
Senja kembali ke ekspresi ceria ketika sampai di rumah. Karena dia tidak ingin orang lain tahu kesedihan nya kecuali Sky yang melihatnya kala itu.
"Kak Senja," ucap si kembar dan Saga.
"Wah Tante kalau yaa sama popularitas Kak Senja," ucap mama Sky.
"Haha, Tante ada-ada saja deh," ucap Senja sambil memeluk mama Sky.
" Hayoo Sky dan Senja makan, tadi mama masak dengan Ibu nya si kembar, untung baru selesai jadi masih hangat," ucap mama Sky.
Mereka pun makan bersama di meja makan yang besar itu, yang biasa Senja sendirian maka di sana. Hingga Senja meneteskan air mata melihat keramaian rumahnya.
"Kak Senja kenapa menangis? siapa yang nakal dengan Kak Senja nanti aku marahi," ucap Saga sambil memberikan tisu dari Sky.
"Nggak apa-apa sayang, kakak senang di sini semuanya kumpul, jadi meja makan ini kembali ramai," ucap Senja sambil menghapus air matanya dengan tisu.
Mereka pun langsung makan setelah Senja selesai dari tangisannya, canda tawa dalam makan tersebut pun tak dapat terelakkan.
Mama Sky sangat menyayangi Senja dari dulu hingga sekarang, sehingga setelah dia tahu Senja menjadi janda, dia ingin mempersunting Senja untuk Sky.
Akan tetapi Sky menolak dengan alasan dia melihat bahwa Senja belum bisa move on dari Andara. Meskipun demikian Sky selalu menghormati keputusan Senja, Sky hanya perlu bersabar dan menunggu.
Jika Senja adalah jodohnya pasti akan dipermudah segala urusan yang mengarah kesana. Lagian juga Sky masih banyak hal yang ingin dia lakukan.
Malam pun terlewati dengan aman, Sky pun menemani Saga tidur bersama. Begitu dengan mama si kembar mereka pun tidur di ruang tamu, sedangkan mama Sky memilih tidur bersama Senja.
"Senja apakah tante menganggu kesenangan mu itu tidur sendirian?" ucap mama Sky.
"Tidak Tante, malah aku senang Tante bisa menemani ku tidur, seperti teringat mama kala itu," ucap Senja.
"Syukurlah jika kamu merasa nyaman, ke depannya jika kamu ingin sesuatu katakan dengan Tante ya, dan terima kasih sudah menemukan Saga kami, walau anak Tante sudah meninggal setidaknya Saga adalah harapan kami," ucap mama Sky sambil menangis.
"Tante sudah hebat masih yakin kalau anak Tante masih hidup, Tante pasti bisa melalui ini semua, kan sudah ada Saga yang harus Tante jaga," ucap Senja.
"Iya kamu benar banget Senja, maka dari itu Saga ini lah pengobat hati Tante ketika teringat dengan mama nya," ucap mama Sky masih menangis.
__ADS_1
Keduanya larut dalam curhat yang panjang, satu sama lain bercerita hingga malam pun tiba dan keduanya harus kembali ke kamar untuk beristirahat.
Di alam mimpi Senja
"Aku berada dimana?" ucap Senja teriak.
Saat dilihatnya dia berada di sebuah taman yang sangat indah pertemuan dengan papa dan mama nya di dekat dermaga.
Senja duduk di tepi dermaga dan tersenyum melihat keindahan alam itu, hingga dia larut sangat lama bahkan berbicara dengan orangtuanya di alam mimpi tersebut.
Namun, karena roh nya Senja belum kembali ke dalam dirinya,. dia pun dilarikan ke rumah sakit oleh Sky dan lainnya.
"Jadi gimana Dokter," ucap Sky panik.
"Kalian semua tunggu di luar saja," ucap dokter.
Mereka pun menunggu di luar ruangan. Semuanya panik dari si kembar dan mama nya, Saga, Sky dan mama nya. Sedangkan Pak Leri harus fokus dengan perusahaan.
Sky bolak balik melihat pemeriksa dokter, mama Sky yang melihat anaknya seperti itu pun menegurnya.
"Iya ma, maaf," ucap Sky langsung memposisikan diri duduk.
Dokter pun keluar dan menjelaskan semua tentang Senja. Dokter meyakini bahwa Senja akan sadar, dokter mengatakan bahwa Senja saat ini tengah rindu dengan orangtuanya.
Semua yang berada di luar hanya menatap Senja dengan penuh haru, bahkan Sky tidak berhenti menatap Senja dari kaca tersebut, karena dokter bilang bahwa saat ini Senja bel bisa di temui.
"Mama si kembar, apa yang harus kita lakukan saat ini? anak-anak belum makan dan mandi," ucap mama Sky.
"Begini saja Kak Dino dan Dina kalian pulang ke rumah kita mandi dan beli keperluan ya," ucap mama si kembar.
"Nggak perlu Tante, biar aku dan Saga yang akan mengantarkan keduanya sekaligus Saga juga mandi dan mempersiapkan pakaian tante dan mama," ucap Sky.
"Beneran Sky kamu tidak apa-apa, mama khawatir loe sayang," ucap mama Sky.
"Tidak apa-apa ma, tapi Saga di sini saja sama mama dan Tante ya," ucap Sky pada Saga.
__ADS_1
"Mau nya tapi Saga belum mandi, nanti kalau kakak Senja bangun dan cium Saga kan bau, jadi Saga pulang dulu saja ya bang," ucap Saga pada Sky.
"Baiklah Saga," ucap Sky.
Mereka pun pulang mama si kembar dan mama Sky duduk di pintu ruangan Senja.
Sky pun mengemudi sambil menangis, si kembar dan Saga heran dengan Sky yang meneteskan air mata.
"Kak Sky, udahan nangis nya, Kak Senja pasti sadar kok, kan tadi dokter sudah bilang, kalau kak Senja itu tengah rindu dengan orang tuanya," ucap Dina.
"Iya bang Sky, Saga saja nahan nangis nanti kalau kakak Senja melihat mata kita bengkak karena nangis buat dia, Kak Senja ikutan nangis," ucap Saga dengan gaya kanak-kanak.
"Iya-iya bang Sky nggak lagi nangis, Dino tunjukin jalan menuju rumah kalian ya, setelah itu ke rumah Senja," ucap Sky pada Dino.
"Nggak perlu ke rumah Bang, ke rumah Kak Senja saja, karena pakaian kita sudah di bawa di sana, pakaian mama juga di sana," ucap Dino.
"Baiklah kita ke rumah Kak Senja, ingat yaa kita mandi ambil pakaian, dan membawa makanan yang sudah di persiapkan oleh bibik pelayan okey," ucap Sky pada mereka.
"Siap kak," ucap si kembar.
Sesampainya di rumah Senja. Mereka pun segera mandi lalu berganti pakaian dan mempersiapkan keperluan. Begitu Saga yang sudah mandi.
"Saga kamu bisa mandi sendiri," ucap Dino.
"Hehe, sebenarnya Saga itu bisa mandi sendiri bang Dino, akan tetapi dasar nenek saja yang tak rela, sejak kecil mama selalu mengajarkan aku tentang mandiri," ucap Saga mengenakan pakaiannya.
"Wah kamu anak kecil sudah keren Saga," ucap Dino mengacungkan jempol.
Setelah mereka semuanya selesai, mereka pun berangkat menuju rumah sakit.
Di rumah sakit.
Keduanya pun diperbolehkan masuk ke ruangan karena Senja sudah melewati masa nya, mungkin kata dokter beberapa menit akan segera sadar.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1