Dermaga Senja

Dermaga Senja
Putus


__ADS_3

Senja dan suaminya kembali beraktivitas biasa. Namun, di hari itu berbeda dari biasanya. Andara jatuh pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit terdekat dari apartemen mereka.


"Dok, bagaimana keadaan suamiku? Sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya?" ucap Senja penuh dengan kekhawatiran.


"hanya kelelahan saja, semoga besok sudah bisa kembali ke rumah" ucap dokter.


"Ya Tuhan sayang... kamu kenapa bisa jatuh sakit, sudah pernah aku bilang makannya jangan telat, sejak aku tidak cerewet lagi makannya suka telat" gumam Senja dalam hati.


Senja pun beristirahat diruangan tersebut, karena Senja memesan ruangan VIVP agar dia bisa istirahat juga. Karena Senja telat makan dia pun jatuh sakit, namun Senja tetap saja merawat suaminya malam itu dengan bantuan obat yang diberikan oleh dokter Senja bisa bertahan sampai larut malam.


Di pagi harinya...


Andara sudah kembali sadar, namun didampingi tidak ada istrinya. Andara pun memencet tombol dengan sigap perawat datang menemuinya.


"ada yang bisa kami bantu Pak, Bapak sudah boleh pulang hari ini" ucap perawatan tersebut.


"terima kasih dokter tapi dimana istri saya " ucap Andara panik.


"istri bapak semalaman penuh menjaga Bapak hingga dia pun pingsan dan sekarang berada disamping bapak, silahkan dilihat.


Seketika Andara membuka tirai yang menutupi keduanya. Andara pun memeluk istrinya. Dia pun bertanya ke perawat tersebut.


"kalau boleh tahu penyakit apa yang di derita istri saya dok" ucap Andara sambil menangis.


"sepertinya masuk angin sih yang saya dengar dari dokter, tapi jika lebih jelas silahkan nanya dokter yang jaga nanti. saya izin permisi ya Pak" ucap perawat tersebut.


"baik terima kasih atas pelayanannya" ucap Andara.


"sayang, aku salah atas semua ini. Kenapa aku telat makan dan tidak mendengar omelanmu, aku benar-benar hilang arah sejak kamu tidak cerewet lagi, aku rindu dengan kebawelanmu sayang" ucap Andara sambil memeluk istrinya.


Andara tidak ingin jauh dari istrinya, saat dia menangis. Dering ponsel Senja berbunyi...


"Hallo Ma..." ucap Andara.


"kamu sehat sayang... bukannya kata Senja kamu sakit" ucap Mama Andara.


"Andara sudah baikan ma, sekarang terbaring sakit malah Senja.," ucap Andara memperlihatkan wajah sedihnya.


"gimana ceritanya sih sayang, kamu bisa pingsan gitu" ucap Mama marah.


"ini semua salah Andara ma, baik Andara akan ceritakan semuanya" ucap Andara.

__ADS_1


Andara pun menceritakan semua kejadian tersebut. Sehingga membuat Mama Andara marah dengan dirinya.


"Sayang,,, Senja itu hidup yatim piatu jika dia sifat tegas emang begitu watak anak yang mandiri... justru kamu beruntung mendapatkan wanita yang tidak manja malah dia direktur sebuah perusahaan besar di Indonesia.. Jadi mama berharap kamu jangan lagi buat dia kesal, Senja melakukan nya karena dia merasa kamu itu suaminya.. bukankah yang namanya menikah harus saling berhubungan baik satu sama lain.. jadi jika kami tidak suka dengan sesuatu yang dilakukan istri mu maka katakan jangan lari dari masalah" ucap Mama Andara mengomelin dengan panjang lebar.


Mama pun mematikan panggilannya karena ada pekerjaan yang ditinggalkannya. Andara dapat pesan dari mama nya untuk menjaga senja.


"emang semua salah aku, udah tahu kalau Senja tidak boleh kecapean, tapi masih saja aku tidak menurut kemauannya"gumam Andara terus menerus pada dirinya.


Andara pun mandi dan berpakaian rapi karena saatnya dia yang mengurus istrinya. Namun, setelah beberapa jam kemudian Senja bangun dari istirahat nya.


"Sayang... kami sudah sehat" ucap Senja melihat suaminya yang kini berada di depan matanya.


"iya sayang tadi pagi aku udah sehat, saatnya kami yang aku jaga" ucap Andara.


"aku lelah saja sayang... kalau gitu boleh kan kita beres-beres sekarang" ucap Senja ingin berdiri dari kasurnya.


"tunggu sayang.. aku panggil dulu dokternya, kamu jangan sembarang turun dulu" ucap Andara sambil memencet tombol tersebut.


"baiklah sayangku.." ucap Senja sambil memonyongkan bibirnya.


Dokter pun segera menemui kamar pasien tersebut....


'"istri anda sudah boleh pulang tapi harus melakukan pemulihan di rumah, jangan stress dan capek, untuk sementara istirahat dulu" ucap dokter tersebut.


Senja pun hanya mengangguk atas pesan dari dokter tersebut.


"dengarkan saya apa kata dokter tadi" ucap Andara pad istrinya.


Keduanya pun membereskan barang-barang pribadi selama di Rumah Sakit.


"sayang, kamu sudah pesan taxi kan" ucap Senja pada suaminya.


"sudah sayang.. tenang semuanya aman" ucap Andara.


Keduanya pun menaiki mobil tersebut. Senja pun tiduran disamping suaminya. Karena kondisi Senja masih lelah pasca sakit yang menimpanya.


Ditempat berbeda....


Jeni pun menjalani aktivitas nya seperti biasa. Dia melakukan apa yang dia sukai bahkan Tara tidak dipedulikannya sama sekali. Padahal dulu Jeni sangat menempel dengan Tata. Berbeda sekarang sejak Tara mengungkapkan perasaannya saat bersama Jeni. Membuat Jeni menyalahkan dirinya sendiri. Hingga Jeni belum mau bicara dengan Tara. Namun, Tara sangat tersiksa dengan sikap Jeni tersebut. Sehingga memaksa Tara untuk menarik tangan Jeni dengan keras.


"sayang please kita harus bicara" ucap Tara.

__ADS_1


"saakit... iyaa...iyaa kita bicara tapi tanganku jangan di tarik" ucap Jeni merasa kesakitan disaat Tara menggenggam tangannya.


Jeni pun mengikuti langkah Tara...


"sekarang kita bicara mau mu apa sekarang, aku janji aku menuruti semuanya?" ucap Tara dengan penuh kekesalan.


"untuk sementara kita break saja dulu, fokus dengan kuliah masing-masing" ucap Jeni dengan nada serius.


"apaa??? break?? Jane, gue tahu salah.. Minta maaf tapi kita break udah berlebihan, kita hanya kurang komunikasi saja sayang" ucap Tara membujuk.


"mungkin dengan kita break sementara, bisa menenangkan pikiran kita" ucap Jeni.


"nggak bisa gue terima, putus dari loe, gue cinta sama loe, gue sayang sama loe, bagaimana bisa gue bisa hidup tanpa perhatian dari loe Jen" ucap Tara kesal dengan dirinya.


"maaf Tara untuk sementara itulah keputusan yang bisa kita ambil, jadi ikhlaskan saja aku. Jika kita punya kesempatan kembali mungkin itu sudah takdir" ucap Jeni meninggalkan Tara.


"aku tidak bisa menerima nya Jen, Jen kita bicara kan beri aku kesempatan untuk berbicara pada mu" ucap Tara sambil memegang tangan Jeni untuk menyelesaikan permasalahan mereka.


"Baiklah.. sore ini di tempat restoran Citywork kita ketemu sore ini, kita akan bicarakan semuanya" ucap Jeni.


"Baik., kita bertemu di Citywork" ucap Tara.


Beberapa Jam kemudian..,


"Kamu sudah memesankan makanan" ucap Tara.


"iyaa aku pesanku sesuai selera" ucap Jeni berbicara ketus.


"Jen, cerita kan semuanya yang terjadi padamu saat kamu menghilang agar aku bisa menerima semua keputusan mu" ucap Tara.


Jeni pun menceritakan semuanya hingga dia mengurung diri beberapa hari tanpa bicara dengan siapapun untuk introfeksi dirinya.


"Baik Jeni, aku akan menerima keputusan kita untuk break. Tapi aku berharap suatu saat nanti kita bisa balikan" ucap Tara menyelesaikan makannya dan dia pergi pamit duluan.


Setelah obrolan tersebut keduanya tampak diam membisu satu sama lain. Tampak cinta itu pudar sementara...


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


Bagaimana kelanjutannya??


Like and comment ya☺️

__ADS_1


__ADS_2