Dermaga Senja

Dermaga Senja
Pertengkaran


__ADS_3

Dara dan Elka bahagia karena mereka di anugerahi anak yang masih dalam kandungan.


"sayang.. aku bahagia banget atas kehadiran baby kita, kamu baik-baik yaa sayang di sana.. mama dan papa, akan selalu menjagamu" ucap Dara.


"iyaa sayang... kita akan selalu menjaga baby kita dengan baik, kita video call dengan mama ku Yook" ucap Elka.


"Hay mom... ada berita bagus nie.. mom mau denger nggak" ucap Elka tersenyum.


"apa sih sayang? jangan buatmu mama penasaran, nah mama berhenti dulu dari kerjaan mama, tapi kabar kalian gimana? gimana dengan kuliah kalian?" ucap Mama Elka nanya panjang lebar.


"iih mama malah nanya yang lain" ucap Elka dengan muka masam.


"heheh... Alhamdulillah kami baik semua kok mom.. maaf ya mom kalau Elka masam.. kabar baiknya aku sekarang lagi hamil 2 minggu' mom" ucap Dara sambil memegang perutnya.


"waah berita bagus nie... tapi mama nggak bisa lihat proses kalian menjaga cucu mama dong.. tapi nggak apa-apa nanti mama kirim yaa obat-obat herbal buat Dara agar janin nya kuat" ucap Mama Elka ikut bahagia.


"oke mom.,terima kasih" ucap Dara.


"Dara dan Elka... mom tutup dulu yaa sayang.. ada pegawai masuk ke ruang mama" ucap Mama Elka sambil melambaikan tangan.


"sayang kita hubungi mama dan papa kamu ya" ucap Elka bahagia.


"nanti saja sayang.. sekarang kita siap-siap kuliah Yook" ucap Dara sambil membereskan sarapan mereka.


Setelah selesai keduanya pun berangkat menuju bis masing-masing ke kampus. Karena keduanya berbeda mengambil kampus, Dara mengambil jurusan desainer sedangkan Elka mengambil jurusan manajemen. Namun, keduanya tetap saja Akir ketika diskusi.


Di Malaysia....


"sayang... aku kangen bisa nggak kita ketemuan aku bosen nie" ucap Siska menelpon Heri.


"kamu ke sini saja sayang.. aku sudah share lock yaa... aku tunggu kamu disini" ucap Heri.


Heri pun meneruskan keahliannya menjadi fotografer. Sebenarnya jurusan kuliah Heri adalah manajemen tidak nyambung dengan hobinya. Namun hanya jurusan itu yang bisa mendapatkan beasiswa penuh dan lagian juga Heri pinter dalam hal itu.


Siska pun segera menyusul menemui Heri, karena sudah sebulan dia tidak bertemu dengan Heri fokus dengan ujiannya.


"Hallo sayang... aku sudah dilokasi kamu dimana?" ucap Siska sambil menoleh ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Heri.

__ADS_1


Heri pun melambaikan tangan ke Siska....


Siska pun langsung memeluk Heri, karena Heri tahu kebiasaan pacarnya jadi kamera sudah dilepaskan dari tangannya. Jika setiap bertemu Siska pasti memeluk, itu hal yang lumrah bagi Siska. Karena bagi Siska ketika dipeluk dirinya merasa nyaman.


"sayang dilihat sama orang.. malu argh... ayok duduk, aku sudah siapkan untuk kamu duduk dan silahkan pesan makanannya kalau kamu lapar" ucap Heri.


"Baik sayang... tapi kok kamu cuma minum air putih saja... emang nggak sempat makan apa?" ucap Siska bertanya.


"tadi di rumah sudah makan sayang.. meja ini baru saja aku pesan.. karena kamu mau kesini, kan biasanya kalau kamu lagi gambut makan kerjaanmu" ucap Heri sambil tersenyum Siska penyuka makanan ngemil.


"yaa sudah aku pesan makanan... tapi kamu harus makannya yaa...kalau ngga makan aku ngambek" ucap Siska sambil memberikan menu ke pelayan restoran.


"iyaa sayangku..." ucap Heri sambil mencubit pipi Siska.


Heri pun kembali memoto, saat dia berbalik arah Siska malah memeluknya dari belakang.


"sayang sudah dong meluknya... malu loe" ucap Heri berusaha melepaskan pelukan Siska.


"sebentar saja sayang... aku lelah dengan rutinitas ku selama sebulan, untung ada libur selama 3 hari... sayang aku nginap di apartemen mu yaa" ucap Siska.


"hehe nggak bisa sayang... di apartemen aku bersama dengan temanku.. jadi mana bisa ngajak kamu..." ucap Heri.


"jangan sayang... aku sudah janji dengan papa mu untul menjaga dan tidak menyentuh mu sebelum kita menikah.. begini saja, jika kuliahku selesai aku jemput kamu.. lalu kita jalan-jalan, gimana mau nggak?" ucap Heri memberi solusi ke Siska.


"oke setuju... janji yaa sayang... kalau kamu sibuk kira-kira hukumannya apa?" ucap Siska.


"terserah kamu saja hukumannya sayang.. yang pasti aku berusaha menepati janjiku" ucap Heri.


Keduanya pun bersenda gurau, setelah selesai mereka pun makan bareng. Meskipun Heri tidak suka, masih saja disuapi Siska agar Heri makan. Karena Heri tipekal orang yang nggak terlalu suka makan, dia akan makan ketika merasa dirinya lapar. Berbeda dengan Siska, selagi belum kenyang makan saja terus. Meskipun Siska sering ngemil tubuhnya tetap saja ramping seperti biola berdawai.


 


"sayang..." teriak Tara dalam mimpi.


"kenapa sampai sekarang Jeni tidak bisa dihubungi, kemana kabarnya sebaiknya aku telpon orangtuanya saja" ucap Tara.


Tara pun menghubungi orangtua Jeni, dan benar dugaan Tara saat ini Jeni ingin menyendiri tidak ingin berbicara dengan siapapun. Tara merasa bersalah atas perbuatannya.

__ADS_1


"aku juga tidak bersalah atas semua ini, lagian kenapa coba Jeni masih teringat dan menyebutkan Heri di depanku yang jelas-jelas pacarnya" gumam Tara kesal dengan dirinya sendiri.


"ehm menyendirinya sudah cukup saatnya besok cuti kuliah sehari saja deh... atau kuliah masuk dengan diam-diam saja, good besok aku harus ganti penampilan saja" gumam Jeni dalam hati.


Keesokan harinya....


Jeni tampil berbeda dengan memakai rok panjang dan memakai kaos panjang serta bertopi dan bermasker, meskipun tidak akan dikenali Tara setidaknya bisa masuk ke ruang kelas dan duduk di depan, jadi bisa fokus ke perkuliahan.


Jeni pun berhasil tanpa ketahuan Tara....


Saat jam perkuliahan usai, Tara berkeliaran mencari Jeni. Karena temannya bilang Jeni memakai rok panjang ke kampus. Tara pun mencari ke ruang kelas, namun tidak menemui apapun.


Jeni yang melihat hal tersebut bergegas ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Saat keluar dari kamar mandi Jeni sudah berubah memakai gamis bercadar. Sehingga tidak berani diganggu siapapun. Meskipun dia gugup melewati Tara di sampingnya.


"untung saja lolos, bagus juga kalau aku tidak memakai kendaraan, saatnya menghubungi sopir papa" ucap Jeni sambil menelpon sambil berjalan.


Jeni pun berhasil keluar dari gerbang kampus dan masuk ke dalam mobilnya.


"kita mau kemana nona Jeni..." ucap sopir pribadi papanya.


"ke apartemen tempatku saja... aku mau fokus ujian, ohya Pak Melan apakah pesanku sudah dibelikan semua" ucap Jeni.


"sudah nona.. ada di bagasi belakang" ucap Pak Melan.


"oke terima kasih Pak Melan" ucap Jeni.


Beberapa menit kemudian...


"uuh bisa berhasil bahagia juga..." gumam Jeni langsung naik lift menuju apartemennya.


Setelah sampai dering ponselnya pun berbunyi...


"Yaa Hallo... ada apa?" ucap Jeni bicara datar.


"kenapa kamu menghindar menemui ku dan apa salahku?" ucap Tara bertanya.


"atas pertengkaran ini semua salahku, jadi Tara untuk saat ini kita introfeksi diri atas hubungan ini, aku tahu salah dan sudah meminta maaf, maka aku sudah memikirkan sekarang, saat ini aku fokus mau ujian jadi aku berharap kamu tidak menggangguku" ucap Jeni langsung mematikan panggilan tersebut.

__ADS_1


"aaaarghh...." ucap Tara teriak dengan kesalnya...


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2