ya mau lanjut tidur" ucap Siska dengan nada tersenyum ngantuk.


"oke sayang, kabari saja selanjutnya" ucap mama Siska.


Siska pun masih terjaga...


"sayang, kamu sudah makan belum" ucap Heri dengan nada lemah.


Siska pun langsung memencet bel agar ada dokter yang memeriksa Heri... Dan bersyukurnya Heri sudah sadar.


"Kamu buat aku kaget aja sayang" ucap Siska.


"Siska aku dengert tadi aku bisa bergerak bolehkah bantu aku nemui papa" ucap Heri dengan nada lemah.


"ayoo sayang aku bantu, kamu naik kursi roda yaa kata dokter" ucap Siska sambil membantu Heri duduk di atas kursi roda.


Heri pun duduk dengan tenang dan berjalan menuju kamar papanya di rawat dengan kursi roda atas bantuan Siska.


Saat mereka berbicara, suara perut Siska bersuara...


"uuftz maaf tante, Siska izin makan dulu ya" ucap Siska pamit pada orangtua Heri.


Siska pun pergi menuju kamar Heri dirawat. Siska lebih memilih masakan mama nya, karena dia sudah lama tidak makan masakah dari mama nya.


🍂🌷🌷🌷🍂


Bagimana kelanjutannya??


Like and comment ya😊


Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2