Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 13-Semangat Baru


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸


Pertemuan pun dilakukan setelah sekolah berakhir. Dara yang mengendarai mobilnya sendiri, dan Pak Leri yang menjemput Senja untuk menemui dady nya Dara. Sampai di sebuah restoran khusus untuk rapat, sehingga ruangan itu kedap suara. Dara dan Senja sampailah di ruang tersebut, namun Senja tetap meminta Pak Leri untuk berjaga di depan ruangan. Karena dia tidak ingin berjauhan dengan Pak Leri.


Pembicaraan tentang Perusahaan pun berjalan dengan cukup alot, karena permasalahan yang ada cukup rumit. Dan solusi yang diberikan oleh Senja yaitu memberikan pinjaman dengan jumlah yang cukup besar atau Perusahaan Persada menanam modal ke Perusahaan Mega Jaya. Karena hal itu lah yang membuat Dady nya Dara dijauhi teman-teman relasinya. Pilihan yang berat buat Dady Dara, keputusan pun diambil.


Dengan meminta Senja Prahara sebagai pimpinan perusahaan Persada memberikan saham maka Senja memiliki hak atas perusahaan tersebut. Namun, Senja hanyalah Senja wanita yang berkepribadian cuek, peduli dan suka menyendiri masih memiliki toleransi.


"Pak Jaya, sepenuhnya perusahaan ini Bapak yang memilliki hak untuk sebuah keputusan. Namun, jika Pak Jaya ingin berdiskusi maka dipersilahkan dengan senang hati," ucap Senja mengatakan hal tersebut.


Dering telpon berbunyi dari handphone nya Senja.


πŸ“ž"Hello, baik saya akan ke Perusahaan" ucap Senja saat menerima telpon tersebut.


Senja pun berpamitan dengan Pak Jaya dan memberikan semangatnya agar Pak Jaya bangkit dari keterpurukan. Berbeda dengan Dara sedari tadi menunduk karena malu dan nangis.


"Selamat Pak Jaya, semoga semuanya teratasi ya, jangan sungkan-sungkan jika perlu bantuan dari kami," ucap Senja dengan gaya profesional nya.


Dara yang melihat hal itu, benar-benar terpesona dengan sikap Senja, bahkan dia tidak menyangka orang yang dia musuhi selama ini yang menolong perusahaan papa nya. Dara hanya terdiam dalam lamunan atas sikapnya selama ini.


"Hei, kenapa kamu menangis? Perusahaan dady mu akan baik-baik saja Dara. Kamu harus semangat yaa. Ingat loe Perayaan tahunan di sekolah itu tergantung padamu juga, oke," ucap Senja memupuk pundak Dara.


Dara pun memeluk erat Senja, seakan-akan tidak mau melepaskannya. Senja yang dulu sangat dibencinya, bahkan bahagia ketika Senja jatuh sakit sehingga dia mendekati Andara. Namun, karena kebaikan hati Senja justru dia lah yang membantu di kala kesulitan.


Senja pun melepas pelukan tersebut, karena para karyawannya sudah menunggunya di Perusahaan.


"Senja, terima kasih atas bantuanmu, semua telah teratasi atas bantuan mu dan maafkan aku yang dulu jahat sama kamu," ucap Dara.


"Iya aku maafkan, asal kamu tidak melakukan dengan siapapun mulai sekarang, dan hapus air matamu, luntur bedak kamu Dara," ucap Senja menahan tawa.


"Hehe, aku jadi malu, okey hati-hati ya Senja," ucap Dara melepas pelukan Senja.


Senja pun melambaikan tangannya ke Dara, dia pun kembali ke perusahaan. Dara pun hanya mengelap mukanya yang habis hujan karena air mata, hingga tanpa dia sadari kosmetik yang dipakainya luntur akibatnya derasnya air mata tersebut.


Dara pun memeluk dedy nya dan akan kembali pulang. Begitu pun dedy nya harus kembali ke perusahaan untuk rapat koordinasi kelanjutan penyelesaian perusahaan.

__ADS_1


Dara pun ke toilet untuk mencuci mukanya.


"Aduh, sungguh malu diri ini (tanpa merubah buih yang memutih menjadikan permadani seperti bintang oleh janji cinta-sorry author jadi nyanyi hehe the next story)." gumam Dara dalam hati.


Dara pun terus mengomel dengan dirinya sendiri. Sehingga badannya terasa nyaman dan bahagia, dia pun pergi dari restoran tersebut dengan penuh semangat.


Semangat baru yang ditularkan dari Senja, seorang teman wanita yang menjadi rivalnya untuk memperebutkan Andara. Ya, Senja dengan kepribadian cueknya mampu mengubah kepribadian Andara menjadi 180 derajat. Dan bahkan dia mengubah sifatku yang tukang gosip ini. Malaikat dari mana yang Tuhan berikan kepada kehidupan kami. Sehingga mendapati seorang wanita bernama Senja Prahara yang bisa menyelesaikan permasalahan kami.


"Senja... Kebaikanmu hari ini akan aku ingat hingga nafasku berhenti. Meskipun di antara kita tidak ada kedekatan, namun aku mulai merasakan yang orang katakan. Bahwa Senja memiliki seperti malaikat." Gumam Dara Anjana pada dirinya sendiri.


Dara pun dijemput oleh sopir pribadi mereka untuk pulang ke rumah. Dara pun kembali ke rumah fokus dengan belajar, karena dia ingin berubah menjadi Dara yang rajin dan tidak mengusik orang lain.


...*****...


Sesampainya Senja di perusahaan.


Rapat pun terjadi di ruangan tersebut, semua hormat kepada Senja, meskipun Senja lebih muda dari mereka perlakuan nya tidak seperti remaja pada umumnya. Senja di dewasa kan oleh keadaan, karena hal itulah banyak hal yang dipelajarinya.


Bahkan, Senja tidak hanya belajar dari sekolah nya saja, Senja mengambil kelas privat online tentang perusahaan, tidak hanya itu Senja pun mengambil beberapa kelas bahasa asing agar dia bisa di andalkan di perusahaan milik papa nya tersebut.


Hanya Pak Leri lah yang tahu semua kegiatan yang dilakukan oleh Senja. Bahkan, Senja hanya tidur beberapa jam saja. Senja bisa beristirahat mulai pukul 00 malam, karena kelas privat nya kebanyakan di malam hari, bangun dari tidurnya pun jam 05.00 pagi untuk beribadah dan menyiapkan aktivitas nya pada hari itu.


...*****...


Dara beraktifitas yang tak biasa, hingga membuat orangtuanya khawatir.


"Ma, coba lihatin Dara, kenapa dia belum turun makan, biasanya dia nomor satu sudah di meja makan," ucap papa Dara.


"Baik Pa," ucap mama Dara menuju ke kamar anaknya.


Pintu kamar Dara pun di ketok.


"Dara kamu sedang apa?" ucap mamanya.


Dara pun membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Sedang belajar ma," ucap Dara dengan padat dan singkat menjawab.


"Nanti belajar nya di terus kan ya sayang, nanti kalau kamu sakit gimana?" ucap mama Dara.


"Oke ma, Dara beberes dulu ya, nanti ke ruang makan setelahnya," ucap Dara mulai membereskan buku-bukunya.


"Ayo makan dulu, buku-bukunya bisa dibereskan nanti ya sayang," ucap mamanya.


"Baik ma," ucap Dara mengikuti langkah mamanya.


Dara Anjana sudah mengubah kebiasaan nya, dulu yang pemalas, sekarang jadi Dara yang rajin belajar.


Teruslah berjuang, karena kita tidak tahu perjuangan mana yang akan menghasilkan kesukseksan (kata-kata motivasi dari author untuk para pembaca)


🌷🌷🌷🌷🌷


Perkenalan Tokoh-Tokoh Novel "Dermaga Senja"







Nah, inilah para pemain dalam Novel Dermaga Senja. Semoga makin syuka ya, jangan lupa like and comment ya. Gratis kok nggak bayar. Terima kasih kepada para pembaca atas suppornya.


semoga kita sehat semua.


Ganbatte


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2