Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 23-Semangat Baru


__ADS_3

Langit memberikan cahaya dengan keelokannya, kupu-kupu berterbangan hingga di bunga yang indah.


School Internasional kawasan sekolah elit yang berada di kawasan Jakarta Pusat. Jenjang sekolahnya dimulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA Hingga Perkuliahan. Anak berdasarkan kategori bakat perkelasnya, diidentifikasi mulai dari TK. Guru berkontinu memberikan pembelajaran yang edukatif dan kreatif guna anak-anak bisa mengembangkan bakatnya.


"Hai Senja, " ucap Andara dengan penuh semangat.


"Hai juga, loe sudah sehat Andara, wah kita senang denger kamu sudah sehat kembali," ucap Senja sambil tersenyum.


"Tahu darimana Senja, gue sakit kemarin itu. Ehm, jangan-jangan mulut ember Heri ini nie bilangnya, duuh gue nggak jadi cowok sejati deh buat Senja, cowok lemah iih awas saja loe Heri," gumam Andara dalam hati.


"Hei, Andara loe melamun ya, lagian setiap manusia pernah sakit kok, kenapa mukanya masam lagi sih?" ucap Senja dengan kebingungannya.


"Ohya Senja sekarang sudah sehat kok," ucap Andara menjawab dengan senyum.


"Syukurlah kalau begitu, gue senang dengernya, pokoknya apapun masalahnya kamu bisa menghadapinya Andara," ucap Senja memberi semangat.


"Terima kasih Senja,sejak kapan kamu suka dengan sebutan loe gue dan sebagainya," ucap Andara mencoba mencairkan suasana.


"Hehehe, lah aku juga anak gaul kali, lagian aku harus tahu dong cara bergaul dengan kalian, jadi aku nya belajar perlahan," ucap Senja dengan senyum dan gelak tawa nya.


Andara pun tersenyum dengan sikap lucu Senja, karena Senja berubah secara perlahan. Yang awalnya wanita kaku dan cuek, tapi sekarang menjadi wanita yang ramah pada semua orang.


Mereka pun berjalan hingga menuju ke kelas masing-masing.


Bel pun berbunyi pertanda pelajaran dimulai, tugas kelompok pun dibagi. Elka pun mendekati Senja.


"Senja, nanti kan ada mata pelajaran kelompok itu gue satu kelompok dengan loe ya," ucap Elka.


"Ehm" ucap Senja.


Tiba-tiba beberapa teman lainnya menghampiri. Heri, Jeni, Andara dan Dara ikut dikelompok yang sama dengan Senja serta Elka.


Senja hanya terpaku dan diam beberapa teman mulai akrab dengannya. Hingga kecemburuan Andara memuncak pada Elka. Andara dan Elka pun beradu mulut memperebutkan dekat tempat duduk dengan Senja.

__ADS_1


"Sudah cukup kalian berdua iih, Jeni sebelah kanan gue, Dara sebelah kiri gue," ucap Senja.


Mereka pun menuruti kemauan Senja.


Saat ini projeck yang harus mereka lakukan adalah membuat produk makanan. Selain membuat dan menjual, mereka juga harus membuat marketing yang handal. Karena itu akan menjadi tugas tengah semester penentuan penilaiannya.


Senja yang ditunjuk sebagai ketua dikelompoknya dengan terpaksa menjadi ketua membagi beberapa penugasan pada kelompoknya. Sehingga diharapkan memiliki tugasnya masing-masing. Mereka pun melakukan tugasnya masing-masing, ada yang browsing internet, ada yang membaca beberapa buku, ada yang membuat inspirasi produk apa yang mau dibuat.


Kelas itu pun dipenuhi dengan kegiatan siswa yang saling berdiskusi satu sama lain. Meskipun demikian guru meminta setidaknya sudah ada rancangan karena mereka diberi wakti satu bulan dari pembuatan produk hingga ke penjualan dan penghasilan yang di dapat.


Kelas tersebut selesai hingga pukul 16.00 sedangkan sekarang pukul 12.00, merekapun di suruh guru istirahat untuk melakukan aktivitas ibadah, makan hingga pukul 14.00. Semua siswa pun menghentikan aktivitasnya, begitupun dengan kelompok Senja.


Senja dan teman-temannya pun pergi ke kantin, namun berbeda dengan Senja. Senja menuju ke Masjid di sekolahnya begitupun dengan Heri dan Andara. Dara dan Jeni lagi berhalangan makanya tidak ke masjid. Sedang Elka bermalasan, hingga Heri dan Andara memaksanya. Elka pun mengikuti teman-temannya. Elka merasa risih awalnya, namun lama-lama dia nyaman dengan kerisihan teman-temannya.


Setelah selesai mereka pun menghampiri Jeni dan Dara untuk makan siang. Gelak tawa muncul dari pembicaraan mereka. Senja merasa bahagia atas kebersamaan tersebut. Indahnya bersama kalian, enggan rasanya meninggalkan kalian semua gumam Senja dalam hati.


Suasana kantin pun sepi sunyi karena siswa beranjak memasuki kelas masing-masing.


Kelas pun dipenuhi dengan berbagai kegiatan siswa beraktivitas.


Sore pun tiba, para siswa pulang ke rumahnya masing-masing, hingga Dara dan Jeni menghampiri Andara yang menunggu sopirnya.


"Senja, ikut kita Yook, makan di warung," ucap Jeni.


"Argh, sejak kapan kamu makan di warung," ucap Dara.


"Argh, tenang saja warung ini bersih kok, lagian juga Ibu yang berjualannya baik banget, kita juga bisa bantu keluarga beliau," ucap Jeni panjang lebar.


"Sejak kapan kamu peduli dengan orang Jeni?" ucap Dara penasaran menunggu jawabannya.


Senja sibuk menghubungi Pak Leri.


📞"Ya non, ada apa? maaf nona sekarang lagi macet, jadi telat jemput nona," ucap Pak Leri minta maaf.

__ADS_1


📞"Iya nggak apa-apa Pak Leri, sekarang aku lagi kumpul makan dengan teman-teman, nanti saya kabari dimana tempatnya yaa," ucap Senja.


📞"Baik Nona Senja," ucap Pak Leri.


📞"Oke Pak Leri, santai saja ya," ucap Senja.


Panggilan pun terputus.


"Senja kami tadi menelpon supir pribadi kami ya," ucap Jeni.


"Hehe, iya, btw apakah sudah sampai?" ucap Senja bertanya.


"Itu tempatnya," ucap Jeni menunjukkan tempat tujuan yang mereka mau makan.


Mereka pun tiba, dan memesan langsung dengan melihat menu. Beberapa makanan tersebut memang kesukaan Senja, temannya pun demikian.


Setelah mereka memesan makanan tersebut, mereka pun mengobrol dengan canda dan tawa. Jeni selalu membuat suasana jadi ramai, kadang juga Jeni yang berulah. Senja pun berusaha membuat temannya tertawa, dan mereka pun ikut tertawa.


Setelah usai pembicaraan mereka, maka yang disajikan pun datang, mereka pun makan dengan lahap dan tertawa di sela makan. Kebahagiaan sungguh terasa di antara mereka.


Bahkan Heri dan Andara melihat kebersamaan ketiga sahabatnya itu tersenyum dari jauh.


"Heri, akhirnya Senja memiliki teman juga," aku bahagia melihat nya," ucap Andara.


"Sama aku juga bahagia Jeni bisa tertawa dengan Dara dan Senja, wanitaku memang luar biasa," ucap Heri dalam lirih.


"Apa?, kamu tadi bilang wanitaku, apakah kamu sudah punya jadian dengan Jeni?" ucap Andara penasaran.


"Argh, salah dengar kamu Andara, hayoo kita pulang," ucap Heri melanjutkan kakinya.


Andara pun mengejar Heri yang meninggal kan sendiri di belakang. Andara merasa Heri menyimpan sesuatu darinya. Akan tetapi Heri terus menghindar, meskipun demikian Andara tetap saja penasaran dengan Heri. Heri memang sengaja menghindari kontak mata dengan Andara, takut Andara akan menebak semuanya dengan benar.


Bagaimana kelanjutannya ya??? Penasaran like dan comment dunk😊😁

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2