Dermaga Senja

Dermaga Senja
Kencan Pertama


__ADS_3

Senja pun memeluk Andara dengan erat, karena memberikan hal-hal yang mengingatkannya atas Indonesia. Bagaimana tidak makan-makanan yang diberikan andara padanya hal yang sangat di sukai. Senja pun berkali-kali mengatakan kepada andara untuk segera menikahinya, agar semua yang dilakukan halal.


"Sabar yaa sayang, aku kan tinggal mengikuti perpisahan saja, aku juga sudah mendaftar kuliah di sini tapi berbeda dengan kampus kamu, semuanya sudah kelar sih, jadi ke Paris hanya menemani mu saja" ucap Andara..


Senja pun cemberut karena permintaannya nggak dikabulkan. Andara pun berusaha membujuk Senja untuk bersabar.


"Baik sayang, nanti malam kita telponan dengan mama dan papa serta Pak Leri yaa, agar kita bisa menikah, kamu mau nya nikah dimana?" ucap Andara.


"Kita nikahnya di Indonesia saja sayang, agar beberapa teman dekatku bisa menghadiri pernikahan kita" ucap Senja.


 


"Dara, bisakah kita bertemu malam nie di cafe" ucap Elka.


"ehm kenapa harus malam kan bisa siang sekarang kita ngobrolnya" ucap Dara.


"jadi, kamu nggak bisa yaa" ucap Elka.


"bisa kok ketemu di cafe mana" ucap Dara.


"cafe love you jalan veteran ya" ucap Elka.


"ohw jadi gue langsung ke sana maksudnya" ucap Dara.


"ehm nggak kok, gue akan jemput ke rumah loe" ucap Elka.


"Nah gitu dong, kalau gitu gue mau siap-siap kalau gitu, dapat makan gratis" ucap Dara dengan gelak tawanya..

__ADS_1


Elka telah jatuh cinta dengan perubahan Dara. Dara berubah menjadi pribadi yang dewasa dan mampu bertanggung jawab dengan segala sikapnya. Kehadiran Senja dalam kehidupan para sahabatnya membuat mereka memiliki beberapa perubahan.


Dara pun memilih pakaian yang akan dipakainya, ehm sepertinya gaun biru cantik nie dipakai dengan pernak pernik bagian kiri pinggang. Dara pun memilih aksesorisnya, eeh tapi kan mau ke cafe kenapa pakai gaun. Dering telpon pun berbunyi dari Elka.


"Dara, kamu pakai gaun yaa setelah dari cafe jam 8 malam kita ke pesta perpisahan teman gue" ucap Elka.


"oh baik kalau gitu, tapi ke cafe maalu kalau pakai gaun" ucap Dara.


"kamu tenang saja, lokasi pesta temanku juga di cafe itu, cafe itu luas pokoknya pakai gaun ya, intinya yang membuatmu nyaman saja" ucap Elka.


Dara paling tinggi di antara para sahabatnya bahkan dia pernah jadi model majalah sekolah dan memenangkan kompetisi tersebut sehingga fostur tubuh menampakkan keindahan, namun Dara tak ingin terlalu menampakkn lekuk tubuhnya maka dari itu ketik ingin keluar mama nya lah yang menjadi komentar jika dia ingin ke pesta.


Malam pun tiba, Elka sampai di kawasan elit..


"aduuh kok gue gugup yaa, mana ini pertama kali ngajak cewek kencan dan kedua kali mengungkapkannya tapi entah kenapa ini berbeda" gumam Elka.


Dara pun turun dengan gaun biru sampai ke kaki, sampai-sampai Elka tak mampu bicara apapun.


"maaf tante, bolehlan Elka izin mengajak Dara ke pesta" ucap Elka.


"oke boleh, hati-hati ya Elka, tolong jagain Dara" ucap mama Dara.


Mereka berdua pun berpamitan dengan mama dan papa nya Dara. Elka dan Dara diam membisu selama di mobil, tapi karena Elka seorang laki-laki dia pun memulai pembicaraan.


"Dara malam ini penampilanmu sangat berbeda" ucap Elka.


"terima kasih.." ucap Dara.

__ADS_1


Tidak lama mereka pun sudah sampai ke cafe Love me. Saat sampai di sana Elka meminta Dara untuk menutup mata dengan diiringi pelayan cafe sebab dia belum bisa memegang tangan Dara sebelum dia menjadi miliknya.


Dara pun di giring menuju meja makan dan ditempat yang tertutup yang hanya mereka berdua.


Saat membuka mata, Dara dapati beberapa tulisan dan di depannya sudah ada Elka yang ingin memberikannya cincin.


"ini apa Elka dan apa semua ini, terus kenapa cincin dan hayoo kamu duduk dulu" ucap Dara.


"Dara mau kah kamu jadi kekasihku, cincin ini hanya pemberian ku saja, jika tidak menerimanya kamu ambil kotak nya dalam keadaan ditutup dan jika iya ambil cincin serta pakailah karena aku belum bisa menyentuhmu jika belum ada jawaban" ucap Elka deg-degan dengan pernyataan cintanya.


Dara pun mengambil kotak tersebut. Wajah Elka berubah menjadi malu dan diam ketika itu juga.


"Elka, kenapa kamu diam dan duduk di sana, mari kita makan" ucap Dara.


Ekspresi Elka pun berubah kembali dia mengikuti perkataan Dara.


"Taapi Elka ada satu yang kurang dari ini semua" ucap Dara.


"apa yang kurang Dara?" ucap Elka.


"aku meminta kamu memakaikan cincin di jari manisku" ucap Dara.


Elka pun riang mendengar jawaban dari Dara, dia pun memakaikan cincin tersebut.


"Jadi hari ini kencan pertama kita kan" ucap Elka..


"iyaa sayang, sekarang kita makan yaa, aku keburu lapar" ucap Dara dengan penuh senyum tawa.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2