Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 130 - Luka mendalam


__ADS_3

#Biasakan setelah membaca like dan comment ya, terima kasih🤭#


#


next🍁


Siska dan Heri pun menuju sumber suara tersebut mereka terkejut saat Dara dan Elka berciuman dengan sangat ganas, dan di seberang sana Tara dan Jeni hanya melihat saja tanpa melakukan apapun.


Siska dan Heri pun kembali ke dapur, begitu juga dengan Jeni dan Tara, mereka bertemu di dapur dan saling menatap satu sama lain. Hingga Siska yang berinisiatif.


"Kalian berdua, tunggu di meja dekat kolam saja, nanti aku dengan Jeni akan mempersiapkan cemilan kita semua," ucap Siska memecahkan keheningan.


"Oke kita ke sana kalau begitu," ucap keduanya.


Tera dan Heri muka nya memerah saat melihat ciuman panas kedua suami istri tersebut, hingga keduanya bergumam sendiri.


"Argh menyebalkan Elka, kenapa juga ciuman di tempat terbuka mereka sudah halal jadi bisa sesuka lah, aku masih malu kalau mencium Siska, bisa-bisa kena ulti nanti, Siska tipe cewek tergantung mood nya bisa pusing kalau tanpa persetujuan nya," gumam Heri dalam hatinya.


Hal yang sama di gumam kan oleh Tara dalam hati.


"Ehm Elka sama Dara nggak kira-kira apa? gue emang punya niat mencium bibir Jeni, tapi saat capek begini bisa-bisa ngambek dia nya, kalau capek Jeni nggak mau di Spain, argh sungguh menyebalkan Elka," gumam Tara dalam hati.


Di dapur pun Siska dan Jeni sambil menyajikan makanan pun melamun dan mengatakan hal yang tidak jauh dari calon suami mereka.


"Argh kenapa sih Dara harus berCiuMan tepat kita menyelesaikan semuanya, dan juga aku dengan Heri belum resmi jadi suami istri, mana mau aku di cium gitu, walau ingin sekali merasakannya," gumam Siska dalam hati.


"Awas saja lu Dara, buat gue jadi pengen, karena capek saja makanya gue nggak mau, argh menyebalkan," gumam Jeni.


Dara yang ke arah dapur dan Elka yang mengarah ke tepian kolam bingung melihat mereka pada bingung.

__ADS_1


Elka pun menemui istrinya dan berbisik.


"Sayang, Heri dan Tara sedang melamun aku panggil mereka tidak menyahut kenapa ya?" ucap Elka bingung.


"Sayang, mending kita pulang saja sekarang, nanti aku chatt saja Jeni nya, sepertinya mereka semua melihat ciuman panas kita, bisa-bisa aku kena Omelan pada kedua, hayo sayang pulang," ucap Dara menarik tangan suaminya.


"Oke sayang, mari kita pulang," ucap Elka mengekor pada istrinya.


Kedua suami istri pun pulang hanya terdengar suami mobil dari mereka, yang menghentikan lamunan mereka kali ini bunyi dering ponsel mereka.


Mereka semua pun kembali sadar dan beraktivitas seperti biasa nya, Siska dan Jeni menyiapkan makanan menuju tepi kolam. Mereka semua pun bercakap dan canda tawa.


Hingga jemputan Jeni sudah datang dan dia pun harus berpamitan untuk pulang, tidak lama setelah itu jemputan Heri pun datang. Siska dan Tara pun kembali ke kamar masing-masing, sedangkan orang tuanya sudah istirahat lebih awal.


Di kediaman Andara.


Andara memarahi mama nya dan istrinya, papa Andara hanya diam saja saat anaknya memarahi mama nya dan istrinya. Bahkan, papa Andara memilih lebih dulu masuk ke kamar.


"Jadi kamu lebih memilih membela Senja bukan istri sah mu," ucap Lia mulai menangis.


"Aku tidak membela Senja, aku membela yang benar, lagian juga Senja bukan usil tipe nya, dia tidak bakal menganggu orang sebelum orang itu membalasnya," ucap Andara menjawab.


"Plak," tamparan mendarat di pipi Andara dari mama nya.


"Mama kenapa menampar ku?" ucap Andara bertanya.


"Kamu sadar tidak, Lia sekarang mengandung anak kamu, kamu jangan membuat istri mu sedih," ucap mama menjawab.


"Sudah ma, Lia nggak apa-apa," ucap Lia menyuruh mama Andara diam.

__ADS_1


"Kamu ingat ya Lia !!! perasaan dan cinta ku hanya punya Senja, entah dia masih mencintai ku atau tidak, hati ku belum tergerak mencintaimu," ancam Andara dengan suara tegas.


"Kamu keterlaluan Andara, aku istrimu salah aku apa? kita menikah dengan cara sah, dan juga melakukan hubungan suami istri saat sah juga," ucap Lia sambil menangis.


"Apa katamu? menikah dengan sah, iya kita menikah sah tapi kamu memanfaatkan moment ku sehingga mama menyetujui nya dan Senja mengabulkan semua permintaan mama, kalian berdua sudah merusak kebahagiaan ku, dan satu lagi hubungan yang kita lakukan saat itu karena kamu memberikan obat kepada ku, iyaa kan," teriak Andara dengan suara keras.


"Cukup Andara !!! kamu jangan teriak-teriak di sini, Lia sedang hamil sedangkan papa mu baru saja sembuh, bisa kah kamu lebih tenang," ucap mama Andara.


"Haha, di rumah ini tidak ada yang menyayangi ku dengan tulus, cinta kalian semuanya bersyarat, buat apa aku hidup di rumah ini?" ucap Andara pergi meninggalkan keduanya menuju kamar.


Lia menangis sesenggukan dan di peluk oleh mama Andara, dia bingung harus berbuat apa atas tindakan Andara yang berkata kasar pada hatinya.


"Bruk," pintu kamar di banting kasar oleh Andara, sedangkan Lia masih menangis di pelukan mamanya Andara.


"Sayang, kami banyak berdoa ya, semoga Andara bisa berubah sikapnya, Senja tidak mungkin merusak rumah tangga kalian karena mama tahu sifat Senja, sekarang kamu tidur lah ke kamar mu," ucap mama mengantarkan.


"Nggak usah ma, aku takut lebih baik aku tidur di ruang tamu saja ya ma," ucap Lia meminta tolong.


"Baiklah sayang," ucap mama Andara mengantarkan ke kamar sebelah.


Andara di dalam kamar pun sebenarnya menangis, bahkan dia bingung kenapa sikapnya bisa kasar terhadap Lia. Meskipun Lia sudah memaksakan dirinya menjadi istri, akan tetapi Lia tidak pantas diperlakukan seperti itu.


Akan tetapi perbuatannya hari ini membuat Andara makin kesal dan benci dengan Lia, meskipun dia dengan Senja sudah menjadi mantan bagi nya Senja tetap segalanya.


Andara yang bagai bongkahan batu bisa leleh karena sikap baik dan lembut Senja. Akan tetapi sikapnya sekarang kembali semula egois, pendiam dan tidak banyak bicara. Mungkin luka yang mendalam dari hatinya sehingga dia kembali bersikap demikian.


Padahal dulu Andara sudah berubah dengan kehadiran Senja, akan tetapi mama nya terlalu ikut campur dengan keluarganya sehingga rumah tangga Andara pun goyah.


Terlebih lagi Senja lebih memilih melepas suaminya dari pada suaminya durhaka pada mama nya. Karena sikap ini lah yang membuat Andara makin mencintai Senja meskipun mereka tak akan pernah kembali lagi.

__ADS_1


🍁🍁🍁


like dan comment ya terima kasih🤭


__ADS_2