Dermaga Senja

Dermaga Senja
Mimpi


__ADS_3

Senja dan Andara pun menikmati masa berdua di pesawat. Tanpa terasa mereka harus transit kembali, Setiap transit keduanya pasti akan saling membantu satu sama lain. Apa lagi Senja dia sangat nyaman tidur, seolah-olah baginya saat ini adalah dunianya tidur.


"apakah begitulah lelah hidupmu sayang? setiap transit kamu pasti selalu tertidur dengan nyaman" gumam andara dalam hati..


Senja pun kembali tidur, Andara hanya memandang lekat istrinya dan mencium kening istrinya. Hal itu pun dirasakan oleh Senja. Senja pun bangun sejenak dan mencium bibir suaminya sangat lama dan berlalu tidur kembali. Andara yang melihat tingkah istrinya tiba-tiba begitu membuatnya semakin gemas dengan tingkah Senja.


"Ya ampun sayang, kamu buatku terkejut saja sayang" ucap andara sambil membisikkan sesuatu ke telinga Senja, Senja yang mendengernya kala itu yang belum tidur hanya tersenyum malu-malu.


Senja pun kembali tertidur dengan nyaman. Senja merasa nyaman berada disisi Andara. Karena Andara suaminya sekaligus laki-laki yang sangat dicintainya..


Begitupun dengan Andara sangat mencintai Senja, bahkan baginya dunianya adalah Senja. Karena dia telah menjadi pendamping hidupnya Senja, semua terasa indah jika dilakukan berdua.


 


Setelah transit beberapa kali, mereka pun sampai juga di Paris. Andara pun mencoba membangunkan istrinya. Senja pun berusaha untuk melek meskipun tubuhnya masih menginginkan istirahat. Andara dan Senja pun turun dari pesawat. Mereka pun telah memesan taksi menuju apartemen yang sudah di sewa sementara.


Andara dan Senja pun masuk ke dalam taxi tersebutm Taxi pun melaju cukup cepat. Lagi-lagi Senja kembali tidur kali ini dia tidur disamping suaminya, namun sang suami memindahkan kepala istrinya di pangkuannya. Senja pun terbangun...


"sayang, biarin aku tidur disini saja, karena aku tahu kamu lelah nantinya, jadi jangan pindahin yaa, aku benar-benar lelah" ucap Senja langsung kembali tidur.


"iya sayang maaf" ucap andara.

__ADS_1


Senja pun kembali dalam lelap tidurnya. Andara ngga bisa mengganggu istrinya, karena Senja paling nggak suka diganggu saat sedang tidur.


Andara pun berbicara dengan sopir taxi tersebut menanyakan beberapa hal tentang paris ke Sopir taxi tersebut. Mereka pum berbicara dengan panjang lebar, bahkan andara pun pindah ke depan agar bisa leluasa berbicara dengannya. Saking asyik pembicaraannya mereka sampailah ditempat tujuan, andara pun meminta sopir taxi tersebut membantu membawakan barang-barangnya. Karena dia harus mengendong istrinya yang belum bangun saat tiba di apartemen. Selain andara membawa tas kecilnya dan tas istrinya dia pun sambil mengendong Senja. Sedangkan sopir taxi tersebut membawa barang mereka.


Setelah sampai di apartemen Senja pun diletakkan ke atas kasur tempat tidur mereka berdua. Andara pun memberikan uang tambahan kepada sopir taxi tersebut karena pelayanan yang baik. Sopir taxi pun berpamitan meninggalkan Andara dan istrinya.


Andara pun membereskan pakaian mereka ke lemari yang sudah di sediakan. Setelah selesai merapikan, andara pun membuat beberapa sarapan yang bisa di makan jika Senja sudah bangun. Setelah selesai Andara pun mandi karena badannya terasa risih. Saat Andara hendak menuju kamar mandi. Terdengar suara teriakan dari Senja yang kala itu tengah tertidur.


"Jaaangaan... please jangan lukai andara... dia suamiku yang paling aku cintai... tiiiiidaaak...." teriak Senja dalam mimpinya.


Andara pun mendekati istrinya secara lekat..


"sayang kamu kenapa? kamu baikkan sayang?" ucap andara sengaja ingin membangunkan istrinya.


Saat bangun Senja terkejut suaminya sudah berpakaian rapi di sampingnya sambil memandangnya.


"iiih... kamu lihaaat apa sih sayang? aku jelek yaa, atau ada jerawat yaa di muka ku" ucap Senja sambil menutupi mukanya dengan selimut.


"hehehe... nggak lah sayang, kamu lucu tahu, ohya sayang kamu tadi mimpi apa sih?" ucap Andara.


Senja pun memandang serius suaminya yang membahas tentang mimpinya.

__ADS_1


"emang aku mimpi apa sayang?" ucap Senja penasaran.


Andara pun menceritakan kepada Senja. Senja pun menceritakan mimpinya tersebut.


"pokoknya kamu harus hati-hati ya sayang" pesan Senja kepada suaminya.


"baik sayang" ucap Andara.


Mereka berdua pun pelukan, Senja masih ingat dengan mimpi tersebut, sehingga dia ingin selalu berada di dekat Andara. Begitu pun Andara sedikitpun tidak ingin berjauhan dengan Senja.


"Janji ya sayang, kita saling kasih kabar" ucap Senja mengulang perkataannya tadi karena dia benar-benar khawatir dengan suaminya.


"iya sayangku... cintaku... istriku... my wife" ucap Andara sambil mencium istrinya.


Senja pun kembali memeluk erat suaminya.


🍂🌷🌷🌷🍂


Like and comment ya😊


Tunggu episode selanjutnya ya😊

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2