
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya 😀
Next
Lia merawat suaminya dengan sangat telaten bahkan dia mengabaikan kesehatan dan bayi nya. Meskipun demikian Lia tetap makan seperti biasanya.
Hingga suatu hari Andara bangun dari
Perjalanan selama di Indonesia sangat menyenangkan bagi Saga. Karena dia bisa bertemu dengan si kembar serta orang tuanya si kembar.
Kembali Sky di sibukkan dengan beberapa dokumen yang harus di tanda tangani nya dan juga beberapa berkas yang harus di urus nya. Karena mama Sky meminta kedua nya melangsungkan pernikahan mereka.
Alasan nya di sebabkan mama Sky tidak tahan dengan sikap mama Andara yang selalu merendahkan Senja. Belum lagi teringat jelas di pikiran mama Sky bahwa mama Andara terang-terangan mengatakan bahwa Senja tidak mungkin memiliki anak.
Hal itu membuat mama Sky sempat meradang. Hanya saja senja menahan sikap emosi mama nya Sky di kala Aku menceritakan hal tersebut.
Makanya mama Sky meminta keduanya untuk mempercepat, karena hal itu lah Senja hanya menuruti saja. Pernikahan mereka akan terselenggara setelah sebulan mereka tiba di negara ini.
Di tempat berbeda.
Siska dan Heri kembali ke apartemen mereka di Malaysia, tapi mereka masih belum di beri izin untuk tidur satu atap sehingga hanya berdampingan saja apartemen nya agar Heri bisa menjaga Siska.
Sebenarnya Siska sudah meminta Heri untuk menikahi nya, akan tetapi Heri belum siap hal itu sehingga untuk sekarang Siska hanya menuruti saja. Walau sebenarnya Siska sudah memiliki trauma terhadap lelaki kecuali Heri.
Hingga suatu peristiwa kembali terulang. Setelah keduanya pulang ke Malaysia dan menetap selama seminggu di sana. Ada hal yang membuat Siska merasa meradang dan gelisah, akan tetapi tidak di beri tahu oleh Heri.
Dan tepat pada malam Siska pulang malam ke apartemennya, dia di kerumunin oleh lelaki pemabuk akan tetapi beda nya saat itu banyak orang sehingga Siska bisa terlindungi.
Malam itu Siska segera mengunci apartemen nya dengan tubuh yang gemetar. Heri yang mulai gelisah karena Siska tidak mengangkat telpon nya, terpaksa ke apartemen Siska sebab dia tahu kode sandi kamar apartemen calon istrinya.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Heri, Siska memeluk tubuhnya di sudut kamar dengan tubuh yang gemetar. Sempat dia mengamuk dan memukul Heri dan meminta pergi sebab kamar Siska kala itu gelap.
Heri pun menghidupkan lampu kamar Siska, saat Siska melihat di depan adalah Heri dia pun langsung menuju Heri dengan tangisan yang luar biasa.
Hingga membuat Heri mulai merasakan kesedihan sang kekasih, Heri pun memeluk Siska dengan erat tanpa bicara hingga dia pun mulai terlelap dalam tidurnya. Padahal kala itu Siska belum mandi.
Akan tetapi Heri tidak berani membangunkan Siska. Heri pun meletakkan Siska di ranjang dan menyelimutinya. Heri pun berjaga di luar kamar Siska. Agar Siska merasa aman, Heri mulai memikirkan perkataan Siska kala itu.
"Heri, bisakah kita menikah saja jangan menunda hal itu, trauma ku melihat lelaki sejak saat itu sangat aku waspadai, aku hanya mempercayai mu, papa dan Tera adik ku. Selebihnya aku waspada, akan tetapi kamu lebih memilih menunda maka aku tidak berjanji aku jadi waspada juga pada mu ntar atau malah nyaman," ucap Siska setelah pertunangan mereka.
Hal itu mulai teringat kembali di pelupuk ingatan Heri. Padahal Heri sudah pernah konsultasi terkait kasus Siska tanpa pacarnya ketahui.
Heri sudah diingatkan oleh dokter psikolog teman nya, akan tetapi Heri menghardik hal itu. Heri pun kembali memikirkan hal itu, dia pun berpikiran yang mulai aneh.
Heri mulai berpikir untuk menikah segera mungkin di Malaysia agar Siska bisa nyaman ketika dirinya sebagai suaminya. Setidaknya Siska merasa nyaman dan merasa ada yang melindunginya.
Lama kira nya Heri memulai memikirkan hal itu, dia pun mulai terlelap dalam tidurnya. Heri merasa lelah dan malam semakin larut dengan tampilnya bintang dimanapun di langit atas sana.
Setelah dia selesai masak, mandi dan berpakaian, dia pun menemui Heri yang tidur di sofa tamu. Siska memandangi Heri dan mulai merasa bersalah karena Heri menjaga hingga dia tahu tahu kalau sekarang sudah jam 8 pagi.
Siska pun sarapan di meja makan, tidak lama dari itu bangunlah Heri dari tidurnya. Dan dia terkejut dengan Siska duduk di meja makan, dia pun memeluk Siska.
Siska hanya tersenyum melihat Heri memeluknya, Siska pun menyuruh Heri untuk mencuci muka terlebih dahulu lalu makan. Heri pun segera melakukannya.
Setelah selesai Heri pun menuju meja makan dan median makan bersama. Bukan nya Heri yang bertanya lebih dulu setelah mereka selesai makan, malah Siska yang bertanya.
"Sayang, kamu hari ini ada perkuliahannya kah," tanya Siska penasaran.
"Nggak ada sayang, aku sudah periksa ponsel ku saat bangun tadi, kita hanya di beri tugas," ucap Heri menatap Siska.
__ADS_1
"Sayang, kok malah kamu yang bertanya, aku kan sudah bilang sama kamu bahwa aku khawatir dengan kamu," ucap Heri tidak kalah bertanya.
"Haha, oke sayang aku sudah baikan kok, malah sangat baik kan sudah ada kamu di samping ku," ucap Siska dengan senyuman manisnya.
"Ya ampun sayang, senyuman mu membuat ku makin jatuh cinta, sayang apa kita menikah saja di sini? aku akan mengurus nya, dan kita bertanya dengan pihak kependudukan Malaysia bagaimana kita menikah di sini?" ucap Heri dengan lantang dengan tegas.
"Alasan kamu apa Heri? kan kemarin kamu sudah bilang bahwa belum bisa dalam waktu dekat kita menikah," ucap Siska terkejut.
"Aku belum bisa karena belum ada penghasilan apapun sayang, masih minta sama orang tua kita nya, jadi alangkah baiknya kita bicara juga dengan mereka," ucap Heri dengan mantap.
"Kamu serius sayang tentang hal ini," ucap Siska dengan tersenyum.
"Aku yakin sayang, aku tidak mau kamu menderu karena trauma mu, aku takut kehilangan dirimu, kalau itu terjadi maka aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri sayang," ucap Heri menjawab.
"Benarkah sayang, aku juga begitu, aku ingin selalu bersama mu, setidaknya kita bisa bersama berdua di kamar secara resmi," ucap Siska tersenyum bahagia.
"Kamu tidak apa-apa sayang, kalau kita menikah sederhana di sini, karena kita tidak mungkin mau kembali ke Indonesia, karena dari kita memiliki tumpukan tugas kuliah," ucap Heri.
"Nggak apa-apa sayang, mari kita cepat bicara dengan orang tua kita," ucap Siska bahagia.
"Iya sayang," ucap Heri bahagia.
Siska pun memeluk Heri, hal yang sama dilakukan oleh Heri. Keduanya sangat bahagia atas rencana mereka.
🍁
Like dan comment ya 🤭
terima kasih
__ADS_1
bersambung 🍁🍁