
🍂🍂🍂🍂🍂
Pentas Seni di School Internasional berjalan dengan lancar dan baik. Semua siswa diberi waktu istirahat selama hari Jum'at, Sabtu dan Minggu oleh pihak sekolah.
"Elka, bangun sudah jam berapa ini? kamu nggak malu dilihat oleh Senja? ucap Mama.
"Argh, Mama suka bohong sama Elka. Kemarin-kemarin juga gitu cara bangunin Elka dengan menyebut Senja, tapi Senja nggak ada jangan gitu lah ma, aku nanti nggak percaya sama mama kalau mama begitu cara banguninnya," ucap Elka sambil mata masih terpejam.
Senja yang melewati kamar Elka. Sontak memberikan isyarat kepada Senja untuk kekamar Elka. Senja pun menghampiri isyarat yang diberikan oleh mama Elka. Senja pun berbicara dengan menyebut namanya Elka.
"Hai Elka, good Afternoon," ucap Senja dengan suara lantangnya.
Dengan sigap Elka langsung bangun dari tidurnya dan mengucek matanya ingin memastikan suatu tersebut. Ternyata benar suara tersebut wanita yang dicintai yaitu Senja. Belum selesai keterkejutan Elka, Bibi Sela memberitahu mamanya Elka untuk keruang tamu bersama Senja. Senja pun turun kebawah bersama Elka. Muka Elka langsung memerah melihat wajah yang senyum itu.
Betapa malunya diri ini jam 10.30 pagi masih dikamar, bisa-bisa dibilang laki-laki pemalas aku dimata Senja. Elka pum bergegas mandi dan bersiap-siap menemui orangtuanya dan Senja dibawah.
Senja memang disuruh Mama nya Elka untuk berkeliling rumah karena ada beberapa benda pemberian dari orangtua Senja ke orangtua Elka. Karena Senja dan Elka teman masa kecil.
Mama dan Papa Elka pun berbicara kepada Senja menanyakan kabarnya serta ingin mengetahui cerita lengkap keadaan keluarga Senja, hingga Senja menjadi yatim piatu. Di saat cerita, mereka tidak merasakan kehadiran Elka. Elka pun tanpa mengeluarkan suara langsung ikut nimbrung mendengar cerita Senja.
Tangisan, Emosi serta ketakutan ada pada keadaan hati Senja saat itu. Setelah Senja menceritakan semuanya mama Elka pun memeluk erat Senja.
"Om ada barang yang mau diberikan oleh Papa Senja kepada Om, Papa bilang barang ini tidak boleh dibuka oleh siapapun hanya Om yang boleh membukanya," ucap Senja.
Papa Elka pun menerima barang pemberian dari Papanya Senja. Betapa terkejut Papa Elka barang yang didalamnya berupa saldo rekening yang lumayan besar. Di sana terdapat tulisan "Terima kasih sahabatku telah membantuku ke dalam kesulitan, meskipun kau memberikan sebagai pemberian bukan hutang bagiku itu tetap dikembalikan ke hak nya," Papa Elka pun membacakan isi surat tersebut.
Senja pun menangis, betapa dekatnya kedekatan persahabatan papanya Elka dan papanya Senja. Setelah semuanya selesai, dering telpon pun berbunyi dari tas nya Senja.
__ADS_1
📞"Yaa Hallo, ada apa Pak Leri, semuanya amankah?" ucap Senja.
📞"Nona Senja, ada yang memaksa untuk bertemu Nona Senja. Saya sudah bilang Nona Senja tidak ada dirumah, dia terus saja memaksa masuk ke rumah," ucap Pak Leri.
📞"Coba berikan telponnya kepada orang tersebut, saya ingin bicara dengan orang tersebut," ucap Senja.
📞"Nona Senja, ingatkah sama saya. Saya Bibi yang mengasuhmu waktu kecil, meskipun tidak lama hanya 6 bulan," ucap Bibi Deta.
📞"Ya, saya ingat. Karena Bibi ada di foto ku waktu masih kecil, apa yang bisa saya bantu Bi Deta katakan saja," ucap Senja.
📞"Nona Senja, bibi mohon maaf sudah telpon dengan tidak sopan. Bibi meminta bantuan untuk membantu lahiran anaknya Bibi, kami tidak memiliki biayanya. Besok terakahir tenggang waktunya, bibi sudah bingung meminta tolong dengan siapa lagi non, padahal dulu bibi pernah berbuat jahat pada keluarga nona, karena hal itu lah bibi nggak berani meminta tolong," ucap Bibi Deta memohon.
📞"Begini saja, Bibi berikan nomor telpon dan Nama Rumah Sakit tempat anak Ibu lahiran. Besok saya akan langsung kesana atau nanti kami transfer, karena Senja sedang ada urusan,"ucap Senja menjawab.
📞"Baik, terima kasih Nona Senja atas bantuannya, semoga Tuhan membalas kebaikan Nona Senja, akan bibi kirim nama rumah sakit dan nomor rumah sakit," ucap Bibi Deta.
📞"Baik Nona Senja, akan saya berikan," ucap Bik Deta.
📞"Iya nona Senja, Pak Leri ke rumah sakit tersebut lihat apakah benar yang dikatakan beliau, dan langsung berikan uang pada rumah sakit, nanti saya menyusul jika itu benar," ucap Senja.
📞"Baik nona, akan saya laksanakan, saya tutup dulu," ucap Pak Leri.
Telpon pun terputus.
Bukan tanpa alasan Senja meninjau langsung lokasi yang mau dibantunya, karena dia pernah ditipu langsung percaya omongan orang lain. Dari hal itulah jika Senja ingin membantu, dia harus meninjau langsung tepat tersebut.
Senja tidak mengetahui ada sepasang mata yang mendengar percakapannya tersebut. Elka berdecak kagum dengan Senja. Bukan karena Senja baik hati saja, tapi memiliki instuisi yang tajam.
__ADS_1
Elka pun memanggil Senja, karena saatnya makan siang. Senja pun menghampiri mereka ke ruang makan. Senja pun merasakan kehangatan dalam keluarga Elka. Tanpa terasa air matanya jatuh. Mama Elka pun memberikan tisu kepada Senja.
"Senja boleh kok anggap Mama Elka sebagai Mama kamu, kamu kan seperti anak angkat bagi Mama. Atau Senja mau nggak mama angkat jadi anak angkat Mama," ucap Mama Elka tersenyum.
Senja pun tersenyum mendengar ucapan mama Elka. Elka pun membalas ucapan Mama yang membuat hatinya geram.
"Argh Elka nggak mau Senja jadi adeknya Elka. Elka mau Senja jadi istri Elka," ucap Elka sekonyong-konyongnya.
Sontak seisi ruangan ketawa mendengar ucapan Elka, karena bagi orangtuanya Elka terlalu sering mengucapkan hal tersebut sehingga dianggap lelucon oleh orang tuanya.
Senja pun tersenyum melihat kebahagiannya, hingga dia merasakan seperti kehadiran orangtua nya di meja makan.
Setelah selesai mereka makan, Senja pun membantu mencuci piring dengan mamanya. Mama Elka banyak bicara ketika mereka berada di dapur sehingga Senja tidak merasa sendirian.
Mama Elka banyak berbicara sehingga pekerjaan mencuci piring terasa sebentar, Senja pun di ajak melihat tanaman yang di rawat oleh mama Elka.
Elka yang melihat mamanya tertawa berkata pada papanya.
"Papa, istri kamu sejak kapan bisa tertawa lepas kayak gitu, biasanya jarang itu, papa sih jarang ngajak mama jalan-jalan," ucap Elka pada papanya.
"Justru karena kemauan mama itu berbeda Elka, kalau mama pengen jalan-jalan tidak mengenal waktu, hanya saja mama itu memang pengen punya anak wanita, lah kamu nya belum dapat pacar juga, kan setidaknya mama mu bisa bicara dengan calon kamu gitu," ucap papa.
Keduanya pun hanya menatap Senja dan mama Elka dari kejauhan.
🍂🍂🍂🍂🍂
Kebahagian itu dibentuk dan dibuat karena yang merasakan kita. (Untuk para pembaca, semangat ya)
__ADS_1