Dermaga Senja

Dermaga Senja
Dadakan


__ADS_3

Elka dan Dara pun selalu berdua bersama kemanapun berdua, hanya tempat tinggal saja berpisah keduanya. Namun, Dara tipekal wanita yang mudah cemburu sehingga Elka benar-benar menjaga untuk tidak dekat dengan siapapun.


"Sayang lusa kita pulang ke Indonesia" ucap Dara.


"ngapain ke Indonesia sayang?" ucap Elka sambil berpikir.


"kita menikah secara agama dan negara, karena aku ngga mau kamu berpaling dari ku" ucap Dara.


"terus orangtuaku belum aku kasih tahu sayang" ucap Elka menanyakan.


"hal itu sudah dibicarakan oleh orangtuaku, kita hanya perlu pulang ke Indonesia, semua beres dilakukan oleh orangtua kita dan teman-teman terdekat kita akan datang" ucap Dara.


Elka hanya menatap lekat omongan Dara, karena terkadang Dara suka bercanda jadi hal itu tidak terlalu dihiraukan oleh Elka. Namun, berbeda ketika dering telpon dari mama nya.


"Yaa mama, apa kabarnya" ucap Elka.


"Elka, lihat gambar yang mama kirim sukanya warna apa? Dara bilang masalah busana di serahkan sama mama, karena mama Dara mengurusi hal lain" ucap mama Elka.


"ma, ini serius aku nikah dengan Dara" ucap Elka sambil melihat chattan dari mama nya.


"iya sayang, jadi kamu pilih yang mana" ucap mama Elka.


"aku percaya semua pilihan mama, jadi aku serahkan sama mama ya" ucap Elka.


"baiklah, sampai ketemu lusa yaa kalian kembali ke Indonesia" ucap mama Elka.


Panggilan pun terputus, Elka pun mencari keberadaan Dara. Keduanya memang sudah bertunangan namun Elka belum berniat menikah di awal semester pertama. Dia pun berkeliling mencari Dara.


"Yaa ampun Dara kemana sih?" ucap Elka sambil menanyakan tentang keberadaan Dara pada orang di sekitar, ternyata Dara berada di UKS, Elka pun berlari mengejar ke ruangan tersebut.


Dara pun sampai di UKS, dan langsung meneluk Dara...


"kamu kenapa sih sayang?, sakit apa?" ucap Elka menatap keningnya.


"aku tadi pingsan yang, jadi di bopong sama teman-teman kesini, ini baru bangun" ucap Dara.


"Yaa udah kita ke klinik dekat kampus ya" ucap Elka.


"udah kok sayang ke kliniknya, nie udah ada obatnya, aku mau pulang aja, temani aku pulang ya" ucap Dara.


Elka pun mengantar Dara ke apartemen mereka, karena dia tidak berpikir memarahi Dara yang melalukan acara pernikahan mereka yang serba dadakan.

__ADS_1


Saat di mobil pun Dara ingin dipeluk oleh Elka, karena kondisi Dara memang tidak sehat. Elka pun meminta sopir taxi untuk berjalan pelan karena saat di mobil Dara tengah tertidur pulas.


"Bagaimana bisa aku dikendalikan oleh orang yang aku sayangi? bahkan dia pengendali hidupku" gumam Elka dalam hati.


Elka pun memeluk erat Dara dengan hangat dan tenang. Karena kesehatan Dara lebih utama.


Ketika sudah sampai di apartemen, Elka pun mengendong Dara karena dia pun belum juga terbangun.


"yaa ampun calon istriku nie lumayan berat badannya, uuhm salahkan daku yanga jarang olahraga" gumam Elka dalam hati.


Elka pun membaringkan Dara di atas kasur, dan membalut badannya dengan selimut dan melepas sepatu yang dikenakan oleh Dara. Elka pun membuatkan makanan bubur untuk dara dan membuatkan minuman jahe kebetulan di dapur ada jahe. Elka pun membuatkan minuman tersebut dan merapikan apartemen Dara.


Dering telpon berbunyi dari ponselnya Dara..


Saat Elka hendak mengangkat telpon tersebut, Elka mendengarkan semua cerita yang dikatakan Jeni. Betapa terkejut dirinya mendengarkan kabar itu, Elka pun memeluk erat Dara.


"apa yang kamu sembunyikan dari ku sayang, sehingga kita harus menikah dulu" gumam Dara dalam hati.


Elka terus membatin dalam hati dan menyalahkan dirinya yang begitu egois tidak mendengarkan semua cerita Dara. Tanpa sengaja air mata Elka mengalir saja dengan sendirinya. Elka merasa bersalah atas sakit yang menimpa Dara.


Setelah beberapa jam Dara tertidur pulas, dia pun terbangun dari tidurnya.


Elka pun segera menuju Dara dan memberikan minum ke calon istrinya. Dara pun meminum dengan cepat dan meminta minum kembali. Dara pun menarik tangan Elka untuk tidur di sampingnya. Elka pun tidak bisa menolak karena dia tidak pernah melihat sikap Dara pucat pasi begitu.


Elka pun memeluk Dara dengan erat bahkan Dara tidak ingin berjauhan dengannya. Elka sebenarnya ingin menanyakan hal yang dia ketahui dari Jeni namun melihat kondisi Dara yang tidak memungkinkan maka Elka hanya diam saja.


Dara pun terbangun, dia bingung saat ini Elka berada dipelukannya.


"Kalau di lihat dari dekat, sayang aku ganteng juga ya" gumam Dara sambil memegang wajah calon suaminya.


"saayang, udah belum lihatnya. tadi mama kamu nelpon aku nggak angkat takut ada hal yang penting" ucap Elka.


Dara pun menelpon mama nya agar tidak membuatnya khawatir...


"Hello Ma, maaf tadi Dara kecapean jadi nggak terangkat telponnya mama, btw ada apa yaa ma?" ucap Dara.


"semua persiapan pernikahan kalian dengan Elka sudah selesai, beberapa undangan juga sudah mama sebarkan, tinggal kalian mencoba pakaian pengantinnya" ucap mama Dara.


"Terima kasih ma, 2 hari lagi kita ke Indonesia ya ma" ucap Dara.


"baiklah, mama tunggu kalian di Indonesia ya sayang, ingin jaga kesehatan kalian, mama juga sudah mengirim undangan online kepada teman-teman kuliah kalian disana" ucap Mama.

__ADS_1


"kalau hal itu aman ma, rencana kami akan melakukan resepsi sederhana disini dan kami sudah mengatur semuanya" ucap Dara.


"syukurlah sayang kalau gitu, ingat yaa kesehatan kalian lebih penting loe sayang" ucap mama.


"iyaa mama ku sayang" ucap Dara.


Panggilan telpon pun terputus..


Dara pun berbicara dengan Elka...


"sayang maafin aku yaa melakukan semuanya tanpa memberi tahumu, aku takut kamu akan meninggalkan ku karena ada sebuah rahasia yang tidak ingin aku bagi sebelum kita menikah" ucap Dara.


"bisa kah katakan saja sayang, aku akan selalu menerimanya, awalnya aku ingin marah denganmu, tapi yang buat aku tambah kesal kamu sakit karena mengurusi semuanya sendiri tanpa melibatkan aku dalam urusan pernikahan" ucap Elka panjang lebar.


"sayang setelah menikah, kamu yang akan banyak mengurusku bahkan aku akan ketergantungan denganmu" ucap Dara sambil meneteskan air mata.


Elka pun memeluk Dara dan menghapus air mata calon istrinya. Dia tidak ingin terus bertanya tentang sesuatu yang dipendam oleh Dara. Melihat calon istrinya jatuh sakit saja membuatnya ikut merasakan hal yang sama.


"Baik sayang, aku akan menunggu rahasia yang telah kamu sembunyikan" ucap Elka sambil memeluk kembali calin istrinya.


"Terima kasih ya sayang" ucap Dara sambil mendongak ke wajah Elka, Elka pun mencium kening Dara.


Dara pun memeluk Elka dengan erat.


Beberapa hari kemudian......


"Saaayang, ayooo cepat ke Bandaranya" ucap Dara memanggil calon suaminya dari jauh.


"oke-oke" ucap Elka.


Mereka pun melaju ke Bandara dengan taxi yang sudah di pesan oleh Elka.


🍂🌷🌷🌷🍂


Bagaimana kelanjutannya??


Apakah pernikahan Elka dan Dara akan berjalan lancar??


Like and comment ya😊


Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2