
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih 🤭
Next
Seharian sudah waktu berlalu, Senja merasa lega meskipun hati nya masih memikirkan mimpi nya tersebut.
Hari terakhir bagi Senja dan keluarga nya Sky. Mereka semuanya pergi jalan-jalan ke tempat yang hendak di tuju. Si kembar pun ikut juga karena hari itu mereka tidak sekolah, dan hal itu kebetulan bagi si kembar.
"Kak Dina dan Dino ikut juga kan,," tanya Saga berharap keduanya ikut.
"Nggak tahu Saga, kita masih menunggu kabar dari sekolah, tunggu kabar dulu sebelum berangkat ke sekolah," ucap Dina.
"Iya Saga, kita mau banget mengajak mu bermain, berharap libur saja sih," ucap Dino.
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel merek, Dina dan Dion bersorak bahagia karena hari itu mereka di liburkan. Hanya saja istri Pak Leri tidak bisa ikut karena harus menjaga orang tuanya, sebab saudara lainnya sedang ada kesibukan.
Senja pun hanya memeluk mama si kembar, dan berterima kasih. Mereka pun berangkat dengan yang mengemudi Sky, sedangkan yang lainnya berada di belakang.
Sedangkan Pak Leri menuju perusahaan, karena memiliki rapat dadakan dan Senja sudah menyerahkan sepenuhnya tugas tersebut pada Pak Leri dan sekretaris nya.
Senja pun berjalan dengan keluarga yang walau bukan kandung asli namun mereka bagaikan pelangi yang menyinari kehidupan Senja.
Sampai di tempat di ruang permainan yang begitu banyak destinasi permainan. Bahkan Saga selalu meminta si kembar menemani nya. Tentu saja si kembar sangat senang, sebab sejak mereka sekolah SMA mana ada punya kesempatan liburan. Dapat main ponsel seharian saja sudah sangat senang.
Hingga sebuah percakapan terjadi di antara mereka.
"Sky dan Senja bagaimana kondisi papa nya Saga saat kalian mempertemukan keduanya?" tanya mama Sky.
"Semuanya kondisi baik tante, bahkan papa Saga sangat bahagia bisa dipertemukan dengan Saga," ucap Senja.
"Terus bagaimana bisa mereka bertemu? bukankah sangat ketat neneknya Saga," ucap mama Sky bertanya.
"Kita di bantu oleh istrinya Tante, istrinya memang hari itu jadwalnya memeriksa kandungan, sehingga pas buat pertemuan hari itu, tidak berlangsung lama sih hanya setengah jam saja," ucap Sky membantu menjawab.
"Wah, syukurlah kalau semua berjalan dengan baik, artis sebelum keberangkatan kita ke Paris nantinya, bisa membuat Saga kembali semangat," ucap mama Sky sambil melihat Saga dari kejauhan.
"Saga sangat bahagia Tante atas pertemuan mereka, bahkan kedua seakan tidak mau berpisah," ucap Senja mengenang hari itu.
__ADS_1
"Iya ma, kami sangat terharu dengan pertemuan keduanya, meskipun demikian keduanya sudah bahagia sudah bertemu sekian bulan lama tidak berjumpa," ucap Sky mengenang hari itu.
Percakapan pun terputus, karena Saga dan si kembar lapar. Mereka pun mencari makanan di sekitar arena permainan tersebut.
Saat sedang menikmati makanan tersebut, datanglah mama Andara melabrak meja mereka.
"Senja, kapan kamu kembali ke Paris? jangan muncul lagi di hadapan anak ku, aku sudah muak dengan semua itu," ucap mama Andara.
" Maaf tante, saya tidak ada urusan sama sekali dengan Andara, Tante lihat sendiri aku berjalan dengan keluarga ku, jadi jangan memarahi di tempat ramai," ucap Senja menjawab.
"Kamu sudah pintar menjawab sekarang ya, kamu pikir, kamu siapa bisa menjawab semua pertanyaan ku?" ucap mama Andara dengan bermuka kesal.
"Saya harus jawab, karena saya tidak berbicara dengan Andara, Tante yg telpon saja istrinya atau apa? Tante bisa pergi nggak, keluarga ku saat ini mau makan," ucap Senja dengan nada kesal.
"Oke aku akan pergi, tapi jika nantinya kamu masih berhubungan dengan Andara, aku sendiri mama nya yang akan buat perhitungan dengan kamu,," ucap mama Andara menunjuk-nunjuk Senja di depan banyak orang.
Orang yang berada di Restoran tersebut memandang Senja sesaat.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang," tanya mama Sky.
"Tidak ma, aku dalam keadaan baik kok tenang saja," ucap Senja memberikan senyuman pada mama Sky.
Sky hanya membantu menutupi wajah sedihnya Senja. Sebab Senja tidak ingin jika merepotkan siapapun. Karena itu Sky memberi kode pada mama nya agar menemani Saga saja.
Karena hal itu lah mama Sky pergi dan meminta Senja untuk tenang. Ternyata Senja tidak ingin di tampakkan kesedihannya.
Setelah selesai Senja pun pamit ke kamar mandi terdekat, Sky pun berkata.
"Senja, aku akan menemani mu ya," ucap Sky sambil tersenyum.
"Baiklah, tapi kenapa kamu mau mengikuti ku?" tanya Senja sambil berjalan menuju kamar mandi terdekat.
"Aku tidak mau terjadi apapun dengan mu, jika itu terjadi sungguh aku terluka,," ucap Sky kembali tersenyum.
"Baik, aku tidak akan pergi kemana pun, kami tunggu nya di luar nantinya," ucap Senja.
"Iya kah masa' aku nunggu di dalam bisa di demo aku," ucap Sky tertawa.
__ADS_1
Senja pun ikut tertawa di saat Sky tertawa, Sky pun memandang tawa Senja, hingga perkataan tersebut keluar dari mulut manisnya.
"Senja, kamu cantik kalau tertawa, bisa kah ini pertahankan sampai kapan pun," ucap Sky sambil memandang Senja.
"Kamu kenapa memandang ku begitu sih Sky? aku kan jadi malu jadi nya," ucap Senja menundukan wajahnya.
"Hihi, maaf Senja, aku tidak bermaksud begitu kok, maaf ya," ucap Sky tersenyum.
"Oke deh, sudah sampai sekarang, kamu tunggu di sini saja ya,," ucap Senja.
"Oke Senja, saya tunggu di sini ya," ucap Sky menjawab dengan senyuman.
Senja pun masuk ke kamar mandi, Sky menunggu di luar, dering ponsel nya berbunyi sehingga dia memiliki kesibukan untuk bicara dengan orang yang di dalam panggilan tersebut.
Setelah beberapa lama Senja pun keluar, kali ini Senja yang menunggu Sky yang masih menelpon, mereka pun berbicara saat perjalanan dan tertunda ketika Saga memanggil keduanya.
"Mama Senja, ke sini dong temani Saga bermain, mau sama mama juga jangan sama Oma terus," rengut Saga pada Senja.
"Baik sayang, kita bermain di wahana itu bersama hayo kalau begitu"ucap Senja mengajak Saga.
Saga menggandeng tangan Senja, Senja menatap sebentar Saga dan mencium kening nya seperti anaknya sendiri.
"Mama Senja, boleh kok mencium ku saat ini karena Saga masih kecil kalau sudah besar Saga tidak mau pasti nya," ucap Saga tersebut.
"Haha, dasar Saga jual mahal sama mama ya," ucap Senja mencium kening Saga.
"Ya, karena mama kaya, tidak apa-apa sih?" ucap Saga dengan gelak tawa nya.
Mendengar hal itu semuanya pun tertawa hanya satu orang yang malas membalas candaan Saga.
"Senja, hanya milik Om Sky, bukan untuk Saga," ucap Sky menjulurkan lidahnya.
Sky dan Saga pun saling kejar, sedangkan Senja tersenyum dan tertawa melihat tingkah keduanya. Mama Sky yang melihat hal itu merasa bahagia dengan yang dilihatnya.
🍁🍁🍁
Like dan comment ya🤭
__ADS_1
Bersambung 🤭