Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 12-Dara Anjana


__ADS_3

Dara Anjana, begitu nama lengkap wanita yang suka dipanggil Dara. Sosok tukang gosip, bawel namun peduli terhadap orang disekitarnya. Meskipun Dara tergolong anak Manja namun kemandiriannya dalam segala aktivitas di sekolah pantas diancungin jempol (jempol kaki kanan apa kiri ya, yaa terserah kalian saja😁).


Di sela makan mereka bersama, Dara berbicara serius sehingga membuat orang tuanya heran mendengar perkataan nya :


"Mom and Dady, ajarin Dara bagaimana bekerja di Perusahaan?" ucap Dara dengan wajah Serius.


Mom and Dady nya Dara mendengar hal itu saling pandang memandang atas keputusan anaknya, karena selama ini Dara paling tidak suka hal-hal tentang perusahaan. Bahkan, di meja makan pun dia tidak tahu mendengar apapun pembicaraan tentang perusahaan. Karena Dara pernah bilang kepada orangtua nya bahwa dia belum mampu untuk belajar mengenai perusahaan Dady nya.


"Step by step honey , " ucap Dedy menjawab pertanyaan anaknya.


Karena Dedy nya harus segera berangkat kerja, meskipun dicegat oleh Dara. Namun, cepat sigap Mom Dara menarik tanganya. Dan mengajak Dara berbicara tentang perusahaan Dedy nya.


"Honey, Dedy sekarang lagi sibuk dengan perusahaan karena ada beberapa permasalahan yang terjadi. So, kamu bersabar ya. Kita doain semoga dady bisa menyelesaikan permasahannya," ucap Mom Dara menghibur anaknya.


Dara pun langsung pamitan dengan mom nya dan paham yang di maksud maom nya. Akhirnya Dara pergi sendiri dengan mobilnya. Dalam perjalanan otak Dara memmikirkan permasahan yang dihadapi Dady nya.


Aku tidak mau jatuh miskin, aku tidak mau kehilangan semua harta benda ini. Pikiran negatif pun terus menghantui Dara Anjana. Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Dara tidak berhenti mengomel atas permintaannya yang konyol kepada dady nya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menujul School Internasional. Terlihat diparkir tersebut anak-anak pengusaha atau anak-anak para pejabat bersekolah disana. Berjejer mobil bermerk ternama, kecuali Senja yang tidak memakai kendaraan. Karena Senja lebih nyaman di antar jemput oleh Pak Leri.


*****


Bel pun berbunyi seperti biasanya, anak-anak beraktivitas seperti biasanya. Namun, berbeda dengan Dara Anjana. Otaknya terus kepikiran tentang pembicaraannya dengan dady and mom nya tadi pagi.


Suasana belajar di School Internasional sesuai dengan jurusan dan bakat dengan siswa itu sendiri, sehingga ketika siswa mengikuti kegiatan proses pembelajaran terasa menyenangkan dan nyaman. Dalam satu kelas berisikan 20 orang. Pada proses pembelajarannya selalu ada setiap minggunya siswa melakukan sains projeck atau suatu ide kreatif yang bisa dikembangkan menjadi produk bahkan dalam proses pembelajaran memiliki kelas khusus untuk publik speaking. Dan Senja tipekal siswa yang teladang, semua kegiatan pembelajaran diikutinya. Bahkan dia tidak berkeingan mengikuti kelas bakat lainnya seperti kelas piano, biola, balet, basket dan kelas bakat lainnya.

__ADS_1


Hal yang paling tidak di sukai oleh Dara Anjana adalah olahraga, karena menurutnya membuat kulitnya menjadi gampang keriput dan menghitam. Karena hal itulah terkadang Dara mengikuti kelas olahraga kalau buka karena nilai, dia ogah ikut kelas olahraga.


Berbeda halnya dengan Senja, meskipun fisiknya terkadang lemah, dia masih mengikuti kegiatan-kegiatan olahraga dengan antusias dan semangat. Senja Prahara sangat akrab dengan beberapa orang, dia mulai membuka diri untuk kembali berteman.


*****


Ketika di Kantin, tanpa sengaja Senja menyapa Dara yang tengah melamun. Bahkan, teman-teman Dara menjauhi untuk sementara waktu karena Dara tidak ingin di ajak bicara. Senja pun memberanikan diri menyapa Dara.


"Dara, apakah kamu memiliki permasalahan? selama saya disini ini tidak pernah melihatmu memiliki muka sepuluh lipatan seperti di wajahmu," ucap Senja menyapa dengan senyumannya.


Sontak saja Dara terkejut dan tersenyum melihat Senja yang pertama kali menyapanya.


"Ehm Senja, gue nggak ada masalah sih. Hanya kepikiran masalah perusahaan Dady tadi pagi? ucap Dara menjelaskan.


Tanpa pikir panjang Dara bercerita sekonyong-konyongnya meluapkan emosinya. Hingga air mata jatuh kepangkuannya, dihadapan Senja Dara menangis meskipun tidak bersuara sontak saja Senja memeluk Dara untuk menenangkannya.


"No...no, gue tidak mau menyusakan loe Senja, gue sudah jahat sama loe. Bahkan gue mau memusuhi loe, tapi napa loe baik banget sama gue. Gue kan hanya menolong loe sekali," ucap Dara menolak bantuan dari Senja.


"Telpon saja dadymu, kita ketemuannya dimana? agar tahu permasalahan yang terjadi di perusahaan ayahmu itu apa?" ucap Senja menjawab.


Dara pun memeluk Senja dengan erat dan menelpon dady nya. Karena ayah nya tidak mengangkat, Senja pun meminta no handphone dady nya Dara agar dia saja yang membicara. Benar saja dugaan Senja dady nya Dara langsung mengangkat telpon Senja dan mereka mengadakan pertemuan tersebut.


Dering ponsel papa Dara pun berbunyi.


📞"Ya ada apa anakku? papa sedang sibuk nie," ucap papa Dara mengatakan pada anaknya.

__ADS_1


📞"Pa, ada yang mau berbicara dengan papa," ucap Dara langsung memberikan ponsel tersebut pada Senja.


📞"Om saya temannya Dara, saya Senja Prahara," ucap Senja menjelaskan tentang dirinya.


📞"Om silakan tentang jadwal pertemuan kita, nanti kita bahas lebih lanjut, hari ini atau lusa mari kita bisa bertemu," ucap Senja memberi tahu.


Papa Dara bingung dengan ucapan Nona Senja Prahara, dia mengenal nama tersebut bahkan nama tersebut terngiang-ngiang di semua orang, membayangkan bahwa sosok Nona Senja Prahara.


"Hallo Pak," ucap Senja menyapa kembali.


"Oh baiklah Senja, akan Bapak kasih tahu kembali pertemuan kita, tapi bolehkah Bapak bertanya," ucap Papa Dara.


"Benarkah kamu Nona Senja Prahara dari Persada group yang direktur misterius itu," ucap papa Dara penasaran.


"Heheh, iya Pak, itu saya dan benar usia saya masih sangat muda, karena hal itu lah perusahaan sementara di pegang oleh kepercayaan keluarga kami Pak Leri," ucap Senja menjawab.


"Ya ampun Nona Senja Prahara, terima kasih atas bantuannya, tolong didik anak saya dengan baik, Dara Anjana itu anak yang baik tapi dia suka jahil saja, jika Data punya salah dengan Senja, mohon dimaafkan," ucap Papa Dara.


"Iya Pak, hal itu gampang, kalau begitu saya tutup dulu ya pak, karena kita mau masuk ke kelas," ucap Senja menjelaskan.


"Baik Nona Senja, selamat beraktifitas," Ucap Papa Dara.


Dara pun bahagia dengan Senja sekonyong-konyong mulutnya yang bawel itu mengucapkan rasa terima kasih kepada Senja. Namun, ada yang aneh dari percakapan tersebut Kenapa Senja menyebutkan Perusaahan Persada Group. Namun, Dara tak punya keinginan untuk bertanya lagi.


Musuh terbesar adalah dirimu, maka bangunlah kepercayaan diri dimulai dari diri sendiri (perkataan author buat para pembaca, seemangat ya).

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2