
Sky pun selesai mengangkat telponnya, Andara dan Sky banyak berbuat, hingga Andara berpesan pada Sky minta menjaga Senja.
"Andara, tanpa kamu suruh, saya dan mama selalu menganggap dia seperti keluarga, karena dia sudah cerai dari mu, berarti aku boleh mengejar mantan istrimu," ucap Sky bertanya.
"Silahkan, perlakukan dia dengan baik, aku hanya ingin Senja bahagia, dan mendapatkan keluarga baru bukan seperti orang tua saya yang matre," ucap Andara dengan nada pelan.
"Kenapa kamu berkata begitu Andara? mana ada sih orang tua yang mengorbankan anaknya demi materi atau tujuan lainnya, lagian yang menikah kan kita, jadi kita berhak memilih menikah dengan wanita yang kita cintai," ucap Sky menjelaskan.
"Jujur Sky, aku belum bisa move on dari Senja, dia wanita pertama kali yang mengubah kepribadianku, dia juga yang pertama kali yang selalu mendukung ku bahkan saat aku trauma dia berusaha membantu menghilangkan trauma itu, aku sering memarahinya karena hal itu, tapi usaha dia berhasil menghilangkan trauma ku," ucap Andara menangis.
"Maaf yaa Andara aku tidak bermaksud mengorek cerita sebenarnya dari mu," ucap Sky memberikan tisu pada Andara.
"Tidak apa-apa Sky, jujur saat kalian masuk berdua tadi, ada rasa cemburu di hati ku, tapi aku sadar bahwa aku bukan suami Senja lagi, terasa sakit dan sesak di dada, melihat dia memandangku seperti orang asing, sakit Sky," ucap Andara masih dalam tangisan.
"Jadi mau kamu gimana Andara? lusa yang aku tahu Senja akan kembali kuliah, dan maaf bahkan apartemen yang kalian tempati dia sudah berpindah di apartemen yang dekat dengan kampusnya, mumpung aku di Indonesia apa yang bisa aku bantu," ucap Sky bertanya.
"Nanti aku kabari saja yaa Sky, aku izin ke kamar mandi dulu," ucap Andara izin.
Sky hanya mengangguk saja, dia tidak habis pikir pola pikir orang tua Andara seperti itu.
Di tempat yang sama, ternyata mama Andara mendengar semua cerita tersebut. Mama Andara pun tersungkur dan terdiam mendengar pernyataan anaknya, yang mengatakan dirinya sebagai orang tua matre.
Mama Andara pun pergi menuju parkiran, sopir yang masih di dalam mobil tersebut bingung dengan sikap mama Andara.
"Pak keliling kota saja, apapun yang terjadi dengan saya di mobil ini jangan melaporkan pada suami ku atau pun anakku, anda paham !!!," ucap mama Andara.
"Baik nyonya," ucap mama Andara.
Sopir pribadi itu pun langsung menghidupkan mesin mobilnya, dan tidak berkata apapun.
Mama Andara pun menangis meneteskan air mata dan berkata ;
"Kenapa kamu berkata demikian Andara tentang Mama? Mama melakukan ini semua agar keturunan kita tidak terputus, bukan mama gila harta atau niat lainnya, kenapa kamu memikirkan hal itu? prasangka mu pada mama sudah keterlaluan," ucap mama Andara dalam tangisnya.
Mama Andara di dalam mobil hanya menangis, sopir nya hanya diam saja melihat nyonya nya meneteskan air mata.
__ADS_1
"Nyonya kita berkeliling sudah dua kali, kita harus kemana lagi?" ucap sopirnya.
"Antar saya ke mini market di Pertamina saja, sekaligus kamu isi minyak yaa," ucap mama Andara.
"Baik nyonya laksanakan," ucap sopirnya.
Setelah sampai, mama Andara pun turun dari mobil dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan mukanya dan memakai kosmetik agar tidak terlihat menangis. Setelah selesai menuju ke mini market dan membeli sesuatu mama Andara menuju ke mobil.
Mobil mereka pun melaju dengan perlahan.
...*****...
Di tempat Spa.
"Argh akhirnya sudah selesai juga," ucap Senja dengan hati yang lega dan senang.
Senja pun memakai pakaiannya.
"Aduh enggan bertemu dengan Andara dan Lia, gimana caranya ya agar aku bisa menghindari keduanya?" ucap Senja dalam hati.
Saat Senja melamun, dering ponselnya berbunyi dari Sky.
π"Wah, nggak bisa Sky, kayaknya aku masih lama dalam sini, karena minta tambahan, kalau mau ikut mereka yaa silahkan saja," jawab Senja meminta pelayan yang mendekatinya.
π"Ehm begitu ya, baiklah aku lebih menunggu kamu saja deh, nanti aku sampaikan sama mereka," ucap Sky.
π"Iya Sky, maaf yaa bilangin sekali lagi," ucap Senja.
π"Iya nggak apa-apa?" ucap Sky.
Panggilan terputus.
Sky pun membicarakan hal tersebut pada Andara dan Lia, keduanya pun memahami, mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Ehm dasar Senja ya, aku tahu dia malas bertemu dengan keduanya, beralasan saja meminta pijat plus-plus, sepertinya harus ku telpon lagi deh," ucap Sky sambil menelpon.
__ADS_1
Di angkat oleh Senja.
π"Hei, keduanya sudah pulang segera keluar dari ruangan tersebut, kita pulang sekarang, mama ku sudah masak di rumah tadi beliau mengirim pesan pada ku," ucap Sky menelpon.
π"Sejak kapan kamu tahu Sky kalau aku mencoba berbohong? baiklah aku keluar sekarang," ucap Senja tersenyum.
Senja pun keluar dari ruangan pijat tersebut dan menemui Sky. Keduanya saling tersenyum bahkan Sky menggoda Senja dengan meletakkan telunjuknya ke hidung Senja.
"Senja, meskipun aku tidak tahu alasan mu, tapi kamu tidak bisa berbohong pada ku, aku hanya mengikuti saja kemauan mu makanya aku bilang begitu, kita pulang yaa, tadi mama memasak di dapur mu, kata mama semua nya lengkap di kulkas mu, apakah kamu memasak?" ucap Sky bertanya sambil keduanya berjalan.
"Hehe, menurut mu gimana aku memasak apa nggak?" ucap Senja bertanya.
"Hei nona Senja kamu pikir aku dukun bisa menebak semua aktivitas mu," ucap Sky sambil tersenyum menjawabnya.
"Haha, kan aku nanya Sky, harus jawab dong," ucap Senja tersenyum.
"Ehm aku jawab ya, sepertinya sesekali kamu memasak, gimana benar nggak?" jawab Sky.
"Hihi benar banget sih, aku kadang memasak kalau pelayan ku tidak masuk karena ada urusan atau kalau aku pengen masakan ku sendiri begitu," ucap Senja menjawab.
"Oh kalau begitu boleh dong aku cicip masakan Senja," ucap Sky bertanya.
"Memangnya kamu suamiku mau mencicipi masakan ku," ucap Senja menuju ke mobilnya.
"Hahaha, iyaa Senja suatu saat aku yakin kamu menjadi milik ku, bukan karena keterpaksaan kita berdua sebab takdir sudah memilih," jawab Sky.
Keduanya pun memasuki mobil, Sky mengambil alih kemudi.
"Senja kamu ke belakang ya, biar aku saja yang menyetir, kalau sudah sampai rumah nanti kamu ganti pakaian dan kita makan malam di rumah mu," ucap Sky kepada Senja.
".... (terdiam)."
"Senja, kenapa kamu malah menangis?" ucap Sky sambil memberikan tisu.
"Aku bahagia saja Sky, kalau sampai rumah nanti rumah ku jadi ramai, aku nggak kesepian lagi," ucap Senja menangis dan tersenyum.
__ADS_1
Untuk sesaat Senja meneteskan air mata, dia mencurahkan isi hatinya, setelah selesai Senja pun tertidur begitu saja. Sky yang melihat itu hanya terdiam dan terpaku dengan sosok senja yang sekarang.
πΌπΌπΌπΌπΌ