
Senja menenangkan dirinya dengan di temani oleh Jeni dan Dara, bahkan Jeni kesal banget dengan keluarga Andara yang selalu menjadikan pion kekesalan nya Senja.
Hingga niat Dara pun muncul dan memiliki ide yang membuat Senja tidak mau menjalankan ide tersebut.
"Senja aku punya ide, tapi entah kenapa aku merasa kamu tidak akan menjalankan ide kamu dengan karakter kamu yang baik hati itu," ucap Dara bertanya.
"Katakan saja, kita mau mendengarkan semuanya," ucap Jeni dengan penasaran.
"Kamu ambil saja saham mu di perusahaan papa nya, bukan kah kamu memiliki saham di perusahaan mereka sebanyak 30% aku yakin akan oleng itu," ucap Dara tertawa dengan tertawa terbahak-bahak.
"Iya juga benar itu, keren saran mu Dara," ucap Jeni memuji.
"Nggak boleh begitu, aku tidak memiliki rencana tentang hal itu, malah aku ingin menambah saham ku di sana," ucap Senja kembali tersenyum.
"Wah itu dendam yang paling keren sih, tapi bagaimana caranya kamu melakukannya?" ucap Jeni bertanya.
"Aku punya strategi nya sendiri, hayo kembali ke pesta, kalian memang sahabat terbaik ku," ucap Senja memeluk sahabatnya.
Saat Senja memeluk sahabatnya, datang lah Siska menghampiri mereka.
"Senja, boleh kah saya bagian dari kalian, kalian wanita-wanita keren, saling mendukung satu sama lain," ucap Siska.
"Boleh sih, tapi kamu harus di ospek dulu kayak anak-anak baru," ucap Dara tersenyum.
"Argh, selama tidak kejam tidak ada apa-apa deh," ucap Siska tersenyum.
"Boleh dong Siska, asal kamu tidak jadi manusia ular saja," ucap Jeni tertawa terbahak-bahak.
Mereka tertawa bersamaan, bahkan Senja ikut tertawa mendengar gelak tawa Jeni yang sangat bahagia.
Di sisi lain para lelaki menatap lelaki mereka dari kejauahan, Elka, Heri, Tera dan Sky. Elka pun melirik Sky dari atas sampai bawa.
"Hey, kamu teman dekat nya Senja kah?" ucap Elka bertanya.
"Oh ya perkenalkan nama saya Sky, apakah kalian semua nya teman Senja?" ucap Sky tersenyum.
__ADS_1
"Iya benar, perkenalkan saya Elka, ini Heri dan Tera, kami semua berteman dengan Senja dan kami menitipkan wanita kuat itu pada mu ya, Andara sahabat kami tidak bisa menjaganya karena mama nya terlalu mengekang dirinya," ucap Elka menyayangkan.
"Iya benar, akan tetapi Senja termasuk wanita yang kuat sih, dia masih bisa kuat datang ke pesta ini dengan sikap mama Andara dan istrinya yang menghina dirinya serta mencaci maki dihadapan orang banyak, sungguh aku tidak menyangka akan hal itu," ucap Heri mengatakan sambil memandang wanita-wanita tersebut dari kejauahan.
"Saya sepakat dengan pendapat Heri dan Elka, walau aku mengenal Senja dari Jeni sejak peristiwa itu aku pun ikut membantu semua hal, dia termasuk wanita yang kuat," ucap Tera sambil melihat senyum Jeni.
Sky hanya mengamati setiap perkataan para sahabat Senja. Sky bahagia Senja sangat dicintai oleh para sahabatnya, walau terbesit di hati Sky ingin memiliki nya.
Waktu terus berputar sangat cepat, para tamu sudah mulai berpamitan pulang, begitupun dengan Sky dan Senja akan tetapi oleh Siska tidak diperbolehkan pulang.
"Hey, kalian semua jangan pulang dulu dong, apalagi kalian semua dari jauh, bisakah besok kita berdelapan ke restoran untuk makan bersama, sekaligus diskusikan pernikahan kita-kita," ucap Siska tersenyum.
"Oke, sudah lama tidak bersama kalian, aku ikut deh, apapun itu selama dengan kalian aku bahagia," ucap Senja.
"Aku juga okey," ucap Jeni dan Tera.
Mereka pun sepakat untuk bertemu kembali ke esokan harinya, Senja memeluk para sahabat-sahabatnya. Setelah itu dia pulang bersama Sky.
Saat di sebuah gerbang mau keluar, Andara menghadang mereka. Elka yang belum masuk ke dalam melihat hal itu dan mendekat secara perlahan.
" Nggak apa-apa, Andara orang baik kok, kamu tepikan saja mobilnya di sini," ucap Senja langsung turun.
"Okey, aku akan tunggu di mobil," ucap Sky membuka kunci mobilnya karena Senja mau keluar.
Senja pun keluar dari mobil dan mendekat ke arah Andara.
"Ada apa Andara?" ucap Senja bertanya.
"Aku minta maaf atas segala khilaf keluarga ku pada mu Senja," ucap Andara merunduk.
"Itu bukan kesalahan mu Andara, lagian juga tidak setiap orang menyukai ku, jadi kamu jangan terlalu dibebani," ucap Senja.
"Tapi tetap aku minta maaf pada mu Senja," ucap Andara dengan wajah sedih.
"Iya aku memaafkan istri dan mama mu, aku boleh pergi ya," ucap Senja.
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih Senja," ucap Andara.
Senja pun masuk ke mobil dan Andara terlemas duduk dan menangis selepas Senja meninggalkan nya, saat Elka mau memukul tidak jadi karena Andara menangis. Elka pun mendekat.
"Andara, kamu bisa melalui ini semua," ucap Elka kepada Andara.
Andara pun langsung memeluk Elka, Elka hanya berusaha menenangkan Andara walau hanya pelukan, ternyata sesak yang ada pada Andara benar-benar nyata. Setelah itu Andara berpamitan karena harus pulang, Elka pun memperbolehkan.
Andara pulang dengan wajah yang tak biasa, bahkan Elka merasa kasihan pada sahabatnya itu. Hingga dia berbalik dilihat oleh Dara.
"Untung aku nggak jadi istrinya," ucap Dara bicara begitu saja dan di dengar oleh suaminya.
"Kamu itu hanya milikku, jangan bahas masa lalu mu, suami ini tukang cemburu," ucap Elka memonyongkan bibir nya.
"Haha, wah suamiku cemberut tambah ganteng deh, sini aku cium," ucap Dara mendekati suaminya.
"Ih mana aku mau di cium, kalau begitu kejar aku sekarang," ucap Elka berlari dan Dara mengejarnya.
Siska dan Heri yang melihat hal itu pun mulai berdialog.
"Heri, aku mau nanya sama kamu, apa arti dari Senja dan Andara bagi mu?" ucap Siska bertanya sama calon suaminya.
"Andara itu sahabat ku sejak masuk SMA hanya dia yang welcome dengan ku saat itu, bahkan dia selalu mengajarkan aku banyak hal, hingga kehadiran Senja melengkapi kehidupan masa-masa abu kami kala itu," kenang Heri.
"Oh berarti berarti banget ya sayang, terus kalau Senja bagi mu apa sayang? karena Senja itu wanita yang hebat dari segala hal, dia mampu bertahan sampai sekarang tanpa orang tua mendampingi nya, bahkan papa saja meminta ku belajar bisnis dari Senja, ceritakan lebih banyak sayang tentang Senja," ucap Siska kembali bertanya.
"Awalnya kami tidak percaya jika Senja seorang direktur perusahaan terkemuka, dia tidak memberi tahu kami, hanya saja aku dengan Andara yang tidak sengaja melihatnya, ketika mengikutinya dan bertanya pada resepsionis malah kami ditanya memiliki janji apa tidak dengan nona Senja?" ucap Heri memberi jeda dan minum sedangkan Siska mengamati dengan baik perkataan calon suaminya.
Hingga percakapan mereka terhenti sebab ada suara gaduh.
"Brak,"
🍁🍁🍁
Like dan comment ya🤭
__ADS_1