Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 9- Go To Spirit


__ADS_3

Awan tidak mendukung pagi ini, membuat seorang wanita harus mencari tempat berteduh. Ya wanita itu adalah Senja. Sore itu, Senja meminta izin kepada Pak Leri yang selalu menjaga nya ingin jalan-jalan sekitar taman kota yang dekat dengan perumahan elit. Namun, cuaca di hari itu tidak mendukung.


Takdir berkata lain, disaat hujan makin deras datanglah seorang laki-laki menepi kan motornya untuk berteduh. Laki-laki tersebut teman masa kecil Senja, bernama Asanka Famelka keluarga konglomerat pembuat parfum ternama di kota tersebut. Namun, karena Elka tidak suka berpenampilan seperti orang kaya kebanyakan dia pun menampilkan gaya misterius tapi tetap cool.


Di tempat itu Elka dan Senja tidak saling bertegur sapa, dikarenakan satu sama lain belum mengenal lebih jauh. Namun, desiran hati Elka berkata ketika memandang sosok wanita disamping mengingatkan padanya pada sosok cinta monyet nya.


Yaa Elka menyukai Senja sejak kecil, namun karena kejadian kecelakaan tersebut Elka tidak pernah bertemu dengan Senja. Ketika dia mau mendekati, suara handphone berdering.


"Hello, yaa ma. Ada apa sekarang kondisi hujan deras Elka belum bisa pulang?" ucap Elka mengangkat panggilan tersebut.


Telepon pun ditutup dengan cepat karena Elka mau bicara pada wanita tersebut. Ketika berbalik badan, dia tidak menemukan wanita tersebut.


"Argh takdir telah memainkanku, sampai hari ini pun takdir tidak berpihak padaku," (gumam Elka dalam hati).


Hujan pun reda, cahaya langit menampilkan keindahannya. Elka pun melanjutkan perjalanannya, karena langit sudah menampakkan keceriaannya.


***


Senja pun sampai rumah, mandi dan siap sarapan serta langsung tidur karena kelelahan berjalan dan kehujanan.


Senja pun merapikan kamar tidurnya, dan langsung saja rebahan dengan lega nya.


"Hujan hari ini sungguh deras banget, hingga aku basah kuyup, tapi sosok laki-laki tersebut sepertinya aku mengenalnya, tetapi dimanakah aku mengingatnya," gumam Senja mulai berpikir.


Saat berpikir itulah Senja langsung tertidur dalam mimpinya.


Ditempat lain dan waktu yang bersamaan..


"Elka, kamu sudah persiapkan untuk sekolah besok. Ingat ya, mama tidak mau kamu main-main lagi di sekolah. Mama mau, kamu beneran fokus sekolah" teriak mama pada Elka.


"Okey my mom, I'm promise," ucap Elka membalas teriakan mama nya.


Elka pun rebahan ke kamarnya, dan memikirkan wanita tersebut. Elka merasa mengenali sosok wanita tersebut, bahkan Elka pun merasa kalau wanita itu mengenalkan sangat lama. Akan tetapi, Elka lupa dimana dia mengingat momen tersebut.


Elka pun terlelap dalam tidurnya, dia tidak mau berpikir terlalu jauh.

__ADS_1


"Argh, sudahlah jika takdir maka kami akan dipertemukan kembali," gumam Elka dalam hati dan lelap tidurnya.


*****


Pagi pun menjelang, suasana hiruk pikuk dan padat jalan lalu lintas, tanpa terkecuali Senja dan Elka di dalam jalan tersebut. Sehingga Elka meminta supirnya untuk berhenti di jalan, dan dia pun menelpon temannya untuk di antarkan motor.


Benar saja dalam hitungan menit, motor tersebut telah berada di pinggiran jalan dekat dengan mobil Senja.


Saat ingin mengendarai motor tersebut, Senja membuka kaca mobilnya.


"Eh kamu, hayoo kita pergi bersama ke sekolah, sepertinya aku mengenalimu," ucap Elka langsung menyapa.


"Ehm emang kamu mengenali ku satu sekolah dari mana," ucap senja balik bertanya.


"Hayoo ikut aku, aku mengenalimu dari seragam sekolah yang kita pakai," ucap Elka menjelaskan.


"Wait, " ucap Senja.


Senja meminta izin pada Pak Leri, untuk dengan pria tersebut. Pak Lerien mengizinkan dengan catatan Senja harus menghubungi nya jika sampai di sekolah. Senja pun mengiyakan perkataan Pak Leri.


"Lihat anak ganteng di sekolah kita lagi," ucap sosok wanita lainnya.


Semua wanita di sekolah tersebut heboh dengan kehadiran Elka. Senja pun menghilang secara tiba-tiba, tanpa berterima kasih padanya.


"Uuh dasar cewek pergi begitu saja, apakah dia takut jika nanti pacarnya tahu? makanya pergi saja tanpa pamitan terlebih dahulu," ucap Elka ngedumel sendiri.


Saat Elka ingin meletakkan helm yang dipakai oleh Senja, Elka melihat secarik kertas di helm tersebut. Elka tersenyum dengan sikap Senja.


"Argh, wanita itu sungguh unik, apakah dia sosok wanita masa kecil ku dulu?" ucap Elka bertanya dalam hatinya.


Bel pun berbunyi, semua siswa kembali ke kelasnya masing-masing.


Sesampainya di kelas Elka memperkenalkan dirinya. Aktivitas pembelajaran dilakukan seperti biasanya. Namun, para siswa wanita sibuk melihat sosok baru di depan mereka.


Di ruangan OSIS.

__ADS_1


Andara sibuk mengkonsep buat laporan Pensi, karena konsep tersebut akan diminta oleh Pak Henson Kepala School Internasional. Dengan ide yang diberikan oleh Senja, membuatnya semangat membuat laporan tersebut.


Go to Spirit Andara.


Namun, ditengah keasyikan membuat konsep Pensi. Suara Handphone berbunyi.


"Hello, Andara. gue mau bicara sama loe, apakah memiliki waktu dan ini tentang Pensi?" ucap Dara Anjana.


Mendengar kata Pensi, sontak Andara mengangkat dan berbicara di telpon sama Dara Anjana.


Banyak hal yang dibicarakan Dara Anjana, hingga mereka tidak merasa 1 jam pembicaraan tersebut. Dan Andara mulai bosan, karena pembicaraan berubah menjadi ghibah (namanya juga wanita, dimana ada mereka ada saja yang dibicarakan😁).


"Dara, gue tutup dulu yaa telponnya. Thanks you atas bantuannya, karena gue harus menyelesaikan laporan ini untuk diberikan kepada Pak Henson," ucap Andara.


"Baik, kalau bisa mau lanjut diskusi kita bicarakan lagi ya di sekolah" ucap Dara Anjana.


"Okey, " ucap Andara menutup panggilan telpon tersebut.


Sebenarnya andara wanita yang cerdas bahkan di kelasnya, dia peringkat pertama dan wanita tercantik di kelasnya. Namun, lamunan Andara tidak jauh dari wajah Senja yang menghiasi hari-harinya.


Wanita yang berharga dalam berbagai kondisi mampu meluluhkan tembok es dingin milik Andara.


"Argh apakah aku sudah jatuh cinta sama Senja?. Tapi, jika aku mengatakan cinta tidak mungkin Senja akan menerimanya," gumam Andara pada dirinya.


Karena tanggung jawab Senja lebih besar dari yang diduga. Meskipun badannya lemah, namun kecerdasan mengambil keputusan serta kejernihan pikirannya itulah yang harus mengambil kebijakan untuk para karyawan yang bernaung pada keluarga Senja. Ya, karena kepribadian Senja yang luar biasa itu membuat Andara makin cinta kepada Senja.


Andara pun menghentikan lamunannya dan menyelesaikan laporan tepat waktu.


"Argh, lanjut buat konsep lagi deh, tapi tadi kok aku mendengar Senja boncengan dengan siswa baru ya, apakah benar demikian?" ucap Andara bergumam sendiri.


Saat dirinya tengah melamun, datang Heri membantu Andara menyelesaikan konsep tersebut. Meskipun Heri hanya membantu melihat saja dan berkomentar sedikit.


Hingga sore pun menjelang dan malam pun hening dengan kerinduan bulan pada bintang yang bersinar.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2