
Dara pun menerima Elka sebagai kekasihnya. Elka sangat bahagia akhirnya Dara mau membuka hatinya untuk dia. Elka pun mencium kening Dara dan tangannya. Dara hanya malu-malu ketika Elka melakukannya.
Setelah mereka dinner bareng, mereka pun datang ke pesta temannya Elka.
"Hey bro, cantik sekali pacar loe" ucap Leon.
"hehe iyaa lah, dia hanya milil gue, loe jangan pandangin pacar gue" ucap Elka.
"oke-oke deh, silahkan nikmati jamuannya ya Elka dan pacarnya" ucap Leon.
Dara terus saja memegang lengan Elka kuat-kuat, entah apa yang ditakutinya.
"sayang kamu kenapa sih, takut dengan apa?" ucap Elka.
"aku nggak mau dekat dengan kolam Elka" ucap Dara.
Elka pun berusaha menjauh dari kolam nggak tahu hal apa yang membuatnya takut dengan kolam renang.
Dara dan Elka pun mencari tempat yang nyaman buat berbicara.
"Coba sekarang sayang ceritakan kenapa kamu takut melihat kolam, sedangkan di rumah mu ada kolam, jadi kamu nggak pernah ke kolam y sayang" ucap Elka.
"Iya sudah 2 tahun aku nggak pernah ke kolam sejak kejadiaan naas itu" ucap Dara.
Dara pun menceritakan semuanya ke Elka. Elka paham kenapa Dara begitu takut bahkan trauma melihat kolam, karena jika dia dekat kolam seakan-akan dia terjatuh dan tenggalam.
"Sayang, kita terapi yaa agar trauma kamu hilang" ucap Elka.
"Terapi gimana, aku nggak mau orang tahu tentang hal itu" ucap Dara.
__ADS_1
"Kamu cukup percaya dengan aku, nanti aku temani kamu nemui temanku agar trauma kamu bisa di obati dan aku akan izin dengan kedua orangtuamu" ucap Elka.
"apakah ucapanmu bisa dipercaya?" ucap Dara.
"kalau kamu sudah menerima ku sebagai kekasihmu bukankah seharusnya mempercayaiku juga" ucap Elka..
"Baik aku percaya dengamu" ucap Dara.
Mereka berdua pun menikmati kebersamaan di pesta temannya Elka. Dara merasa bahagia atas kebersamaannya dengan Elka. Bahkan jika Elka ingin memegang tanganku, dia izin dulu kepadaku gumam Dara.
"Gue benci dengan loe...?" ucap Jeni.
"Jeni sayang, salah gue apa sama loe, yang selingkung itu loe dengan Tara kenapa loe yang jadi marah sama gue sih?" ucap Heri.
"Loe sekarang membosankan Heri, loe nggak ada waktu buat gue, dan gue mau putus dengan loe, sekarang" ucap Jeni dengan kesal.
"Yaa Tara lebih banyak waktu buat gue, perhatiannya full ke gue, tapi loe di saat gue membutuhkan loe, loe nggak ada Heri, gue pikir pertama kali yang akan memeluk gue ketika ada masalah pacar gue, gue memaklumi kesibukan loe, tapi lama kelamaan gue capek Heri, loe paham kan maksud gue" ucap Jeni.
"Baik jika itu sudah keputusan loe, gue terima kita putus, tapi jangan lagi selingkuh setelah loe jadian dengan Tara" ucap Heri.
"Tunggu Heri, apakah ini memang keputusan kita berdua?? dan apakah benar kamu dekat dengan Siska?" ucap Jeni.
"Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Siska, nie silahkan lihat percakapan chatt saya dan silahkan panggilan telpon saya, saya murni hanya sekedar berteman" ucap Heri membuktikan fakta tentang dirinya.
"Ta...pi... kalian sering bertemu di perpustakaan" ucap Jeni.
"Jen, di perpustakaan itu banyak orang, lagian kami juga tidak sengaja bertemu" ucap Heri.
__ADS_1
Jeni pun terdiam dan menangis, Heri sudah membujuknya untuk tidak menangis tapi Jeni masih saja menangis. Jeni pun pergi dari cafe itu dengan mengendarai mobilnya. Heri ingin mengejar tapi Jeni sudah pergi menjauh.
------
Setelah seharian di luar ke kampus Senja. Senja ingin cepat-cepat video call dengan orang tua Andara dan Pak Leri. Akhirnya mereka pun terhubung melalui video call.
"Hai Senja dan Andara, gimana kabar kalian disana" ucap Mama Andara.
"Kita baik-baik saja kok Ma, semoga mama dan papa juga bahagia, ohya ma giman menurut mama dan papa serta Pak Leri yang sudah Andara chatt kan sama kalian" ucap Andara.
"Kami setuju, tapi beri mama dan papa serta Pak Leri satu bulan yaa, agar kalian bisa menikah di sini" ucap Mama yang mewakilkan.
"Benar yaa om dan tante serta Pak Leri, hanya sebulan" ucap Senja.
"Iya Senja sayang" ucap Mama, Papa dan Pak Leri..
Panggilan telpon pun berakhir.
"sayang kalau gitu masih waktu 3 minggu ya, terus kamu disini tinggal 5 hari, jadi aku jalani di sini 2 minggu lagi ya, krn seminggu menjelang pernikahan kita aku harus disana" ucap Senja.
"iya sayang, nggak apa-apa kan, ini semua demi kebaikan kita" ucap andara membujuk.
"baik lah deh, aku setuju aja" ucap Senja.
" kamu mau mahar apa sayang dari ku" ucap Andara.
"heheh... nggak ada sayang, aku hanya mau hidup berdua denganmu" ucap Senja.
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Like and comment ya...