
Siska menangis dengan terseduh-seduh karena tubuhnya sudah di jamah pria ba**sat, hingga dia merasa bahwa di depannya sudah ada Heri menolongnya.
Heri pun langsung meninju lelaki tersebut dengan membabi buta, hingga tanpa di sadari pukulannya tersebut membuat pria ba**sat tersebut hampir tidak bernyawa jika Delan tidak melerainya.
"Aku tidak pernah menyentuk kekasihku, kenapa kamu malah menyentuhnya ba**sat?"teriak Heri dengan nada kesal.
Pria tersebut pun di bawa oleh polisi, dan tidak sadar diri akibat pukulan kuat dari Heri. Mereka pun membawa Siska ke rumah sakit, untuk memeriksa bagian tubuh mana yang sakit. Siska hanya bisa menangis dengan memegang tangannya sendiri.
Delan dan Rina duduk di bagian depan, sedangkan mobil Delan di bawa ke bengkel untuk diperbaiki. Hingga terjadi sebuah pembicaraan serius di antara keduanya.
"Jangan sentuh aku Heri, aku sudah tidak suci lagi, pergi kamu dari hidupku, bukan kah kamu tidak ingin menikah dengan ku," ucap Siska sambil menangis dan ketakutan.
"Nggak begitu Siska, aku mencintaimu dari dulu hingga sekarang, maafkan aku tidak melihat pesan mu lebih awal, aku mohon Siska maafkan aku, aku berjanji akan menikahi mu," ucap Heri berusaha memegang lengan Siska, akan tetapi Siska bersih keras melepaskannya, akan tetapi Herie memegangnya dengan kuat hingga tumpah lah air mata tersebut.
"Aku tidak pantas buat kamu Heri, aku sudah di sentuh oleh pria lain, aku sudah di sentuh olehnya Heri," ucap Siska menangis dalam pelukan Heri.
"Nggak sayang, hal ini akan kita selesaikan dengan damai ya sayang, aku janji setelah kamu sembuh kita akan menikah di Malaysia dengan melakukan video call akan tetapi dengan syarat, kamu harus sehat," ucap Heri memberi semangat pada kekasihnya.
"Maaf Heri, aku tidak berjanji akan hal itu, akan tetapi aku bisa berusaha menghilangkan trauma jika aku bisa karena sungguh sulit," ucap Siska dalam tangisnya.
"Tidak akan, kali ini aku serius melamar mu meski kita berada di posisi sekarang," ucap Heri sambil mengeluarkan cincin dari saku celananya.
"Kamu membawa cincin kemanapun," ucap Siska terheran-heran.
"Maafkan aku Siska, sebenarnya hari ini aku curhat dengan Delan bagaimana untuk sementara ini kita bertunangan dulu setidaknya agar menenangkan dirimu kalau aku milik mu seutuhnya, jika papa dan mama meminta kita menikah saya siap, hanya saya malu belum memiliki penghasilan yang memadai untuk kehidupan kita," ucap Heri menjelaskan dan menghapus air mata Siska.
"Pasangkan cincin itu ke tangan ku, Heri aku menerima apapun keadaan mu, yang penting kamu jangan menjauh lagi dari ku ya," ucap Siska sambil memeluk Heri.
Keduanya pun sambil berpelukan, perjalanan menuju rumah sakit cukup jauh memakan lebih kurang satu jam, keduanya pun beristirahat, dan kedua sahabat mereka malah berbicara.
"Rina, mau nanya dong, kamu sudah punya kekasih belum," ucap Delan bertanya langsung sambil fokus menyetir.
"Hehe, barusan putus satu minggu yang lalu, terus kenapa ya Delan," ucap Rian bertanya.
"Ehm, kalau begitu mau nggak jadi pacar aku, melihat mereka berdua begitu kuat dengan cinta mereka, jadi membuatku iri mau seperti mereka," ucap Delan bernada lesu.
"Haha, jadi kamu pengen punya kekasih karena melihat mereka yang romantis begitu," ucap Rina mulai menguap.
__ADS_1
"Iyalah, siapa coba yang tidak terkesima dengan cinta mereka berdua, bahkan aku yang jomblo saja meronta melihat perjuangan cinta mereka," ucap Delan menjelaskan.
"Iya aku terima perasaan kamu, sekarang mau tidur dulu ya kak, kalau udah sampai rumah sakit bangunkan aku," ucap Rina langsung tertidur.
"Baik nanti aku bangunkan kalau sudah di rumah sakit," ucap Delan dengan hati yang bahagia.
Malam itu kebahagiaan sekaligus kesedihan yang menimpa perjalanan asmara dua sahabat tersebut.
"Argh, ini mah musibah dapat kekasih, akhirnya aku bisa tunjukkan kekasih ku pada papa dan mama, agar mereka tidak mengusik ku lagi kalau aku tidak menyukai perempuan, yang buat gosip tersebut sungguh menyebalkan," ucap Delan dalam hati.
Delan pun mengantarkan terlebih dahulu Heri ke kosan nya bersama Siska di sana, karena Siska masih trauma berada di apartemennya. Sesampainya di kosan Siska pun di bolong oleh Heri, terlihat sangat Siska sedang lemas tak berdaya.
"Delan tolong antar Rina sampai ke rumahnya ya," ucap Heri sambil pergi begitu saja.
"Beres, lagian aku dan Rina sudah jadian juga ," teriak Delan langsung masuk ke mobilnya melajukan mobilnya.
Rina pun tertidur di belakang, dia bingung harus mengantarkan Rina kemana. Dia pun menepi kan mobilnya dan mencoba membangunkan Rina.
"Rina, bangun hayo kita pulang," ucap Delan menepuk pipi Rina pelan.
"cup..." ciuman pun mendarat ke bibir Delan.
Delan hanya menelan ludah, akan tetapi kewarasan nya masih ada, dan dia pun menunggu Rina bangun dengan kesadaran tinggi.
"Delan sekarang pukul berapa?" ucap Rina bertanya.
"Pukul 23.45 malam," ucap Delan menjawab.
"Kalau dari arah jalan ini apartemen ku sih dekat, tetapi aku takut mantan ku datang dan meminta jatahnya," ucap Rina meringis.
"Maksudnya minta jatah gimana? coba perjelas," ucap Delan bertanya.
"Begini saja, kamu di Malaysia tinggal di apartemen atau rumah," ucap Rina bertanya.
"Aku tinggal di apartemen dekat kampus," ucap Delan menjawab.
"Kalau begitu kita ke apartemen mu saja, akan tetapi temani aku ke mall beli pakaian dalam dulu," ucap Rina.
__ADS_1
"Oke baiklah," ucap Delan.
Delan pun menuruti saja kemauan Rina menuju ke mall. Rina pun mengambil jaket yang dikenakan oleh Delan.
"Bukankah kita sekarang pacaran, maka kamu harus terbiasa dengan sikapku, dan terhadap orang tua mu, aku akan melakukan apapun agar kamu terhindar dari kencan buta," ucap Rina pergi keluar dari mobil.
Rina pun menuju tempat yang dituju nya, Delan hanya mengikutinya dari belakang. Rina pun membeli pakaian dalamnya, Delan malu harus berkata apa ketika dilihatnya C* dan B*
[Argh, aku salah tempat sepertinya, kenapa nggak menunggu diluar saja] gumam Delan dalam hati.
Delan pun keluar dari toko tersebut, Rina hanya tersenyum melihat tingkah Delan yang malu seperti kepiting rebus.
[Rasain makanya jadi cowok takut banget dengan keluarga ku, dasar cowok] gumam Rina dalam hati.
Setelah Rina memilih barang yang di belinya, dia pun mengajak Delan untuk membeli satu set pakaiannya.
Rina pun menghampiri Delan.
"Hey, sekarang lihat jam kamu pukul berapa?" ucap Rina bertanya.
Delan pun membuka ponselnya, saat dia melihat ponselnya, Rina memberikan sebuah kotak.
"Jam 00.15 sekarang, ehm ini apa Rina?" ucap Delan terkejut dengan pemberian Rina.
"Ehm kamu lupa ya, status kamu sekarang sudah jadi pacar aku, lalu menyebutnya apa?" ucap Rina.
"Terima kasih sayang," ucap Delan.
"Oke kita pulang ke apartemen mu sekarang, besok aku harus ke kantor, malam ini aku pinjam baju kaos mu saja ya," ucap Rina berjalan lebih dulu.
Delan terkejut dengan sikap arogan Rina, dia bahkan terkejut Rina ingin meminjam pakaian kaos punya nya.
💜💜💜💜💜
Makin penasaran kah kisahnya???
like dan comment ya
__ADS_1