Dermaga Senja

Dermaga Senja
Ambang Batas


__ADS_3

Lia pun datang dengan wajah yang mengeksprikan luka yang sangat mendalam. Sehingga mama Andara merasa heran dengan wanita cantik di depannya.


"*Tante, turuk berduka cita yaa. Semoga Tante di karunia anak keturunan lebih baik dan banyak, dan perkenalakan saya Lia teman dekatnya Andara" ucap Lia dengn senyumannnya dan memeluk mama Andara.


"ohw baiklah... kamu sudah jauh-jauh ayoo ikut Tante" ucap Mama Andara*.


Senja yang melihat itu terpaku atas perlakuan mertuanya yang tidak ramah padanya hanya karena belum memiliki anak dari Andara. Senja hanya menahan sakit yang mendalam dihatinya.


Andara yang melihat istri sedih menghampiri dan berkata ;


"Senja *istriku, please jangan menangis, masih ada aku di sisimu, aku yakin kita bisa punya anak nantinya dan membuktikan pada mama" ucap Andara menghibur istrinya.


"terima kasih suamiku, aku izin ke kamar mandi dulu ya" ucap Senja*.


Senja pun ke kamar mandi, dan ternyata banyak hal yang dibicarakan oleh Lia dan mama Andara, semua hal tentang kebersamaannya dengan Andara di ungkapkan pada mama nya, dan dia mendengar sesuatu yang membuat hatinya sakit ;


"*Tante sebelumnya Lia meminta maaf dulu saya pernah menjadi pihak ketiga di pernikahan Senja dan Andara, namun sekarang saya sudah meninggalkan Andara, karena saya Andara pernah bertengkar dengan istrinya dan kita hanua berteman saja" ucap Lia.


"Kenapa kamu jadi pihak ketiga di pernikahan Andara dan Senja?" ucap Mama Andara serius.


"Aku menyukai Andara Tante, dia sangat baik kepada semua orang, menolong tanpa pamrih, dulu saya tipekal wanita yang tida percaya diri namun karena dorongan dari Andara sekarang aku sudah menjadi percaya diri" ucap Lia.


"Apakah kamu memiliki perasaan dengan Andara? katakan saja Tante tidak akan marah" ucap Mama Andara.


"iyaa Tante aku sangat menyukai Andara, tapi aku sadar Andara telah menikah jadi hanya bisa melihat nya dari jauh itu sudah cukup Tante" ucap Lia tersenyum.


"Mau kah Lia, menjadi istri ke-2" ucap Andara bertanya serius.


"selama dengan Andara aku mau Tante" ucap Lia melamun.


"istri ke 2 Lia, apakah mau?" ucap Mama Andara sambil memegang pundaknya.


"apaaa istri kedua Tante serius? apakah senja akan mengizinkan hal itu?" ucap Lia terkejut.


"Masalah itu bisa terselesaikan yang penting Tante punya kandidat untuk diperkenalkan dengan Senja nantinya" ucap mama Andara*.

__ADS_1


Keduanya pun membicarakan hal lain. Bahkan dari fashion dan dunia sosialita. Keduanya seperti mertua dan mantu begitu akrab dan nyambung satu sama lain.


Senja yang mendengar hal itu secara terang-terangan merasa teriris hatinya. Dia ingin menangis dan berlari dari tempat ini. Senja pun menghapus air matanya dan mencoba untuk tenang, dia pun menghampiri suaminya dan berkata :


"*Andara, aku keluar sebentar yaa ada yang mau dibeli" ucap senja tersenyum.


"Baiklah, tapi kan bisa suruh orang lain saja sayang, kamu capek loe dari tadi mengurus ini semua" ucap Andara yang sebenarnya curiga dengan sikap senja.


"aku baik-baik saja kok, pamit dulu yaa sayang" ucap senja*.


Senja pun pamit dan mengendarai motornya Andara. Dia menjauh dari rumah itu, dan terus menjauh seolah-olah tidak ingin dunia tahu kalau dia bersedih.


Senja pun menangis sejadi-jadinya. Dia ke sebuah taman dan menyepi di tempat itu, saat dilihatnya ada seseorang yang menghampiri nya.


"Nona Senja..." ucap Pak Leri.


"Bukan kah ini weekend dalam urusan apa Bapak kesini" ucap Senja menghapus air matanya.


"Ini sama keluarga Nona... Nona kenapa menangis cerita kan saja Saya Nona?" ucap Pak Leri prihatin dengan wajah sebab Nona Senja.


"Tapi Non..." ucap Pak Leri.


"Doain saya baik-baik ya Pak Leri, hayoo ajak keluarganya makan kali saja nafsu makan Ki bertambah" ucap Senja.


Pak Leri dan Nona Senja pun makan di dekat taman tersebut. Senja menikmati kebersamaan itu bahkan tiada air mata ketika kebersamaan dengan keluarga Pak Leri dia begitu bahagia hingga dia lupa akan kesedihannya.


"Pak Leri dan semua keluarga, Senja pamit yaa" ucap Senja sambil tersenyum Pak Leri pun mengantarkan Nona Senja sampai ke motornya.


"Nona Senja... Semoga bahagia selalu yaa,jika ada apa-apa Nona Senja bisa cerita dengan saya" ucap Pak Leri.


Waktu pun sudah menunjukkan sore hari jam 15.00. Senja pun sampai di rumah, namun lagi-lagi dia kaget dengan keramaian terjadi pada rumah itu padahal belum waktunya yasinan.


"Maaf Pak, kenapa begitu ramai" ucap Senja.


"Itu Nona... Mamanya Andara mengumumkan pertunangan Lia dan Andara, acaranya akan diadakan setelah tiga hari kematian anaknya" ucap Bapak tersebut.

__ADS_1


Bagai petir menyambar di malam hari di jantung Senja, dia terdiam dengan semua tingkah mertuanya. Yang tanpa izin mengumumkan pertunangan tersebut. Hati Senja hancur berkeping-keping, Senja tidak diberikan kesempatan untuk berusaha memiliki anak. Senja terdiam memasuki kamar. Andara yang melihat istrinya terdiam ketika sampai rumah mengejar istrinya sampai ke kamar. Andara pun masuk dan mengunci pintu tersebut.


"Senja, dengerin semua penjelasan ku, itu tidak benar aku tidak berkeinginan bertunangan dengan Lia, tolong pahami aku" ucap Andara memegang tangan istrinya.


Senja diam membisu dia menangis tanpa bicara apapun. Bahkan satu kata pun tidak keluar dari bibirnya yang manis. Senja pun jatuh pingsan dan dilarikan di Rumah Sakit.


Setelah tiba di Rumah Sakit, dokter menyuruhnya untuk beristirahat di rumah sakit. Dan itu membuat Senja lega karena dia tidak harus balik ke rumah suaminya. Senja pun mengambil ponselnya dan suaminya masih berbicara dengan dokter.


"Pak Leri, tolong sekarang ke Rumah Sakit Sejahtera dan tolong jaga aku disini" ucap Senja.


"Baik Nona..." ucap Pak Leri meninggalkan keluarganya. Keluarga Pak Leri pun mengizinkan karena Senja sudah banyak membantu keluarga mereka.


Andara pun masuk ke dalam ruangan tersebut dan bertanya :


"Bagaimana keadaanmu sekarang istriku?" ucap Andara bicara lembut dan membelai rambut istrinya.


"Ceraikan aku Andara, talak aku sekarang juga" ucap Senja.


"Aaapa?, itu tidak akan terjadi Senja, aku masih mencintaimu dan tetap mencintai mu" ucap Andara memegang erat istrinya.


"Maaf Andara aku bukan malaikat yang mau berbagi kasih sayang dengan orang lain, saya meminta ceraikan aku sebelum lusa kalian akan bertunangan" ucap Senja membuang muka dan menetes air mata.


"Dengerin aku senja, aku dipaksa oleh mama, aku hanya mencintaimu" ucap Andara.


"Bahagiakan pasangan baru mu sekarang, dan semoga kalian segera diberi momongan" ucap Senja sambil menangis.


Tok...tok... bunyi pintu di ketok dari luar..


"Masuk..." ucap Senja.


"Eeh Pak Leri, tolong berikan berkas yang sudah ku minta, Andara silahkan tanda tangan sekarang" ucap Senja.


"Senja... Apak yang kamu lakukan? Aku katakan sekali lagi aku tidak mau bercerai dengan mu, baik sekarang ada Pak Leri menjagamu, aku akan ke tempat mama menggantikan kamu sebagai penerima tamu disana, dan satu lagi aku tidak ingin menceraikan mu senja"Ucap Andara mendengus kesal, amarah itu jadi satu.


Senja pun menangis di ruang tersebut ditemani oleh Pak Leri. Pak Leri khawatir dengan kondisi Senja, dia bingung harus berbuat apa?

__ADS_1


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2