Dermaga Senja

Dermaga Senja
Perpisahan Senja


__ADS_3

Senja pun mengadakan acara dirumahnya untuk perpisahannya dan keberangkatannya di esok hari. Pesta diadakan dengan sangat meriah, teman-teman dan para guru turut hadir pada acara tersebut tiada cela hari Senja berkumpul dengan teman-teman terdekatnya padahal esok hari dia mau berangkat.


Dara, Elka, Jeni, dan Heri memberikan bingkisan kado kepada Senja begitupun teman-teman yang lainnya. Namun, Senja tidak melihat kehadiran Andara. Senja bertanya dengan teman-temannya namun tiada satu pun yang mengetahuinya padahal acara sudah dimulai setengah jam lalu.


Senja pun meminta izin mengambil ponsel yang sedang di cas di kamar. Dering ponsel Senja pun berbunyi......


"Senja, maaf yaa mungkin aku sangat terlambat datang ke pesta kamu, karena papa masuk Rumah Sakit. Saat ini dokter sedang memeriksa papa aku, kalau tidak percaya aku akan video call. Senja aku tutup dulu ya dokter sudah keluar" ucap Andara.


Senja hanya terpaku pada keadaan papa nya Andara. Namun, perasaan nya saat ini harus ditutupi rapat-rapat karena banyak yang hadir atas pesta perpisahan hari ini. Entah kenapa, terasa ada yang berbeda tanpa kehadiran Andara. Aduuh, kenapa aku jadi mikirin Andara, apakah benar aku sudah jatuh cinta? gumam Senja dalam hati.


Senja pun kembali ke pesta mengajak ngobrol dengan teman-teman serta para guru karena besok pagi Senja harus ke perusahaan untuk acara perpisahan kantornya yang diadakan oleh para pegawainya. Untung saja keberangkatan Senja esok hari di ambil pada keberangkatan malam hari, sehingga masih memiliki waktu untuk istirahat.


Di tempat lain dan waktu yang bersamaan..


"Andara, silahkan pergi ke pesta Senja. Papa dan mama mengizinkan mu, maaf yaa karena kondisi papa kamu tidak pergi ke tempat Senja" ucap Papa Andara dikala sudah siuman.


"baik papa, lagian andara sudah menghubungi Senja. Kalau senja akan datang ketika pesta nya usai" ucap Andara.

__ADS_1


"Andara, mama dan papa ada hadiah spesial untuk kamu" ucap mama andara.


Betapa terkejut andara, mama nya memberikan tiket ke Perancis dengan keberangkat besok malam dan tempat duduk yang berdampingan dengan Senja. Karena Senja pernah memperlihatkan tiketnya pada nya. Andara pun langsung memeluk ke dua orangtuanya, kebetulan kepergiaan andara ini di saat para siswa libur sekolah sehingga tidak mengganggu apapun. Andara pun pergi dengan motor sport nya melaju cukup kencang dijalanan.


 


Pesta pun usai, saat Senja ingin membereskan kadonya. Dari kejauhan ada yang memanggilnya.


"Andara.... Bukankah papa kamu?" ucap Senja.


"Baiklah, kita duduk disana saja ya" ucap Senja.


Senja pun meminta tolong kepada pegawainya untuk menyiapkan makanan dan minuman yang telah diminta nya. Senja pun menyajikan beberapa makanan dan minuman untuk Andara.


"Kenapa bisa sampai ngos-ngosan sih, nafas kamu jadi memburu gitu jadi nya, ohya aku buka yaa hadiah ini" ucap Senja.


Betapa terkejut Senja hadiah yang diberikan oleh Andara berupa kalung dan cincin. Senja tak bisa berkata apa-apa. Andara pun membuka pembicaraan tersebut dan mengucapkan sesuatu yang sakral.

__ADS_1


"Senja mau kah kamu menjadi istriku, saat ini mungkin terlalu dini bagi kita. Aku akan menyelesaikan sekolah ku di Indonesia dan mengambil study di kampus bersama kamu, jika kamu sudah siap aku mau menikahimu. Aku tahu Senja tidak suka sesuatu yang bertele-tele, aku pun sebelum ke sini sudah izin dengan mama, papa dan adik saya Leto yang berada di LA untuk menjadikan mu bagian dari keluarga kami semua keluarga ku mengizinkan ku" ucap andara panjang lebar sambil menunggu jawaban dari Senja.


Senja menyodorkan minuman kepada andara, agar andara tidak gugup atas pernyataan cinta dan lamarannya.


"Hehehe.. Andara kamu itu lucu ya, melamar aku di saat aku mau ke Perancis terus apakah kita berdua bisa menghadapi rumah tangga di usia muda" ucap Senja sambil tersenyum.


"Jadi, Senja tidak menerima aku ya.. Yaa udah gak apa-apa, yang penting aku sudah mengungkapkan perasaan aku pada Senja (seolah-olah menamppakn wajah cemberut dibunhkus senyuman)" ucap andara.


"Kata siapa aku menolak, meskipun kamu tidak mempersiapkan apa-apa tentang lamaranmu tapi keseriusanmu berbicara pada orangtua dan Pak Leri saya kasih nilai 90%, tapi kenapa kamu harus izin ke mereka dulu, bukankah yang akan menjalani itu saya dan kamu" ucap Senja.


"maaf Senja, saya memberi tahu kepada orangtua saya dan Pak Leri yang sudah kamu anggap sebagai seorang ayah karena aku serius dengan kamu, aku tidak berpikir akan di tolak (sambil tertawa dengan kekonyolan).. ucap Andara.


Belum selesai Andara berbicara, senja menutup jarinya ke bibir andara untuk mengizinkannya berbicara....


Penasaraan apaa jawaban Senja atas lamaran Andara, tunggu episode selanjutnya yaa..😊


🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2