Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 25- Proyek bersama (2)


__ADS_3

Senja dan teman-teman pun kembali beraktivitas seperti biasa. Proyek yang mereka lakukan tetap dijalankan meskipun tugas yang lain sudah menumpuk.


"Muka loe kenapa Jeni?" ucap Heri menghibur.


"Ngapain loe nanya-nanya gue, dekati noh Siska bukannya loe lagi pendekatan dengan dia," ucap Jeni.


"Ya ampun Jen, itu semua nggak bener tahu," ucap Heri berusaha menjelaskan.


"Tau ah gue kesal sama loe," ucap Jeni dengan wajah cemberut.


"Ciyeee ketahuan kan kalian itu sudah jadian dan sekarang berantem," ucap Elka.


Jeni pun pergi meninggalkan Heri apa lagi dia mendengar ucapan Elka makin kesal lah dengan tingkahnya.


"Heri, gue sebagai teman loe akan membantu loe," ucap Elka.


Heri hanya mengangguk mendengar ucapan Elka.


"Jenn, tunggu ada yang mau gue tanyakan dengan loe tentang proyek kita," ucap Elka.


Jeni pun menunggu Elka meskipun dia kesal. Dia tidak mau orang lain salah paham dengan sikapnya.


Jeni dengan Elka pun berbicara tentang proyek mereka. Dengan panjang lebar sehingga membuat Jeni tertawa di sela pembicaraan mereka. Meskipun di dalam pembicaraan mereka membahas proyek yang dijelaskan, Elka pun tanpa sengaja memberikan sebuah nasehat. Seolah nasehat tersebut untuk dirinya.


Bel pun kembali berbunyi, siswa memasuki kelas masing-masing.


"Andara tolong bantu Ibu menyalakan LCD," ucap Bu Rina.


" Baik bu," ucap Andara.


Ketika Andara kembali ke tempat duduknya, dia tidak menemukan Senja. Namun, Bu Rina langsung menjelaskan bahwa Senja tidak bisa hadir sampai jam usai dikarenakan ada urusan yang mendesak. Andara mendengar hal itu hanya menggeleng-geleng paham atas penjelasan Bu Rina.


"Pasti masalah perusahan nie," gumam Andara dalam hati.


Andara pun kembali berfokus pada slide yang ditampilkan Bu Rina, semua yang berada di ruangan tersebut mendengar segala penjelasan dari Bu Rina.


Hingga jam bel kembali berbunyi pertanda kelas berakhir.


Heri dan Jeni masih terlihat berantemnya, hingga Elka mendekatkan keduanya.

__ADS_1


"Udah berantemnya, baikan lagi atuuh, itu semua salah paham Jen, kita hanya bercanda saja lagian kalau kalian saling suka yaa harus saling percaya dong, bukan malah begini kan jadinya," ucap Elka pergi meninggalkan kedua nya.


Keduanya pun terdiam hampir setengah lorong kelas. Heri pun menarik tangan Jeni ke arah belakang kelas.


"Jeni, maafin aku itu semua salah paham," ucap Heri meminta maaf.


"Nanti aku pertimbangkan lagi, kita pulang saja aku lelah," ucap Jeni pergi meninggalkan Heri.


Keduanya pun terpisah dengan mengendari kendaraan masing-masing.


"Argh, baiklah biar dia berpikir sendiri dan memaafkan aku," ucap Heri menghela nafas.


Jeni pun mulai berpikir tentang hubungan mereka. Jeni sangat menyukai Heri, jadi Jeni mulai menemukan solusi dari permasalahan mereka.


"Aku tidak boleh serta merta menyalahkan Heri, benar kata Elka itu hanya kesalahpahaman saja," ucap Jeni bergumam dengan dirinya sendiri.


Sesampainya di kamar dia pun melepas pakaiannya dan mandi, setelah itu dia pun rebahan dan kembali berpikir untuk berbicara dengan Heri.


Saat Jeni memegang ponsel, dering telpon berbunyi.


๐Ÿ“ž"Jeni, maafi aku ya sayang," ucap Heri.


๐Ÿ“ž"Ehm, lihatlah besok deh, semoga hati ku mau memaafkan mu," ucap Jeni gengsi mengatakan bahwa hatinya sudah baikan.


Panggilan pun terputus.


ย 


Di waktu yang sama namun ditempat yang berbeda.


Senja memimpin rapat karena hal mendesak terjadi di perusahaan. Komputer perusahaan di serang virus, dan yang bisa mengatasi adalah Senja. Ya Senja mengetahui ilmu penghackeran, dulu waktu kedua orangtua masih ada. Senja belajar tanpa diketahui oleh orangtuanya, hingga pernah membuat orangtua nya curiga hal apa yang dilakukan oleh Senja dikamar.


Senja pun membantu membereskan dalam waktu lima menit. Senja pun langsung menghilangkan semua virus tersebut. Semua karyawan bertepuk tangan atas ketanggapan Senja. Bahkan orang-orang yang membencinya di perusahaan tersebut hanya terdiam melihat hal itu.


Perusahaan pun kembali ke semula. Berjalan seperti biasanya, namun tak berapa lama dia menyelesaikan masalah perusahaan.


"Argh lega juga masalah perusahaan akhirnya terselesaikan," ucap Senja menghela nafas.


Saat Senja duduk, dia merasa badannya kurang sehat. Sehingga dia meminta sekretarisnya untuk segera menghubungi Pak Leri. Pak Leri pun dengan sigap membawa Senja bersama sekretaris ke dalam mobil.

__ADS_1


Pak Leri pun menjalankan mobilnya menuju Rumah Sakit Syifa yang dituju karena dekat dengan perushaannya.


Senja pun diperiksa oleh dokter. Dan menjelaskan bahwa Senja harus istirahat, mungkin karena efek stress yang dialaminya sehingga membuat tubuhnya down.


"Senja, Pak Leri sarankan beberapa hari ini istirahat saja. Jangan memikirkan tentang perusahaan ataupun Sekolah," ucap Pak Leri.


Senja pun hanya mengangguk mendengar nasehat Pak Leri. Pak Leri sudah di anggap sebagai ayah angkatnya, meskipun demikian Pak Leri tidak merasa begitu karena tidak sepadan dengan yang dilakukan oleh keluarga Senja.


Bahkan hingga sekarang Senja sudah membantu perekonomian keluarganya hingga menyekolahkan anak-anaknya yang membuat pak Leri merasa memiliki hutang budi yang besar kepada keluarga Senja.


Senja pun beristirahat untuk menenangkan pikirannya dari perusahaan dan sekolah.


ย Setelah sehari di Rumah Sakit Syifa. Senja diperbolehkan oleh dokter untuk kembali ke rumah.


Tiba di rumah Senja langsung memasuki kamar. Dan di kamar nya sudah disediakan yang dibutuhkan Senja.


"Terima kasih ya Bik Rina, " ucap Senja.


"Sama-sama Neng Senja, " ucap Bik Rina.


Senja senang banget dipanggil Neng, karena seolah-olah dia masih anak kecil. Senja pun hanya bisa tersenyum.


Dering ponsel pun bersuara denga kerasnya. Ternyata teman-temannya Dara, Elka, Andara, Jeni dan Heri melakukan video call dengan Senja.


Mereka pun menanyakan keadaan Senja dan membicarakan tentang proyek mereka. Di Sela pembicaraan mereka ada canda tawa, siapa lagi yang bisa mencairkan suasana dia lah Elka.


Hingga membuat percakapan di video call sudah lama 2 jam. Senja pun berpamitan dengan teman-temannya lebih dulu karena harus beristirahat dan mengingatkan kembali untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Senja.


Percakapan di video call selesai. Semuanya terlelap dalam aktivitas masing-masing.


Saat Senja hendak tidur, datang dering ponselnya dari nomor yang tidak dikenal. Senja ingin mengangkat tapi tidak jadi, sehingga beberapa menit kemudian ada pesan masuk.


Senja terkejut dengan pesan tersebut, dia merasa bahagia bisa menemukan sahabat masa kecilnya. Meskipun Senja sudah lupa, setelah malam itu nomor ponsel tersebut tidak di save oleh Senja. Sehingga dia lupa mengingat sahabat masa kecilnya.


Senja dalam mimpi.


Senja kembali bertemu dengan kedua orangtuanya, Senja memeluk dan mencium keduanya. Orangtuanya pun seperti itu, Senja bahagia bisa melihat orangtuanya dalam mimpi, walau hanya dalam mimpi pun membuat Senja bahagia.


"Hooaam," ucap Senja bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Semalam kembali bermimpi bertemu papa dan mama, mereka pasti merindukan ku, argh yang merindukan mereka hanyalah aku, semoga papa dan mama selalu sehat," ucap Senja sambil mengucek matanya yang bersiap mandi dan sarapan pagi.


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


__ADS_2